≡ Menu

Kamera mirrorless Fuji X-T100 diluncurkan

Seperti yang sudah ramai dirumorkan sebelumnya, FujiFilm memperkenalkan seri terbawah dari kamera seri XT yaitu Fuji X-T100. Tidak tanggung-tanggung, desain kamera seharga $600 (update : harga resmi di Indonesia 9 juta rupiah bodi saja, atau 10,5 juta dengan lensa kit) ini masih mirp dengan Fuji X-T20 meski sebetulnya ‘jeroan’nya adalah sama dengan kamera Fuji basic X-A5. Meski X-A5 termasuk basic, tapi dia sudah mengadopsi sensor 24 MP, 91 titik phase detect AF, 4K video (meski cuma 15 fps), WiFi dan layar sentuh. Semua hal baik ini dimasukkan dalam bodi baru yang masih mencirikan seri XT dengan desain retro, jendela bidik, layar LCD lipat dan desain yang keren.

Hal yang menarik di Fuji X-T100 adalah sensor 24 MP ini tidak memakai X-Trans tapi Bayer yang ‘normal’ seperti kamera lain (dan tanpa low pass filter), sehingga lebih mudah saat di edit RAW-nya. Selama ini mereka yang ingin memakai kamera Fuji dengan sensor ‘normal’ dipaksa beli seri XA saja yang tidak ada jendela bidiknya. Kemudian desain roda shutter speed yang membingungkan untuk sebagian pengguna juga dihilangkan, diganti dengan desain normal mode dial PASM biasa. Juga layar LCD-nya yang sistem lipat atas bawah ini juga bisa diputar ke depan menjadi bonus sendiri karena lebih enak buat foto berbagai angle dan vlog hingga selfie. Baterai juga termasuk awet dengan 430 foto tiap pengisian.

Dibanding X-T20 yang lebih mahal, kekurangan X-T100 dari sisi desain adalah tidak adanya grip atau tonjolan untuk digenggam (update : ternyata disediakan grip add-on dalam paket penjualan). Kemudian tidak banyak disediakan tombol khusus, misalnya AEL-AFL dihilangkan supaya ringkas dan tidak ada tuas mode AF-S AF-C MF di depan. Dari sisi kinerja memang ada penurunan untuk membedakan dengan X-T20 yaitu di X-T100 hanya bisa menembak 6 foto per detik saja. Tapi dari sisi fungsional masih menyediakan banyak pengaturan penting seperti roda untuk ganti setting, tombol akses ke AF, WB, Drive dan satu Fn yang bisa dikustomisasi. Juga tetap tersedia electronic shutter, ada flash hot shoe dan ada built-in flash.

Dari sini Fuji terlihat jelas ingin bersaing dengan Canon EOS M50 di segmen mirrorless basic dengan jendela bidik, yang diharap bisa mengajak pengguna DSLR pemula untuk pindah ke mirrorless. Sebuah upaya yang patut diperhitungkan oleh kompetitor sesama mirrorless apalagi dari kubu DSLR.


Ikuti Kupas Tuntas Kamera Digital untuk belajar memaksimalkan setiap fitur di kamera anda. Info 0858-1318-3069.

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di Google+ dan instagram.

{ 27 comments… add one }
  • Sekar Kinanthi August 31, 2018, 1:18 pm

    beberapa hari yang lalu aku coba xt100 untuk perekaman video 4K, baru beberapa menit merekam tiba-tiba muncul tulisan ‘sibuk’ dan proses merekam berhenti. Selain itu saat merekam video, ketika mengarah ke objek garis lurus, tampak patah-patah. Itu apa ada yang salah? Mohon penjelasannya…

    • Enche Tjin August 31, 2018, 1:25 pm

      Biasanya karena kecepatan tulis memory card tidak cukup untuk menyalin data video 4K yang besar, jadi perlu ganti memory card yang lebih cocok untuk video 4k.

  • Hafid June 29, 2018, 10:18 am

    Koh, minta sarannya. saya baru mau belajar fotografi, bener2 dari basic. Mohon sarannya, saya ambil Fujifilm X-T20 atau X-T100 atau Canon M50? buat diawal kebutuhannya selain buat belajar, paling sering ambil video dan foto traveling. Mohon pencerahannya koh. thanks

    • Erwin Mulyadi June 29, 2018, 12:40 pm

      X-T100 oke juga, sama M50 anggap aja setara. Kalo X-T20 lebih oke dari spek cuma gak bisa buat vlogging aja.

      • Lufti ruhimat September 9, 2018, 12:15 am

        Review dong xt100 nya mas, belum nemu review sedetail di infofotografi. Terutama tentang hasil ooc jpeg nya pake sensor bayern. Thx u

  • Angga June 7, 2018, 9:23 am

    Apakah film simulation di xt 100 sama persis dngan yg di xa5 koh?

