≡ Menu

Ngopi bareng dengan Leica TL 60mm f/2.8 Macro APO

Liburan Natal ini, saya dan Iesan kedatangan teman kami di Infofotografi, lalu kita ngopi di cafe GOREAL-AH! sambil menikmati snack waffle ice cream dan beef bowl. Sambil ngobrol, saya mencoba lensa Leica TL 60mm f/2.8 Macro APO ASPH. Lensa ini dirancang untuk kamera dengan sensor APS-C, bisa dipasang di Leica T, TL, CL dan juga SL. Namun saat dipasang di kamera full frame SL saya, resolusinya turun jadi 10 MP (3936 x 2624 pixel). Mengingat kamera yang saya pakai kerja dulu juga 10 MP, jadi tidak apalah. Ternyata hasilnya oke juga, sangat tajam dan tekstur di wajah terlihat agak terlalu tajam dan kontras untuk portrait.

Lensa ini adalah salah satu lensa Leica terbaik dan Made in Germany. Lensa ini memiliki elemen APO, artinya tidak ada penyimpangan warna sehingga gambar terlihat tajam dengan warna yang murni. Juga ada empat elemen aspherical yang memastikan ketajaman meski di bukaan f/2.8.


ISO 250, f/2.8, 1/125


ISO 400, f/2.8, 1/125

Lensa makro ini bukan lensa dengan autofokus tercepat, tapi tidak lambat banget juga, yang pasti bukan untuk olahraga.

Lensa ini tergolong ringan, hanya 320 gram, sangat seimbang dan tidak terlalu panjang (8.9 cm) saat dipasang di Leica SL. Ukuran filternya agak tidak lazim, yaitu 60mm.

Lensa 60mm untuk APS-C ini ekuivalen dengan 90mm di standar full frame, maka itu juga cocok untuk foto portrait head and shoulder sampai setengah badan. Bukaan f/2.8 cukup lebar dan jarak fokus minimum hanya 16 cm dari sensor kamera, atau hanya sekitar 6-7 cm dari ujung lensa.

ISO 800, f/2.8, 1/125

ISO 500, f/2.8, 1/125

ISO 800, f/2.8, 1/125

Saat memotret di dalam cafe dengan pencahayaan campuran (lampu dan cahaya matahari dari pintu kaca, hasil warna tetap oke dan detail. Saya hanya memotret secara casual dengan shutter speed dikunci di 1/125 dan bukaan f/2.8 untuk mengetes kualitas saat memotret bukaan terlebar (wide-open). Hasilnya tidak mengecewakan, meskipun di beberapa foto ISO-nya cukup tinggi, namun warna masih baik.

Iesan, ISO 1000, f/2.8, 1/125

Iesan, ISO 5000, f/2.8, 1/125

Saya berharap ada stabilizer di lensa atau di kamera sehingga saya bisa memotret dengan shutter yang lebih lambat, tapi mungkin stabilizer akan membuat lensa dan kamera menjadi lebih besar. Meski demikian, saya suka lensa ini karena ukuran, bobot dan tentunya hasil gambar yang dihasilkan, dan akan saya uji untuk kesempatan yang lainnya lagi.


Untuk mendapatkan kamera dan lensa Leica bisa memesan via kami di WA 0858 1318 3069

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Instagram: enchetjin

{ 2 comments… add one }
  • luhur sigit January 18, 2019, 11:33 am

    slamat siang ko enche setelah saya perhatikan banyak dari foto bapak yang mengunakan shuter speed dan iso yang agak besar apa setinggan itu baik di aplikasikan di setiap kamera terutama sony A6XXX series ??

    • Enche Tjin January 18, 2019, 12:59 pm

      Faktor ISO dan shutter speed tergantung dari cahaya yang tersedia, kalau shutter tergantung dari subjeknya bergerak atau tidak dan lensa yang digunakan. 1/125 ini aman untuk lensa dan untuk foto manusia. Ini konsep dasar fotografi bisa diterapkan di kamera apa saja.

Leave a Comment