≡ Menu

Kesan hands-on kamera medium format Leica S type 007

Tanggal 2 Oktober 2015 yang lalu, saya diundang untuk peluncuran kamera digital SLR medium format. Leica S di A Square studio, Jl. Hang Lekir X, Jakarta. Sensor medium format yang di Leica S ini 56% lebih besar luasnya daripada sensor full frame (35mm). Ukurannya adalah 30 x 45 mm.

leica-s-5

Beberapa kesan yang saya dapatkan adalah:

Cukup ringkas dan relatif ringan (1.26 kg) body only
Biasanya kamera medium format lain bentuknya kotak besar untuk mengakomodir mekanik cermin legacy (jaman film dulu) dan jarak lensa ke sensor (flange back distance) yang besar. Hal ini disebabkan oleh pengembangan sistem dari nol, dari tahun 2009. Kalau body kameranya tergolong ringkas, lensa-lensanya tidak begitu ringkas, rata-rata cukup panjang (10-14 cm), meskipun lensa fix. Rata-rata berat lensa 1-1.5 kg dengan diameter filter sekitar 72-95mm. Leica S bukan sistem kamera mirrorless karena masih memakai mekanisme cermin dan punya jendela optik yang cukup besar.

Leica S generasi pertama. Perhatikan perbandingannya dengan laptop, power bank dan botol Aqua.

Leica S generasi pertama. Perhatikan perbandingannya dengan laptop, power bank dan botol Aqua.

Body kokoh, weathersealed dan waterproof
Foto dibawah ini membuktikannya

leica-s-2

leica-s-3-2

Habis dimandiin TS Sim, business manager Leica S dari Singapore, masih hidup dan siap beraksi.

Kualitas gambar
Leica tidak terlalu berambis soal resolusi gambar. Sensor yang dibenamkan hanya 37 MP, dibawah pesaingnya 51 MP, tapi hasil foto dengan lensa Leica sangat bagus bahkan di zoom 200-300%. Koleksi lensa cukup baik, focal length yang penting-penting telah tercover. Lensa zoom juga ada, tapi hanya satu yaitu 30-90mm f/3.5-5.6. Foto dengan setting ISO 3200 dengan cahaya yang tidak terlalu gelap masih bagus.

Zoom 200%, full screen Lightroom.

Zoom 200%, full screen Lightroom.

Autofokus dan kinerja
Autofocus cuma satu titik ditengah dan deteksi kontras. Cukup cepat (sekitar 0.3 detik) jika cahaya cukup terang, tapi hunting saat backlight dan gak berdaya mengikuti gerakan cepat. Foto berturut-turutnya paling cepat saat ini, tapi dibanding DSLR masih pelan yaitu 3.5 fps.

Kejutan + Bonus : Bisa rekam video 4K (Super 35mm) dan Full HD (Keseluruhan bidang sensor)

Harga membuat kamera ini hanya terjangkau bagi sebagian kecil orang (dibawah 1%). Namun demikian, Harga kamera medium format ini bukan yang tertinggi, diatas Pentax 645Z, dibawah Phase ONE X. Harga di Indonesia belum ditentukan, tapi di AS dijual dengan harga USD 16900.

leica-s-4

Dengan lensa 45mm (ekuivalen 36mm di full frame 35mm). Crop factor Leica S = 0.8x

Kesan keseluruhan saya adalah Leica cukup berhasil membuat kamera dengan sensor medium format yang “masih” tidak terlalu memberatkan untuk dibawa untuk memotret outdoor, pemandangan, pre-wedding, fashion dan sebagainya.

Yuk belajar fotografi dan hunting foto bareng! Ikuti acara Infofotografi. Periksa jadwal di halaman ini. Belajar privat juga bisa.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 4 comments… add one }
  • Aan October 13, 2015, 8:43 am

    Koh enche…maaf keluar topik
    Pd saat bidik lewat viewfinder di Kamera nikon saya,terlihat debu yg menganggu banget. Saya set f terkecil dan periksa hasil jepretan di monitor,aman. Saat diopter diputar debu ikut blur jg,pertnyaan saya;
    1.dman debu tersebut nempel sebenr.y?
    2. How to remove it?
    Makasih koh enche

  • Agustinus October 9, 2015, 8:57 am

    Koh Enche….kalo dibandingkan dengan canon 5dsR & nikon d810 gimana ya? Secara image quality, dynamic range & ketajaman hasil fotonya?
    Tks

    • Enche Tjin October 9, 2015, 9:19 am

      Istilahnya beda liganya, jadi yang Leica S ini lebih bagus.

Leave a Comment