    • Erwin Mulyadi June 7, 2018, 9:37 am

      Film simulation sama, tidak diberi Acros seperti X-T20. Tapi tetap ada Velvia, Astia, Classic Chrome dll.

  • Andik June 6, 2018, 6:57 pm

    Saya malah masih galau,
    Dengan harga 10,5 juta :
    1. dapet xt100 plus kit..
    2. Ataukah lebih baik ambil sony a6000 plus kit + lensa fix sony 35 mm f 1.8

    A6000 dan sel 35 mm f 1.8 skrng harganya lg bagus2nya.

    Asem galau ini.

    • Andik June 6, 2018, 8:52 pm

      Mohon pencerahanya koh.

      Kbutuhan untuk motret bayi, traveling.. dan sesekali ikut bantu2 di tim motret prewed dan weding.

  • Deanisha June 5, 2018, 12:49 am

    Halo Om, lagi galau berat nih antara M50 atau XT100 kayanya beda tipis ya. Kalo liat hasil gambar non editing, bener gak sih Fuji series lebih tajem dibanding Canon? Tapi galau kualitas video nya. Apakah rekomen perekaman video pake fuji? Soalnya mau dipake kegunaan untuk semi pro (kerjaan). Mohon masukannya suhu

    • Erwin Mulyadi June 5, 2018, 10:02 am

      Keduanya bukan untuk kebutuhan semi-pro, lebih ke casual shooter atau travel ringan aja. Canon M50 menang di auto fokusnya yg gesit, termasuk saat rekam video. M50 juga bisa 4K yg lebih mulus, sedang Fuji XT100 di 4K cuma 15 fps. Di lain pihak Fuji XT100 lebih unggul di beberapa hal lain seperti Auto ISO yg lebih fleksibel, ada electronic shutter, baterai bisa tahan lebih lama plus bisa cas via USB, film simulation khas Fuji (kecuali Acros), dukungan banyak lensa Fujinon dan fitur2 lain spt 4K photo dan post focus (Seperti di kamera panasonic Lumix).

  • rizky June 4, 2018, 1:27 pm

    Mohon sarannya om,
    Dengan budget 15 jt sebaiknya pilih X-T100 ini atau kakaknya X-T20

    kalau lihat dari harga di toko sebelah,
    kalau memilih X-T100 dengan budget 15 jt masih bisa dapat Kit 15-45mm + 1 lens (XF23 F/2 R WR)
    tapi kalau pilihannya X-T20 hanya dapat kit 18-55

  • Alfan May 28, 2018, 8:15 pm

    Kang Erwin mending Canon M50 atau Fujifilm X-T100 atau bisa Sony A6300? dijawab kang

    • Erwin Mulyadi May 29, 2018, 10:57 am

      Saya blm banyak pelajari soal XT100 tapi sepertinya menarik dan saya suka.

      • Alfan May 29, 2018, 6:46 pm

        Terimakasih banyak kang, ditunggu update selanjutnya

  • Nurohman May 27, 2018, 11:13 pm

    Koh klo mau tanya. Klo buat street fotografi cocoknya pake lensa wide atau tele?

    • Enche Tjin May 31, 2018, 9:03 pm

      Kalau jalanan perkotaan yang saat ini tergolong sempit lebih baik yang lebar.

      • Nurohman June 8, 2018, 11:31 pm

        Makasih koh jawabannya sangat membantu

  • Heru May 27, 2018, 1:13 pm

    Koh mau tanya, lebih pilih mana xt2 atau xpro2 buat kegiatan extreme, outdoor, tangguh mana?
    Terimakasih

    • Enche Tjin May 31, 2018, 9:04 pm

      Keduanya cukup tangguh, yang XPRO itu yang suka desain ala rangefinder, sebagian besar mungkin lebih suka X-T2.

  • Peter Lee May 26, 2018, 10:22 am

    Selamat siang, antara sensor X-trans dengan Bayer, mana yg lebih bagus ko ?

  • Angga May 25, 2018, 9:34 pm

    Koh..Dibanding xa5, manakah yg lbih unggul?
    Atau sama saja, ? hanya menang di viewfinder?

    • rio May 31, 2018, 2:05 pm

      viewfinder dan artikulasi lcd yg di putar kesamping sehingga lcdnya tidak tertutup mic misal saat vlog pakai mic external.

  • Adi May 25, 2018, 9:24 am

    Kemampuan videonya bagaimana om? Apakah sudah ada port untuk audio? Pilih xT100 atau g85?

    • Erwin Mulyadi May 31, 2018, 5:18 pm

      Ada kok port audio seperti X-T20 yang agak ‘menyebalkan’ karena pakai jack 2,5 mm dan kemampuan video cukup lah, ada 4K 15 fps, ada FHD 50 fps dan HD 100 fps untuk slow motion.

Leave a Comment