≡ Menu

Sony RX100 VI Potret kamera compact masa kini

Seri compact Sony RX100 biasanya memiliki lensa yang berbukaan besar seperti ekuivalen 24-70mm f/1.8-2.8, tapi versi ke VI ini sangat berbeda karena memiliki lensa yang lebih panjang rentang zoomnya yaitu ekuivalen dengan 24-200mm (8.3X zoom), tapi dengan bukaan maksimum yang lebih kecil yaitu f/2.8-4.5 untuk mempertahankan ukuran kamera yang kecil.

Penghobi fotografi dan profesional biasanya lebih antusias melihat lensa yang bukaan lensa yang besar, tapi pasar compact yang semakin menurun membuat Sony dan produsen compact lain sepertinya harus memutar otak, bagaimana membuat kamera yang lebih baik dari kamera ponsel. Salah satu kelemahan kamera ponsel biasa saat ini adalah belum memiliki zoom yang mumpuni, maka itu membuat kamera compact dengan zoom yang jauh menjadi prioritas produsen untuk menjauhkan kamera compact canggih ini dari kamera ponsel.

Seiring waktu berkembang, kamera ponsel juga mulai bisa zoom. Seperti Huawei P20 Pro bisa zoom optik 3X dan hybrid 5X. Kualitas zoom 5x di kondisi terang cukup baik. Juga ponsel premium lainnya seperti iPhone X dan Samsung S9+ juga telah memiliki lensa telefoto. Tapi karena lensa ganda kini hanya dimiliki ponsel premium, sepertinya kamera compact superzoom akan masih bisa bernafas lega setidaknya dalam beberapa tahun kedepan.

Secara teknologi, RX100 VI memang mantap, dengan body sekecil itu, tapi bisa memasukkan lensa zoom yang cukup panjang, sensor type 1 inci, dan processor dan DRAM baru. Dengan processor baru ini, autofokus RX100 dijamin sangat cepat, mendukung eye-detection yang sangat membantu untuk foto portrait, dan juga bisa merekam 24 foto per detik.

Meski ukuran yang relatif kecil, Sony RX100 VI juga punya jendela bidik elektronik bertype pop-up, flash built-in, dan layar yang bisa di putar ke atas untuk vlog atau selfie.

Tapi obsesi insinyur Sony yang menyukai miniaturisasi elektronik yang ekstrim, bisa jadi menjadi bumerang, karena fisik yang kecil rentan getar dan secara ergonomik licin saat dipegang. Bisa ada potensi overheat/kamera kepanasan saat digunakan dalam jangka waktu lama atau video. Baterai juga kecil, dan tidak tahan air (weathersealed).

Apakah RX100 VI akan banyak peminatnya? Yang saya rasa paling membatasi sepertinya adalah harganya yang mungkin memecahkan rekor untuk kamera compact yaitu US$1200 atau sekitar Rp 16.6 juta (kurs 14000).

Dengan 16.6 jt sepertinya banyak pilihan kamera lain yang lebih menarik, diantaranya Sony A6300 dengan dua lensa basic.

Seri Sony RX100 biasanya memang tidak memiliki saingan, tapi yang terdekat adalah Panasonic TZ200 dengan harga yang lebih ekonomis, yaitu Rp 10.3 jt. Sama-sama memiliki sensor 1 inci, tapi Panasonic punya lensa yang lebih jauh lagi (24-360mm) tapi yang dikompromikan adalah bukaan maksimum lensa yang menjadi lebih kecil dari Sony RX100 yaitu f/3.3-6.4. TZ200 punya jendela bidik tapi layarnya fix, tidak bisa diputar.

Kamera ini mungkin cocok sebagai back-up atau pendamping kamera yang besar. Misalnya saat jalan-jalan tapi tidak ingin membawa lensa tele 70-200mm. Tapi Sony RX100 IV ini mungkin tidak akan sepopuler seri-seri pendahulunya karena harga dan bukaan maksimumnya tidak terlalu besar, tapi punya pilihan itu bagus, dan jika lebih banyak motret di kegelapan dan tidak perlu zoom sepanjang 200mm, maka Sony RX100 V mestinya masih akan tersedia di toko kamera dalam beberapa waktu kedepan.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 8 comments… add one }
  • Lyon June 28, 2018, 2:29 pm

    Jadi menurut Bpk Tjin, apakah panasonic lx10 mempunyai auto focus problem?

    • Enche Tjin June 28, 2018, 4:57 pm

      Kalau subjek diam autofokus sangat baik, kalau subjek bergerak, agak kurang mulus dan lebih lambat, tapi bukan berarti bermasalah 🙂

  • Gibran Raksadinno June 8, 2018, 5:11 pm

    Kalau compact sony ini dibanding leica d lux 109 bagus mana ya om untuk fotografi?

    • Enche Tjin June 9, 2018, 11:08 am

      RX100 menang di zoom, kalau dlux di kondisi gelap dan bokeh(latar belakang blur lebih mulus) karena sensor gambarnya lebih besar dan bukaan lensanya lebih besar (f/1.7-f/2.8)

  • Heru azis June 8, 2018, 6:40 am

    Permisi mas, maaf numpang nanya. Saya mau beli kamera mirorles dengan kebutuhan video dan foto yang mumpuni untuk budget dibwah 10jtaan . Kira” mas ad yang bisa rekomendasi gak ? Terima kasih.

    • Enche Tjin June 9, 2018, 11:09 am

      Untuk video di bawah 10jt yg populer Panasonic G7 atau G85. Kamera terjangkau tapi sudah bisa rekam 4k dan fitur Videonya lebih lengkap.

  • Elvan Prawira June 7, 2018, 7:39 pm

    Termasuk tinggi harganya untuk ukuran pocket camera yg sensornya 1 inch….
    Saya perhatikan, Sony jg baru mengeluarkan RX10 iv yang harganya juga tinggi, namun memiliki kelebihan range zoom 24-600….
    Yang saya perhatikan, pocket kamera dan full frame Sony terus mengalami perkembangan, hanya apsc yg kelihatannya belum ada perkembangan terbaru….

    • Enche Tjin June 7, 2018, 9:34 pm

      Iya lensa dan kamera APS-C Sony sepertinya stuck, memang sulit untuk maintain fokus ke dua format sekaligus.

Leave a Comment