≡ Menu

Nikon D600 Review

Nikon D600 bukan kamera yang secara teknologi paling baik, tapi merupakan kompromi dari teknologi tinggi, harga dan ukuran kamera. Gosip tentang D600 sudah berbulan-bulan bocor di internet, tapi baru diumumkan pertengahan September 2012. Kamera ini ditujukan untuk fotografer yang sudah cukup berpengalaman. Berikut ini review saya yang berisi tinjauan, ulasan, pengalaman dan juga pendapat pribadi.

Desain kamera

Kesan pertama saya ketika menggenggam Nikon D600 adalah merasa kamera ini ringan. Dibandingkan kamera yang aktif saya gunakan saat ini, Nikon D700, perbedaannya cukup berasa. Nikon D700 beratnya hampir sekilo (995 g) sedangkan D600 hanya 760 g.

Ukuran D600 terasa relatif kecil. Lebih mirip kamera DSLR kelas menengah Nikon D7000 dan D90. Meski sekilas terlihat mirip, desain D600 tidak sama dengan D7000. Ukuran D600 beberapa milimeter lebih besar. Layar LCD D600 sedikit lebih lebar (0.2 inci) dan tombol-tombolnya berukuran sama, tapi ada beberapa tombol yang berubah tempatnya. Ukuran badan kamera yang lebih besar dan agak tinggi memang cukup disayangkan, tapi hal ini tidak heran karena di dalam tubuh D600 bersemayam sensor berukuran full frame (FX). Jendela bidik juga otomatis lebih besar dan membuat kamera tersebut lebih tinggi. Meskipun demikian, kamera ini termasuk kamera DSLR Nikon bersensor FX yang paling ringan saat ini.

Bagian atas kamera terbuat dari logam magnesium alloy dan kuat, dan dibawahnya plastik berkualitas tinggi . Desain ini mirip sekali dengan Nikon D7000. Menurut Nikon, kamera ini tahan debu dan air (weather sealed). Dibandingkan dengan abangnya Nikon D700, ada beberapa tombol yang ditambahkan dan ada yang menghilang. Tuas pengganti metering dan pilihan titik fokus menghilang digantikan dengan tombol bracketing dan tombol untuk merekam video.

Nikon D7000 dan Nikon D600

Nikon D7000 (kiri) hanya beda 1 cm daripada Nikon D600 (kanan)

Di kenop mode, Nikon D600 mirip dengan D7000, yaitu memiliki mode U1 dan U2 yang bisa di program sesuai dengan kebiasan foto kita. Misalnya U1 bisa kita program untuk foto aksi/olahraga, U2 untuk foto produk/portrait. D600 juga memiliki banyak scene modes (mode otomatis kreatif) yang biasanya digemari oleh pemula atau masyarakat umum yang belum atau tidak tertarik belajar teknik dasar fotografi. Adanya fitur untuk pemula ini memberi tanda bahwa Nikon tidak hanya mendesain kamera ini untuk kaum profesional dan yang berpengalaman tapi juga untuk yang baru membeli kamera DSLR untuk pertama kalinya.

Dibandingkan Nikon D700, Nikon D600 lebih cocok untuk dibawa jalan-jalan atau street photography, terutama jika kita memasang lensa yang tidak terlalu berat. Lensa yang beratnya dibawah 600 g cukup ideal, tapi untuk lensa yang beratnya diatas 600g, keseimbangan waktu handling akan sedikit terganggu. Anda akan merasa lensanya terlalu berat dan besar dibandingkan dengan kameranya.

Kualitas foto

Resolusi foto kamera ini bisa dibilang cukup besar, yaitu 24 MP. Resolusi foto sebesar ini bisa untuk cetak sampai ukuran 1 X 1.5 meter dengan kualitas bagus. Untuk memanfaatkan resolusi yang besar ini dibutuhkan lensa berkualitas juga. Lensa berkualitas rendah seperti lensa fix murmer 50mm f/1.8 , lensa-lensa buatan zaman lalu atau lensa sapujagat seperti 28-300mm VR tidak akan tajam hasilnya. Jika ada rencana membeli kamera ini, siap-siaplah untuk meng-upgrade koleksi lensa.

