≡ Menu

Review Kamera DSLR Canon 200D Mark II

Canon mengeluarkan kamera DSLR terbaru yaitu Canon 200D Mark II (nama lainnya SL3 untuk pasaran Amerika, dan 250D untuk pasaran Eropa). Variannya ada tiga yaitu warna hitam, warna putih dengan grip abu-abu dan warna perak dengan grip coklat). Kamera ini termasuk golongan kamera pemula karena bentuknya kecil, bobotnya yang ringan hanya 402gram untuk body, 654gram dengan lensa kit 18-55mm. Para pengguna yang baru pertama kali menggunakan kamera ini akan sangat terbantu karena banyak mode otomatis.

Kamera bersensor APS-C dan resolusi 24.1 Mega pixel ini sudah mendukung layar sentuh baik dalam mengubah-ubah setting ataupun memilih titik fokus. Selain itu, kamera ini memiliki layar yang dapat diputar ke depan sehingga memudahkan untuk pengambilan sudut yang sulit (misal terlalu rendah, terlalu tinggi ataupun untuk selfie dan vlog).

Dalam penggunaannya, jendela bidik sangat membantu untuk pengambilan gambar di saat cuaca terik dan lebih menghemat baterai. Untuk penggunaan live viewnya akan ada jeda sebentar saat mengambil foto karena kamera perlu mengangkat cermin. Suara jepret yang dihasilkan oleh kamera ini juga sedikit mengganggu jika ingin diam-diam mengambil foto karena tidak mendukung silent shooting seperti pada kamera mirrorless.

Untuk rentang ISO nya memang dapat dipilih dari 100-25600 (bisa ditingkatkan ke 51200) namun untuknoise yang bisa diterima saya kira batasannya di 800. Namun untuk kebutuhan yang hanya ditampilkan di sosial media, untuk ISO 6400 masih bisa diterima.

ISO 6400, f/5, 1/25s di rentang 21mm

Kamera ini juga sudah mendukung perekaman video dengan resolusi FHD maupun 4K (ada crop 1.7x) dan stabilizernya mengandalkan stabilizer di lensa sedangkan di bodynya ada Movie Digital IS. Jika diaktifkan, akan ada crop dari framingnya lagi sehingga jika kita ingin menggunakan resolusi 4K dan mengaktifkan stabilizernya disarankan untuk menggunakan lensa yang lebih lebar. Ilustrasi untuk hasil crop videonya ada di video di bawah ini.

Untuk fotografer yang memilih kamera ini, maka akan mendapatkan kemudahan untuk pilihan lensa-lensa DSLR baik dari Canon maupun dari pihak ketiga, mau dari rentang harga yang murah sampai mahal juga mudah didapatkan. Akan tetapi, fotografer harus membeli flash dari merk Canon saja dan tidak bisa menggunakan flash manual ataupun flash pihak ketiga.


Kamera ini telah diluncurkan di Indonesia, bagi yang berminat memesan bisa hubungi saya di 0858 1318 3069. Trims.

Bagi yang ingin belajar penggunaan kamera dan dasar fotografi bisa mengecek jadwalnya di sini dan ada juga e-book untuk membantu pemahaman fotografi.

 

About the author: Iesan Liang adalah seorang penggemar fotografi yang aktif berkontribusi untuk acara Infofotografi. Salah satu buku karangan Iesan adalah Kursus editing dengan Adobe Lightroom. Temui Iesan di Instagram atau Google+

{ 5 comments… add one }
  • Ari widodo July 19, 2019, 11:12 pm

    Koh, saya rasa antara 200d vs750d agak mirip2 gitu,
    menurut koh enche pribadi..
    jika disuruh memilih, pilih mana antara kedua kamera itu??
    Buat pertimbangan saya, krena saya tertarik ke 200d.

    • Enche Tjin July 20, 2019, 7:16 pm

      Ya mirip2 200D lebih ringkas dan ringan

      • Ari widodo July 31, 2019, 11:26 pm

        Ok siap koh…
        Thank atas masukan nya…

  • Mang Ayi July 12, 2019, 1:25 pm

    Kalo di versuskan dengan lumix g85 untuk kebutuhan run ‘n’ gun & juga hybrid foto video oke mana ya .

    • Enche Tjin July 13, 2019, 11:22 pm

      Enak G85 si kalau hybrid run and gun 🙂 ada stabilizer dan videonya bagus. G85 kamera utama kami untuk produksi video di youtube saat ini.

Leave a Comment