≡ Menu

Review kamera mirrorless Canon EOS R6

Saat kamera mirrorless Canon EOS R6 diluncurkan 3 bulan lalu, saya mencatat ada tiga hal penting yang unik dari kamera full frame dengan RF mount ini, yaitu adanya stabilizer di sensor, kinerjanya ekstra cepat dan fitur video yang lengkap. Maka saat minggu lalu infofotografi mendapat pinjaman unit Canon R6 ini dengan paket lensa RF 24-105mm f/4L IS dan RF 70-200mm f/2.8L IS, tak sabar saya pun ingin mencobanya dan membuat reviewnya untuk anda.

Unit EOS R6 dengan lensa-lensanya yang kami terima

Dari fisiknya, tampak kalau kamera berbobot 680 gram ini dirancang menyerupai kamera DSLR, tentu agar supaya pengguna DSLR Canon tidak perlu adaptasi banyak saat memakai R6 ini. Dengan grip yang enak digenggam, ergonomi yang pas di tangan, layar LCD-articulated, plus ada joystick, jelas kalau kamera ini akan enak dipakai untuk memotret atau merekam video. EOS R6 dilengkapi berbagai fitur penting seperti sensor shift, dual SD card slot, mic-headphone jack, serta desain bodi yang sudah weatherseal. Dua hal yang absen di EOS R6 adalah built-in flash (biasanya ada di DSLR APS-C) dan LCD tambahan di atas (seperti di EOS R atau EOS R5).

Stabilisasi dengan sensor shift dan IS lensa, menghasilkan foto yang tajam di shutter 1/2.5 detik, pada fokal 105mm, atau setara 6 stop. Saat saya coba lebih lambat lagi, sulit untuk mendapat foto tajam meski IS di posisi On.

Sensor gambar di EOS R6 memang tidak fenomenal, terlebih saudara kandungnya yaitu EOS R5 dibekali sensor 45MP dan kemampuan video 8K. Memang EOS R6 punya resolusi sensor 20 MP tapi itu karena Canon ingin menjadikan EOS R6 sebaik dan secepat DSLR 1Dx Mark III, yang juga pakai sensor sejenis. Alhasil, dengan resolusi 20MP, hasil foto di ISO tinggi menjadi sangat minim noise, plus saat rekam video 4K tidak perlu melakukan resample atau crop, sehingga secara visual rekaman video akan tampak lebih baik. Lebih menarik lagi, untuk kali pertama Canon menyematkan fitur sensor shift untuk stabilisasi foto dan video, dan di klaim bisa efektif meredam getaran hingga 8 stop dengan lensa tertentu.

Saya hanya tampilkan 4 contoh ISO ekstra tinggi saja, karena up to ISO 3200 hasil fotonya masih sangat bersih. Di atas ISO 51.200 juga ada satu ISO lagi tapi hasilnya sudah cukup banyak noise. Menurut saya R6 masih sangat oke untuk diajak main di ISO 12800-25600.

Saat saya coba memotret, hal pertama yang saya rasakan adalah betapa empuknya suara shutter R6 ini. Dengan memotret kontinu 12fps, suaranya bahkan masih terdengar lembut, bila mau lebih cepat lagi bahkan bisa pakai shutter elektronik yang mencapai 20fps. Dukungan Dual Pixel AF membuat fokus kontinu (Servo AF) ke benda bergerak menjadi mudah dan akurat (tidak mis-fokus). Profesional yang perlu kamera cepat, akan bisa menerima EOS R6 ini karena selain kinerjanya cepat, buffernya juga besar (bisa tampung 1000 foto cRAW tanpa melambat), dan kinerja auto fokusnya bahkan bisa dikustomisasi.

Sebagai kesimpulan, Canon EOS R6 ini terasa seperti mini DSLR 1Dx III, menyamai kinerja dan hasil fotonya, plus mendapat benefit stabilisasi di sensornya. Cocok untuk penggiat foto seperti jurnalis, dokumentasi, sport dan satwa liar, juga tentunya videografer yang perlu kamera 4K 60fps dengan kualitas warna 10 bit 4:2:2 Canon Log, yang ada fitur stabilisasi di sensornya.

Dengan lensa RF 70-200mm f/2.8 IS

Keunggulan utama :

  • kualitas gambar, khususnya di ISO tinggi
  • kecepatan memotret up to 20 fps
  • stabilizer teruji efektif, dicoba bisa sampai 6 stop
  • Dual Pixel AF cepat dan akurat
  • Fitur baru : HDR-PQ, HEIF, C-Log

Yang tidak ada :

  • jendela LCD tambahan
  • opsi All-I video
  • tombol 4 arah di roda belakang (diganti dengan joystick)

Spesifikasi utama Canon R6

  • 20 MP full frame sensor
  • ISO 100-204800
  • 5 Axis built-in stabilizer
  • Mechanical shutter 12 fps
  • Electronic shutter 20 fps
  • Video 4K 30p 10-bit 4:2:2 
  • Video Full HD 120p 8 bit 4:2:0
  • Layar LCD putar touchscreen 1.6 juta titik
  • Jendela bidik 3.69 juta titik
  • Dual card slot
  • Dimensi: 38 x 97.5 x 88.4 mm  
  • Berat 680g

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di LinkedIn dan instagram.

{ 3 comments… add one }
  • Jaliteng September 18, 2020, 12:56 pm

    Dynamic rangenya berapa? Masih tetap langganan di kisaran 12an stop??

  • Komar September 18, 2020, 11:55 am

    Benchmark baru…

Leave a Comment