Masalah lain yang perlu dijinakkan dengan resolusi foto yang besar adalah shutter speed harus sedikit lebih cepat untuk mencegah foto blur. Sedikit ceroboh dalam setting ini akan menyebabkan foto agak blur. Masalah lain tentunya adalah ukuran file (terutama RAW) yang besar yaitu 26 MB. Untuk format foto JPG ukuran foto sekitar 6-12 MB tergantung jenis kompresi yang dipilih (fine, normal, basic).

Keuntungan resolusi foto yang besar tentunya adalah menyimpan detail foto yang lebih banyak. Cropping (memotong sebagian foto) bisa lebih leluasa tanpa takut foto menjadi terlalu kecil. Repotnya, ukuran foto besar, sehingga perlu harddisk berkapasitas besar dan komputer yang berspesifikasi tinggi untuk mengolahnya.

Kualitas foto sangat baik meskipun tidak lebih tajam dari Nikon D700. Kemungkinan karena lensa yang saya pakai kewalahan dengan resolusi 24MP nya.  Saya juga mengamati foto di ISO tinggi di kisaran 1600-3200 masih menyimpan banyak detail dan noisenya mudah dihilangkan tanpa mengurangi detail foto secara signifikan. Di kondisi cahaya yang sangat gelap, Hasil foto ISO 6400 masih bagus untuk cetak ukuran A4.

ISO 6400, f/5.6, 1/13 detik – Kamera diatas tripod, untuk menguji ISO tinggi

Jendela bidik dan autofocus

Jendela bidik Nikon D600 terlihat lebih besar dan jelas dari kamera bersensor DX (APS-C/crop). Ukuran jendela bidik 0.7 relatif terhadap sensornya. Luas pandangnya/coverage area 100%. Luas pandang ini bagus karena Anda bisa yakin apa yang dilihat sama dengan apa yang difoto. Di kamera Nikon D700, ukuran sudut pandangnya lebih besar sedikit (0.72) tapi coverage areanya hanya 98%. Di kamera D800, jendela bidiknya 0.72 dan menawarkan coverage area 100%.

Titik-titik fokus terkonsentrasi hanya di bagian tengah. Hal ini akan menyulitkan saat kita ingin fokus di bagian tepi foto.

Modul autofokus D600 mirip dengan Nikon D7000. Modul AF ini cukup cepat baik untuk subjek foto diam ataupun bergerak. Ada 39 titik yang bisa dipilih, 15 diantaranya adalah cross type sensor yang sensitif dan akurat. Kekurangan modul AF ini adalah penyebaran titik-titik fokusnya mengelompok ditengah. Jika subjek foto berada di tepi foto, maka Anda akan sedikit kesulitan untuk mengunci fokus secara akurat.

Teknik yang dapat digunakan adalah mengunci fokus lalu merekomposisi (mengubah posisi kamera), tapi jika mengunakan lensa berbukaan besar seperti f/1.4, sangat sulit untuk mendapatkan subjek utama dalam fokus yang 100% akurat. Kelemahan yang lain adalah saat foto di tempat gelap atau malam hari, titik-titik fokus yang relatif kecil tersebut akan lebih kesulitan mengunci fokus dibandingkan abang-abangnya, D700, D800 dan D4.

Kiri: ISO 400, f/2.8, 1/500 detik, rentang dinamis Nikon D600 sangat baik karena bisa mempertahankan detail latar belakang yang lebih jauh lebih terang. Kanan: ISO 2000, f/5.6, 1/250 detik. Saya cukup pede mengunakan ISO tinggi karena noise yang muncul mudah dikendalikan dan detail masih sangat terjaga.

Kinerja dan kecepatan

Kamera Nikon D600 tergolong kamera yang cukup cepat, kita tidak perlu menunggu lama untuk mengaktifkan kamera atau mengganti setting. Kecepatan foto berturut-turut juga cukup lumayan, yaitu sedikit diatas 5.3 foto per detik. Buffer kamera dapat menyimpan 16 foto RAW berturut-turut sebelum kamera macet, atau 43 foto kalau foto JPG. Setelah macet, perlu sekitar 6-12 detik untuk menjadi lancar lagi. Kecepatan penulisan file foto juga tergantung dari kecepatan kartu SD card yang dipakai. Saran saya gunakanlah SD card kecepatan class 10 atau 30MP ke atas.

