Teknik menggunakan lampu kilat eksternal

by Enche on July 10, 2009

Ada beberapa teknik pengunaan lampu kilat yaitu bounce flash, diffuse flash, direct flash, off camera flash.

Teknik bounce flash (pantul)
Tujuan mengunakan teknik ini adalah untuk memantulkan cahaya dari flash ke permukaan yang lebih besar seperti langit-langit atau dinding. Dengan memantulkan cahaya dari flash, maka cahaya ruangan yang ada menjadi lebih merata dan halus. Teknik ini baik digunakan di dalam ruangan dengan langit-langit yang tidak terlalu tinggi.

Teknik Diffuse Light (menyebarkan cahaya)
Tujuannya sama dengan bounce yaitu membuat cahaya lebih merata dan halus. Teknik ini bisa dicapai dengan mengunakan aksesori seperti Gari Fong lightsphere atau stofen omnibounce. Dengan salah satu aksesori ini, kita bisa menyebarkan cahaya ke seluruh arah. Teknik ini baik digunakan di dalam ruangan yang relatif kecil.

Teknik Direct Flash (langsung)
Cara mengunakan teknik ini adalah dengan mengarahkan flash langsung ke subjek. Biasanya hasil dari direct flash cukup kasar, maka dari itu sering dihindari. Tapi kalau kita tidak bisa melakukan teknik bounce atau diffuse karena keterbatasan lingkungan, maka teknik ini bisa dilakukan.

Teknik Off Camera Flash
Tujuan teknik ini adalah untuk menghasilkan cahaya yang tearah pada suatu subjek. Misalnya dalam potret manusia, mengunakan teknik ini dengan benar dapat menghasilkan foto objek seperti tiga dimensi. Untuk mengunakan teknik ini, diperlukan penghubung antara kamera dan lampu kilat. Alat penghubung antara lain seperti kabel sinkronisasi (cable sync flash), atau wireless trigger (alat pemantik nirkabel). Dengan adanya alat penghubung, kamera bisa mengatur satu lampu kilat ataupun beberapa lampu kilat yang disusun dalam beberapa kelompok.  Ada beberapa kamera digital SLR tingkat menengah seperti Nikon D90 dan Olympus E-620 memiliki wireless trigger built-in sehingga tidak memerlukan alat penghubung tambahan. Tapi biasanya, fitur ini ada kelemahannya seperti jangkauan yang pendek dan tidak terlalu bisa diandalkan di setiap situasi.

Sebagai fotografer, kita dituntut untuk bisa menyadari dan memilih teknik terbaik tergantung situasi, kondisi dan hasil yang ingin dicapai.

{ 39 comments… read them below or add one }

Lina December 12, 2009 at 11:56 pm

Ya ampun, pantes saja hasil foto nya terlalu terang, soal nya itu tadi di ruangan flash nya tidak di pantulkan tidak memakai Teknik bounce flash. Hari ini saya mau motret lagi, mudah2an teknik ini bisa membantu saya. Trima kasih, trima kasih.
Oh ya, ada 1 pertanyaan, kata teman saya (photographer), yah karena saya memang belum mahir, (tapi sudah terlanjur punya kamera yg u/ profesional, yah terpaksa harus digunakan toh? :) ) )dia menganjurkan setiap acara sebaik nya fitur di TV, itu yg saya tidak memahami, tapi saya ya nurut saja lah.
Oh ya lagi fungsi2 boleh kah di jelaskan maksud dari fitur2 tsb?
Trima kasih sekali lagi.

catatan:
hari ini saya akan memotret acara dengan banyak org yg di pertandingan bowling yang tentu saja di ruangan tertutup dg pencahaan yg terbatas dan bergerak kan?

Enche December 13, 2009 at 12:09 am

Wah Lin, elo baca infofotografi sampai sehari-semalam? menakjubkan.

Yang dimaksud dengan TV mungkin salah satu mode kamera. Silahkan baca di kategori dasar fotografi dengan judul mode-mode digital kamera.

