≡ Menu

Bahas foto siluet anak, pedati & pohon aren

Foto dibawah ini saya buat di Kamboja 2013 yang lalu saat tour fotografi kelompok ke-2. Lokasinya di daerah persawahan yang memiliki banyak pohon aren disekitarnya. Idenya adalah menangkap foto siluet anak dengan kerbau, pedati dan suasana langit matahari terbenam. Kebetulan saat berkunjung kedua kalinya, langit cerah dan matahari menampakkan dirinya. Di kunjungan pertama, hari mendung jadi warna langit abu-abu.

tour fotografi kamboja

ISO 1000, f/4, 1/500 detik, 100mm

Untuk membuat foto semacam ini, kita perlu berada di posisi lebih rendah daripada subjek foto jika tidak maka bentuknya tidak utuh. Jadi saya turun ke persawahan. Agak becek, tapi tidak masalah.

Secara komposisi, saya menempatkan anak dan kerbau disebelah kiri, karena dia menghadap ke arah kanan. (Lebih tepatnya saya menempatkan diri dan mengarahkan kamera supaya posisi anak & kerbau disebelah kiri bidang gambar). Kemudian pedati dan pohon disebelah kanan. Saya sengaja memasukkan pohon aren dan pedati di dalam bidang gambar supaya mendapat kesan lingkungan tempat saya memotret. Saya berpindah-pindah mencari sudut supaya pedati dan pohon tidak menabrak/menutup satu sama lainnya. Awan-awan dilangit yang berwarna jingga juga saya perhatikan dan saya upayakan untuk menjadi “leading line” yang menunjuk pada anak (jagoan di foto tsb).

Untuk setting kamera, saya mengunakan bukaan f/4 supaya anak dan dan keseluruhan kerbaunya tajam, dan shutter speed 1/500 detik untuk mendapatkan foto yang tajam meskipun kerbau dan anak tersebut bergerak-gerak. Lensa telefoto saya juga gak ada image stabilizationnya, jadi amannya pakai shutter speed yang lebih cepat untuk mencegah foto blur karena getaran tangan. Jarak fokus lensa yang saya gunakan yaitu 100 mm.

Akibatnya, kamera memilih nilai ISO yang cukup tinggi yaitu 1000 karena kondisi cahaya makin redup. Saya mengunakan mode Manual dan auto ISO dimana maximum ISO saya set cukup tinggi yaitu ke ISO 3200. Tidak masalah, karena rata-rata kamera digital SLR / mirrorless zaman sekarang cukup baik kualitas gambarnya sampai ISO 1600. Lebih baik mendapatkan foto yang tajam daripada noise. Karena noise dapat dilenyapkan melalui software olah digital.

Lensa telefoto mengkompresi ruang sehingga foto tersebut terkesan datar/dua dimensi. Pohon aren dan awan dari kejauhan terlihat lebih dekat dari aslinya.

Foto ini terlihat sederhana, tapi untuk membuatnya diperlukan kesabaran untuk menunggu sampai cahaya dan posenya pas, dan juga perlu mencari titik sudut pandang yang pas supaya elemen-elemen di dalam foto bekerja dengan baik dan terasa harmonis dan seimbang.

Ikuti workshop, kursus kilat dan tour fotografi. Cek jadwalnya disini.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 15 comments… add one }
  • zizu August 19, 2019, 2:21 pm

    Mau nanya koh, apakah foto seperti diatas bisa kita ambil dengan mode auto focus? Untuk mencari foto siluet maka kamera kan diarahakan ke area yang terang untuk mengukur eksposure (dalam hal foto diatas adalah langit), kemudian dipencet setengah shutter lalu menahan shutter dan diarahkan ke obyek utama baru kemudian jepret. Bukankah hasilnya akan terfokus di langit dan objek utama menjadi blur?

  • indra agus May 22, 2014, 6:17 pm

    mohon maaf… terlambat minta izin utk meng-copy foto bapak untuk saya edit dan gunakan sebagai timeline picture di fb saya.
    Mohon maaf dan mohon izin pak… 🙂

  • sugiharto April 25, 2014, 10:53 am

    ko makasih tuk belajar fotografinya ….semoga tambah sukses dan materi fotonya lebih banyak yang bisa dipelajari ….

  • Manji January 24, 2014, 9:23 am

    Ini foto yang luar biasa bung Tjin…, ternyata untuk mendapatkan hasil foto seindah ini memang tidak mudah ya. Terimakasih untuk pembelajarannya.

    Salam hangat,
    Manji

  • wisnu January 17, 2014, 6:04 pm

    Ditunggu pak! Saya bantu sebisanya pasti.
    Saya nunggu tour domestik dulu. kalo ada Bromo Tour, saya kepingin bgt. Selain sunrise nya, mau nyoba star trail..

  • wisnu January 17, 2014, 2:28 pm

    despite all the technical stuffs we’re talking about, ini foto emang keren bgt pak… 😀 saya bulak bailk mandangin & ngiri knp gak ada disana hahaha… =D

    • Enche Tjin January 17, 2014, 3:36 pm

      @wisnu hehe, tahun ini mudah2an kita bisa ketemu lagi. Saya lagi merencanakan beberapa tour lagi hehe 🙂 Ngomong2 yang Yunnan 18-25 Maret masih ada tempat.

  • Enche Tjin January 15, 2014, 11:51 am

    @wisnu Secara teori memang sekitar 1/100 atau 1/160 cukup, tapi karena saya main zoom in antara 100-200mm dan resolusi kamera cukup besar 24MP maka saya agak paranoid kalau 1/160 gak cukup. Ditambah lagi kerbaunya gak bisa diam, kepalanya kadang naik kadang turun dan pijakan saya gak stabil karena turun ke tanah2 lembek di persawahan.

  • wisnu January 15, 2014, 10:50 am

    knp harus sampai 1/500? lensa 100 mm, pake speed 1/100 atau 1/160 rasanya cukup stabil.. jadi ISO nya bisa gak terlalu tinggi..

  • david January 14, 2014, 6:40 pm

    Thanks ko, keren2 foto nya

  • david January 14, 2014, 5:23 am

    ko, jelasin juga donk cara metering nya apa supaya siluet nya pas n langit nya dapet. apakah ukur ke langit atau exp di underin atau gimana ? apakah pakai filter ND atau ga ? thx

    • Enche Tjin January 14, 2014, 8:37 am

      @david gak pakai, biasanya saya pakai matrix/evaluative, lalu saya underin pakai kompensasi eksposur +/- ke nilai minus. Perlu beberapa percobaan untuk mendapatkan nilai minus yang pas. Saya gak pakai filter apa2 untuk foto ini.

      Cara lain pakai mode manual, lalu sistem coba-coba, kalau terlalu terang, tinggal ubah shutter speed, iso, bukaan sampai terang gelap yang dikehendaki didapatkan.

      Kalau mau metering spot juga bisa, arahkan spotnya ke daerah langit yang tidak terlalu terang tapi tidak terlalu gelap untuk mengukur.

  • eko achmad pranoto January 13, 2014, 4:44 pm

    keren pak terimakasih infonya

  • nurmaulida January 13, 2014, 8:41 am

    Tahun 2013 om.. hehe

    • Enche Tjin January 13, 2014, 8:56 am

      O iya haha, trims, sudah saya koreksi

Leave a Comment