Dibandingkan dengan Nikon D800, kapasitas buffer D600 terasa lebih besar karena file datanya lebih sedikit. Sedangkan buffer di kamera D700 terasa lebih besar lagi karena foto yang dihasilkan D700 hanya 12 MP. Buffernya dapat menampung 17 foto RAW dan 100 JPG. Meskipun bukan yang tercepat soal kecepatan, kinerja D600 ini cukup baik untuk foto olahraga dan reportase.

Fitur lain

Dual SD card slot. Seperti D7000, kamera ini memiliki dua lubang/slot untuk kartu berjenis SD card. Kartu SD card lebih kecil daripada kartu Compact Flash yang biasanya kita temui di kamera DSLR kelas atas. Tapi tidak masalah karena SD card sekarang juga sudah murah, cepat dan berkecepatan cepat. Untuk yang upgrade dari kamera pemula sampai D7000 tidak perlu membeli SD card baru. Tapi jika SD card yang dipunyai berkecepatan rendah, maka sebaiknya membeli SD card yang lebih cepat, minimal 30MB/s sehingga saat Anda membuat foto berturut-turut, memeriksa foto di kamera atau memindahkan foto lancar tanpa hambatan.

Shutter D600 tergolong cukup senyap untuk ukuran kamera DSLR. Bunyi “ceklek”  khas kamera DSLR tidak sekencang kamera DSLR pada umumnya. Cerminnya seperti ada peredam suara. Mirip D7000 daripada D700. Mengapa bunyi saja dibahas, karena salah satu alasan teman-teman saya saat membeli kamera adalah bunyinya.

Ada juga fitur built-in HDR (mengkombinasikan dua foto untuk mendapatkan detail terang gelap yang seimbang) otomatis. Lalu ada intervalometer untuk foto jejak bintang atau membuat film time-lapse. Yang tidak ada adalah WiFi untuk mengirim data tanpa kabel ke media lain, dan juga tidak ada GPS (untuk mencatat lokasi foto). Seperti Nikon D3200, fitur WiFi dan GPS baru bisa diaktifkan dengan aksesoris tambahan.

Flash sync speed dan max shutter speed

Ada dua kelemahan yang digembar-gemborkan oleh fotografer profesional, tapi menurut saya kurang signifikan untuk sebagian besar fotografer. Yang pertama adalah flash sync speed maksimal adalah 1/200 detik. Biasanya kamera DSLR lain 1/250 detik. Selain itu, mak shutter speed 1/4000 detik, biasanya kamera DSLR canggih lainnya 1/8000 detik.

Untuk flash sync speed, menurut saya 1/200 detik gak begitu masalah apalagi jika jarang main strobist/off camera flash di tempat yang terang. Sama juga dengan 1/4000 detik. Biasanya jarang digunakan kecuali motret di tempat yang sangat terang dengan lensa bukaan besar. Untungnya di D600, kita bisa memilih ISO 50, jadi dua kelemahan ini termasuk tidak terlalu penting.

Ciri-ciri kamera bersensor full frame adalah mudah sekali membuat latar belakang blur. ISO 100, f/2.8, 1/125 detik

Lensa DX

Jika Anda memiliki lensa Nikon DX, yang dirancang khusus untuk kamera bersensor APS-C, Anda masih bisa mengunakannya dengan D600. Bedanya, diujung-ujung foto akan hitam/vinyet karena diameter lensa DX tidak bisa mengcover sensor FXnya D600. Alternatifnya adalah mengaktifkan AUTO DX crop, yang mana kamera otomatis memotong fotonya ditengah-tengah. Foto yang dihasilkan masih lumayan besar, yaitu 10 megapixel.

Kesimpulan

Nikon D600 memiliki fitur yang cukup seimbang dan kualitas fotonya sangat baik. Fitur-fitur D600 tergolong canggih dan memuaskan sebagian besar fotografer baik amatir maupun profesional, oleh sebab itu, kamera ini cocok untuk segala jenis fotografi. Menurut saya, jenis fotografi yang paling cocok adalah travel photography, karena kamera ini tidak terlalu berat dan besar.

