≡ Menu

Olympus merilis kamera E-P7 dan lensa M.Zuiko 8-25mm f/4

Tentu saja kabar ini menarik untuk disimak, karena inilah peluncuran produk Olympus pertama sejak diakuisisi oleh OM Digital Solutions yang sempat membuat kita bertanya-tanya bagaimana pengembangan kamera dan lensa Olympus ke depannya. Terinspirasi dari desain Olympus PEN, E-P7 menjadi penerus E-P5 dan diposisikan diatas dari seri E-PL yang lebih ekonomis. Olympus E-P7 dibekali dengan sensor MFT 20MP dengan 5 axis IBIS, dan kamera yang bobotnya ringan ini (337 gram) masih mengandalkan kekuatan berbagai filter warna maupun hitam putih yang variatif.

Olympus E-P7 tampak depan, dengan tuas seleksi profil warna seperti di PEN F

Desain E-P7 ini cukup unik dengan layar lipat ke bagian bawah dan tetap bisa dipakai selfie atau vlogging, dan sebagai kamera buatan tahun ini sudah pasti ada fitur 4K video juga. Urusan auto fokus masih memakai cara deteksi kontras, bisa dibilang sama saja dengan produk-produk PEN sebelumnya yang tidak dibekali piksel pendeteksi fasa di sensornya. Mampu memotret sebanyak 8 fps, E-P7 juga punya shutter elektronik untuk memotret sampai 1/16000 detik. Bodi E-P7 yang tampak solid ini sayangnya tidak dibekali perlindungan cuaca atau debu. Belum jelas apakah kamera seharga kira-kira 14 juta ini akan dipasarkan di mana saja, termasuk Indonesia mungkin?

Dari belakang tampak ringkas dan memiliki fungsional tombol yang cukup rapi

Tapi yang pasti, Olympus juga merilis satu lensa pro jenis wideangle zoom yaitu M.Zuiko 8-25mm f/4 yang memberi fokal lebar setara 16-50mm dengan bukaan konstan. Lensa high-end ini tentunya juga bisa dipasang di kamera Panasonic Lumix yang pakai sensor MFT, seperti Lumix G9 atau GH5. Bila dirupiahkan, lensa ini akan dijual di kisaran harga 16 jutaan. Di dalam lensa berbobot 411 gram yang punya rancangan premium bersertikat IPX1 yang tahan cuaca dan beku ini sudah dibekali dengan optik mewah ‘DSA’ (dual super aspherical) untuk mengurangi sagittal flare dan coma. Pertanyaan selanjutnya apakah bagaimana bila lensa ini nanti banyak diminati oleh fotografer di berbagai belahan dunia, mampukah OM Digital Solutions meladeni permintaan itu dengan memacu produksinya?

Lensa wideangle hingga normal ini menjadi alternatif untuk profesional atau penghobi serius yang banyak bermain dalam rentang fokal 16mm hingga 50mm dengan bukaan konstan yang cukup besar yaitu f/4

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di LinkedIn dan instagram.

{ 1 comment… add one }
  • Komar June 9, 2021, 9:51 pm

    Ganteng memang

Leave a Comment