Bowling? iya itu termasuk acara yang sulit di foto. Coba2 aja dulu, karena penjelasan akan sepanjang 1 artikel.

Lina December 13, 2009 at 12:21 am

Waw, langsung di balas, tengkyu.
Iya aku baca terus, soal nya ni terus menerus ada acara, sementara ni ilmu ku dikit sekali. Makanya tiap ada acara selalu deg2an, hasil g pernah memuaskan (sebetulnya aku bukan fotographer resmi), tapi suka di minta u/ moto, jadi aku istilahin tukang foto kelililng :( ato tukang foto tempo, tempo2 jadi tempo2 g jadi..hehehe

Oh jadi TV itu salah satu mode to…
ok aku mo baca yg satu nya sementara nunggu kamar mandi kosong.
tengkyu.

caca January 20, 2010 at 4:05 am

gimana ya tips/teknik kalo pake flash dalam keadaan ruang semi outdoor di malam hari..?????

Enche January 20, 2010 at 5:12 am

Maksudnya semi outdoor itu apa ya?

boboho May 22, 2010 at 1:39 am

tolong dijelasin jg donk om…ttg setting diafragma, speed & iso yang digunakan kalo kita mau pakai teknik bounce flash,direct flash, dll….trims

Enche May 22, 2010 at 1:44 am

Berbeda-beda sesuai kondisi ruangan, jadi ga ada setting yang bisa buat segala keadaan. Disini, pemahaman dasar fotografi, latihan, pengalaman dan coba-coba adalah kuncinya.

MT May 31, 2010 at 2:15 am

koh…tau gak website yang bahas lighting …..

Enche May 31, 2010 at 2:27 am

Coba cek strobist.com

MT May 31, 2010 at 2:52 am

waduh cepet banget…
thx u koh

anton June 7, 2010 at 2:24 am

enche gw sering liat fotographer kasih tisue di flash nya maksudnya apa yah…??? thx

Enche June 7, 2010 at 6:01 am

Wah kenapa ya gue juga kurang tau :)

uya August 14, 2010 at 9:43 am

bos saya punya sony a200 pengen pake flash yang umum kok ga bisa apa ada alatnya lgi? tanks

Enche August 14, 2010 at 12:42 pm

flash yang umum maksudnya yang seperti apa?

sofyan wijanarko August 26, 2010 at 9:43 am

om..mau tanya …kamera nikon D5000 dah punya wireless trigger built-in belon? wireless trigger tuh harganya kisaran brp ya? thanks

Enche August 26, 2010 at 11:10 am

Belum, harganya variasi sih, tergantung merek dan model apa.

sofyan wijanarko August 27, 2010 at 11:22 pm

kalo D5000 cocoknya pake yang mana ya om….kalo pake merk selain nikon ndak masalah? sory…baru pemula…oh ya.. om ..artikelnya tak buat tautan di blog ku boleh ndak ….( masih mau bikin blog hehehe…) oh iya hampir lupa kenalan…aku tinggal di Malang, punya bisnis foto kecil2an udah jalan 3tahun ini….baru pake SLR 1bln ini…selama ini pake kamera kompak….artikelnya lumayan buagus om…

iyoel September 1, 2010 at 2:35 am

om Enche kalo D90 cocok-nya / bagus-nya pake wireless trigger apa yah?

Enche September 1, 2010 at 2:37 am

Di D90, ada built-in wireless commander, dengan memakai built-in flash.

Creez September 6, 2010 at 11:21 pm

Bang Enche, punya tips tentang high speed shoot gak? klo ada ya mungkin bisa berkenan memberikan sedikit ilmunya…hehehe…

aprilia September 30, 2010 at 9:21 pm

halo bang enche, saya mau tanya external flash untuk canon eos 450d sebaiknya pakai seri apa?
terima kasih..