Tambahan setelah penggunaan kurang lebih 6 bulan

Seperti yang banyak diberitakan di internet bahwa sensor gambar Nikon D600 kotor karena kebocoran minyak. Ternyata kamera yang saya miliki juga mengalami masalah ini. Tapi untungnya Alta Nikindo, pusat servis kamera DSLR Nikon di Jakarta (ruko mangga dua square) melayani pembersihan sensor dan tidak mengenakan biaya selama garansi. Selama 6 bulan terakhir, sudah saya servis dua kali. Terakhir, kamera saya diganti shutter unitnya secara cuma-cuma, dan sejak itu tidak nambah lagi cipratannya.

Sekilas kelebihan dan kelemahan Nikon D600

+ Ukuran relatif kecil untuk ukuran kamera FX (bersensor full frame)
+ Harga relatif murah untuk kelengkapan fitur yang ditawarkan
+ Resolusi foto besar, noise dan kualitas foto tetap terjaga
+ Memungkinkan perekaman video mentah untuk diolah sendiri
– Penyebaran titik fokus tidak merata, konsentrasi di tengah
– Sistem autofokus tidak sehandal kamera canggih Nikon lainnya
– Kecepatan autofokus saat live view atau merekam video masih lambat

Spec utama

  • 24 MP Full frame sensor
  • ISO 50-25600
  • 39 titik fokus, 9 cross type
  • kecepatan foto berturut-turut 5.5 fps
  • Merekam video Full HD 30p
  • Harga Rp. 19-20 juta

Kamera pesaing

Canon 5d mk3 memiliki fitur yg lebih baik dari Nikon D600 terutama di sisi autofokus. Kecepatan 5D untuk foto berturut turut lebih baik. Kualitas foto sedikit lebih tajam dan bening di iso tinggi. Tapi 5d mk3 14juta lebih mahal dan lebih besar.

Canon 6D merupakan kamera yg sejatinya kompetitor dari Nikon D600. 6D memiliki beberapa kelebihan antara lain built-in Wifi (tidak membutuhkan aksesoris tambahan). Layar LCD lebih detail. Noise di ISO tinggi lebih sedikit. Kelemahan 6D yaitu di autofokus hanya ada 11 titik saja. Kinerja foto berturut-turut juga sedikit lebih pelan (maksimum 4.5 foto per detik).

Untuk pemakai Nikon D90 atau D7000, kamera ini merupakan pillihan yg ideal karena banyak tombol dan menu yg mirip. Perbedaan utamanya di kualitas foto dan jendela bidik yg lebih besar.

Untuk pemakai Nikon D700 dan D800, D600 menawarkan kamera yg ukurannya lebih kecil dan ringan dengan resolusi foto yang lumayan besar. Dibanding D700, D600 bisa merekam video.

Untuk rekomendasi lensa untuk Nikon D600, silahkan baca rekomendasi lensa untuk kamera DSLR Nikon

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 82 comments… add one }
  • Yan fajrind November 6, 2015, 11:35 am

    Om apakah semua tipe d600 pasti memiliki problem debu dan minyak om?, soalnya sya sedang mmpertimbangkan utuk mmbeli kamera tsb. Trims

    • Enche Tjin November 7, 2015, 2:58 am

      Yang produksi awal Iya. Sebaiknya cari pembaharuannya yaitu nikon D610.

  • mitra January 4, 2015, 4:59 am

    Om saya mau tanya mohon di jawab ya, saya sebelumnya pakai nikon saya mau ganti antara d600 ini sm canon 6d menurut om pribadi lebih baik mana diantara keduanya, dan kekurangan2 yg tidak terlalu penting antara 6d dan d600 apa soalnya saya sampai skrg bingung sm spec2 yg ada do internet d600 emang lebih unggul tp pas liat hasil jepretan 6d keliatan lebih bagus om, mohon arahannya yg tepat om, takut salah pilih -,- terimakasih sebelumnya 🙂

    • Enche Tjin January 4, 2015, 9:43 am

      Nikon D610 lebih baik. D610 ini perbaharuan dari D600. Kalau soal hasil foto bagus mana biasanya lebih tergantung teknik fotografernya bukan alatnya saja.

Leave a Comment