≡ Menu

Panasonic Lumix GH5 diluncurkan di Indonesia

Belum lama ini Panasonic Indonesia menggelar acara peluncuran kamera mirrorless baru yaitu Lumix GH5, bertempat di SCBD Jakarta dengan menghadirkan beberapa narasumber seperti Barry Kusuma (brand ambassador Lumix Indonesia) , Benny K. (sinematografer) dan Griffin Hammond (indie filmmaker). Lumix GH5 sendiri merupakan kamera flagship dari Panasonic dengan kemampuan foto dan video yang menawan, menjadi penerus Lumix GH4 yang sukses di pasaran, dan diharap bisa menjadi andalan fotografer dan videografer profesional untuk berkarya.

Peningkatan utama yang ditemui di Lumix GH5 diantaranya adalah :

  • sensor 20 MP LiveMOS Micro 4/3 tanpa low pass filter
  • Dual IS dengan 5 axis stabilizer
  • 4K 50 fps dengan 4:2:2 10 bit
  • 6K photo mode (18 MP 30 fps)
  • Auto fokus DFD yang ditingkatkan
  • Dual slot SD UHS-II
  • jendela bidik 3,6 juta dot OLED dan LCD lipat 3,2 inci

Pada acara yang dihadiri ratusan undangan ini Agung Ariefiandi, Product Manager Digital Imaging Panasonic Indonesia memberikan paparan mengenai apa-apa saja kelebihan dari kamera Lumix GH5. Salah satunya adalah fitur 6K photo yang memungkinkan kita mendapat foto 18 MP dengan 30 frame dalam satu detiknya. Juga dijelaskan mengenai keuntungan memakai sistem 4:2:2 10 bit dalam color grading. Agung juga menjelaskan konfigurasi produksi basic dan advanced, karena kamera GH5 ini bisa dihubungkan ke banyak sistem seperti XLR audio, mic, waveform/vectorscope, HDMI dual view untuk rekam eksternal dsb.

Saya juga berkesempatan mencoba hands-on singkat kamera Lumix GH5 ini. Kamera yang bentuknya mirip DSLR ini terasa pas digenggam, bobotnya agak lebih ringan dari yang saya duga, dan tombol serta roda kendali di kamera ini terasa lengkap dan memudahkan untuk ganti setting.

Sebagai acara puncak adalah sesi workshop dan tanya jawab dengan Griffin Hammond yang setia memakai Lumix sejak lama. Dia membahas salah satu proyek videonya, kemudian memperagakan rekam video dengan GH5 dan terakhir diisi sesi tanya jawab yang meriah. Beberapa pertanyaaan yang diajukan berkaitan dengan tips lensa, audio, editing, storyboard dan sound efek untuk video. Intinya Griffin menyukai kemampuan GH5 khususnya dalam hal 5 axis stabilizer, lensa-lensa yang kecil dan fleksibilitas kameranya. Di Indonesia kamera ini dijual 27 juta bodi saja. Target pengguna tentunya fotografer profesional dan juga videografer yang mencari kamera dengan kemampuan rekam video terlengkap untuk hasil terbaik.

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di Google+ dan instagram.

{ 2 comments… add one }
  • anonim May 31, 2017, 11:15 pm

    Sekalian review xpro 2 graphite dong kak

Leave a Comment