≡ Menu

Review lensa tele Tamron 100-400mm Di VC USD

Tahun lalu saya pernah menulis artikel tentang memilih lensa telefoto untuk DSLR, dan salah satu lensa yang saya ulas adalah lensa tele dari Tamron yang direview kali ini yaitu Tamron 100-400mm. Lensa Tamron 100-400mm f/4.5-6.3 Di VC USD sudah dirilis sekitar tahun lalu, hadir menjadi lensa tele ekonomis yang memberi fokal yang lumayan panjang (bahkan setara 150-600mm bila dipasang di kamera APS-C) dan tersedia untuk DSLR dengan mount EF atau F-mount. Unit yang kami terima adalah unit dengan F-mount dan kami mencobanya di kamera Nikon D600. Lensa yang berbobot 1,1kg ini menganut desain Tamron modern yang bernuansa matte, ada jendela jarak fokus, lensanya sendiri terdiri dari 17 elemen dalam 11 grup, dengan bagian dalam lensa yang memanjang bila di zoom. Di bagian depan lensa dengan diameter 67mm ini terdapat coating khusus (Fluorine coating) untuk menangkis debu atau noda sidik jari. Untuk menambah kualitas gambar, lensa ini juga memakai eBAND (xtended Bandwidth & Angular-Dependency) coating. Terdapat 9 bilah diafragma dan baik untuk Canon maupun Nikon sudah dikendalikan secara elektronik (pastikan kompatibilas dengan DSLR Nikon lama sebelum membeli).

Tamron 100-400mm Di VC USD – dengan Nikon D600

Sebagai spesialis pembuat lensa tele ekonomis, Tamron sepertinya paham bagaimana mendesain lensa yang memenuhi harapan pengguna tanpa harus dijual mahal. Misalnya sudah disediakan 4 stop VC yang membantu sekali saat cahaya kurang memadai dan kita perlu memakai shutter yang agak lambat. Mode VC terbagi tiga, yaitu mode 1 (untuk sehari-hari), mode 2 (untuk panning) dan Off. Selain itu lensa ini bisa memfokus dengan jarak minimum 1,5 meter yang membuatnya bisa dipakai untuk close up dengan perbesaran rasio 1:3.6 dan juga terdapat tuas limit AF bila tidak ingin mencari fokus dekat (untuk mempercepat pencarian fokus). Seperti biasa, dukungan moisture resistant di lensa Tamron generasi baru juga disediakan di lensa ini, membuat penggunanya lebih tenang saat memotret di keadaan lembab.

Saya mencoba kinerja VC dengan fokal 135mm dan shutter speed 1/25 detik, atau sekitar 2,5 stop dan terbukti efektif.

Bola dunia untuk mencoba fitur VC. Fokal lensa 135mm, shutter 1/25 detik.

dan inilah hasil crop foto diatas, dengan dan tanpa VC :

Shutter speed 1/60 detik dengan VC diaktifkan, membuat foto tetap tajam

Saya mencoba memakai lensa 100-400mm ini di beberapa lokasi dan mendapati ketajaman dan warna yang dihasilkan dari lensa ini termasuk baik. Ketajaman cukup merata di sepanjang fokal lensa, dengan catatan di posisi mendekati 400mm bukaan lensa sudah menurun ke f/6.3 yang akan menahan cahaya cukup banyak (disinilah peran VR dan/atau ISO tinggi di kamera diperlukan untuk mencegah goyang). Ketajaman lensa akan maksimal di posisi f/8, seperti pengujian berikut ini saya pakai fokal 200mm dibandingkan antara f/5.6 dan f/8 :

Test chart untuk menguji ketajaman lensa ditengah dan di tepi

Sedikit distorsi lensa ditemui di bagian garis yang ada di tepi frame (pincushion), seperti contoh berikut ini:

Distorsi lensa memang ada tapi termasuk sangat minim

Kesimpulan

Menurut saya lensa Tamron 100-400mm f/4.5-6.3 Di VC USD ini adalah lensa consumer yang mengedepankan kemampuan telefoto dengan bantuan VC yang efektif, dan kualitas optik dan motor fokus yang baik, didukung dengan bodi yang moisture sealed membuatnya ideal untuk penghobi foto jarak jauh di alam terbuka, seperti foto satwa liar. Memang bila dilihat dari aperture lensa, maka lensa ini lebih cocok dipakai saat matahari bersinar kuat demi mengatasi bukaan lensa yang tidak besar khususnya di fokal mendekati 400mm. Sayangnya tidak disediakan tripod collar untuk memasang lensa ini diatas tripod, tapi dengan ukurannya yang masih relatif tidak terlalu besar, maka saya dapati dengan handheld saja masih bisa meski kalau terlalu lama ya akan terasa berat juga. Akhirnya, lensa ini menjadi alternatif menarik penyuka fotografi alam terbuka dan olah raga yang memberi keseimbangan antara ukuran, rentang fokal, aperture, fitur, kualitas dan harga jual, yang bisa dipertimbangkan sebagai opsi lebih hemat dari Canon EF 100-400mm atau Nikon 80-400mm yang lebih mahal.

Contoh foto yang saya ambil dengan bodi Nikon D600 :

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di Google+ dan instagram.

{ 3 comments… add one }
  • lukman zammari February 8, 2019, 7:45 pm

    om,,Enche,,,,,,ini yang mark ii ya….krn saya punya yg mark i,,,,perbedaan mencoloknya yg mark ii sdh bisa dipasangkan dg teleconverternya sehingga bisa lebih jauh jangkauannya,,,sedangkan yang mark i blm bisa,,,……..saat ini,menabung lagi buat menggantinya….

  • Edo February 8, 2019, 1:08 pm

    Kpn ada review lensa Sigma 60-600 mm?
    Saya tertarik dg lensa tele sapu jagad ini.

  • Ardhiantoro February 7, 2019, 9:01 pm

    Pak, kalau lensa Tamron 18-200 utk sony e-mount dibandingkan dengan lensa Sony 18-105mm/f4 lebih bagus mana ya?

Leave a Comment