Enche October 1, 2010 at 9:25 pm

coba cari Canon speedlite 430ex

alex November 13, 2010 at 7:50 am

nanya disini lagi mas..mas gimana settingan kalo kita pake satu external/built in flash tapi bagian belakang (background) objek tetap keliatan (walaupun tidak setrang objek) alias tidak gelap, biasa kalo pake flash apalagi kl minim cahaya bagian belakang objek jadi gelap..yg terang hanya objeknya…sy pernah liat fotografer kawinan temen saya, si fotografer cuma pake satu external flash dan hasilnya (sy liat hasil stlh dicetak) foto bagian belakang/background tetap terang (detil/motif background tetap jelas), tidak gelap…tolong saran dan ilmunya mas..

Enche November 13, 2010 at 8:23 am

Bisa pakai teknik pantul (bounce) yang diulas singkat di post diatas. Dengan bounce, maka cahaya tersebar ke segeala arah ruangan jadinya background dan foreground cahayanya merata.

Cara lain yaitu pakai ISO tinggi dan shutter speed yang agak rendah, seperti 1/30 atau 1/15 detik, sehingga fungsi flash ini jadi semacam fill flash aja, untuk menonjolkan subjek utama, latar belakang akan terlihat terang.

alex November 13, 2010 at 10:59 pm

..trims mas Enche ilmunya..

xander November 18, 2010 at 6:02 am

mas klo kita pake external flash, harus pake auto mode,atau bisa pake creative mode, klo bisa gimana caranya ya

Enche November 18, 2010 at 12:31 pm

Kamera bisa di set di creative mode, flash bisa di auto atau manual.

Roenhalz December 13, 2010 at 8:49 pm

Pak, kalo untuk photo landscape tidak perlu ekternal flash kan?thx

Sendy January 15, 2011 at 11:53 pm

Mas Enche kalo Canon Battery Pack CP-E3 itu untuk apa?

ferry February 10, 2011 at 4:15 am

mas eche, mau tanya neh mengenai tehnik bounce flash,di daerah saya (aceh) pelaminannya dominan merah dan kuning termasuk langit2nya merah/kuning..saya terkendala dengan warna merah tersebut jika menggunakan bounce flash…kira2 solusi yg terbaik agar objek kita tidak merah…?? jika kita arahkan langsung bayangan objek cukup kelihatan…mohon pencerahan dan bimbingannya…salam.

Hartono February 12, 2011 at 8:16 am

Pak Enche , kl pake omnibounce , flashnya keatas atau kearah obyek ?
Apa bedanya omnibounce & gary fong ? Tq

Enche February 12, 2011 at 11:08 am

Fungsinya sama yaitu menyebarkan cahaya. Arah flashnya kalau keatas, itu ke seluruh penjuru, kalau ke arah objek, berarti ke atas, ke bawah dan ke objek. Jadi tergantung kebutuhan.

Enche February 12, 2011 at 11:34 am

Wah repot juga ya, saya pikir sih diseimbangin antara cahaya lingkungan dan flash. Flashnya tetap diarahkan langsung, tapi flash pakai tenaga yang dikit aja (sebagai pengisi), sehingga bayangannya tidak terlalu mengganggu.

donny hartanto February 14, 2011 at 10:49 am

Om Enche, pernah pakai Nissin di866? Kl dipasang di shoe nya 5D mark II, apakah bisa dipakai sebagai master dan bisa untuk men trigger flash Canon 430EX yg dipasang sebagai external flash?

Enche February 14, 2011 at 11:04 am

Bisa don

bams February 28, 2011 at 5:58 am

dear master..saya mau tanya flash built in 450D saya apak bisa wireless ke 430Ex II..? Mohon pencerahanny..salam kenal anak kubu jambi..

Enche February 28, 2011 at 11:43 am

cocok kok. Salam kenal jua

bams March 1, 2011 at 9:25 pm

makash master..btw seting kamera n flash nya bisa tolong pencerahanny gak.? Saya sudah coba liat manual book gak dpt jg..

rudy March 31, 2011 at 12:01 pm

thank atas smua info yg dberikan,smoga dpt bermanfaat di kemudian hari..

Leave a Comment

{ 1 trackback }

Previous post: Kapan mengunakan lampu kilat?

Next post: Kamera digital kompak atau kamera Digital SLR