≡ Menu

Pengalaman mengunakan Leica D-Lux 109 di India (New Delhi & Varanasi)

Akhir bulan November lalu, saya membawa beberapa kamera compact, diantaranya Leica D-Lux 109 [Review]. Saya membawa compact karena jenis tur kali ini lebih ke street & human interest photography, dimana kamera yang berukuran kecil lebih fleksibel dan tidak terlalu menarik perhatian. Kekurangan kamera berukuran kecil biasanya kita memang harus berkompromi dengan kualitas fotonya, hal ini merupakan fakta yang tak terbantahkan, makin kecil kamera dan lensanya, kualitas ketajaman, detail dan kualitas foto di tempat gelap biasanya relatif kurang baik.

Kamera Leica D-Lux 109 agak berbeda karena meskipun ukurannya tergolong compact, tapi sensor gambar yang dipasang adalah sensor micro four thirds yang relatif besar untuk kamera ringkas ini, dan lensa zoom dengan bukaan f/1.8-2.8 sangat membantu. Meskipun secara keseluruhan saya senang membawa kamera ini, ada saat-saat yang kurang menyenangkan juga.

Yang menyenangkan adalah kameranya sangat enak dipegang dan gak mudah lepas, terutama setelah saya memasang handgrip dari Leica dan wrist strap dari Artisan & Artist. Dengan demikian saya bisa memposisikan kamera dengan mudah dan satu tangan.

Di kondisi cahaya yang terang, saya tidak menemukan masalah berarti seperti foto-foto dibawah ini:

Framing Taj Mahal : ISO 200, f/4.5, ISO 800, 24mm (ekuivalen)

Sinking temple : ISO 200, f/5.6, 1/500 detik, 50mm (ekuivalen)

Saat cahaya mulai minim, tentunya tantangan menjadi lebih besar baik mengunakan kamera compact, DSLR atau mirrorless. Tantangan pertama adalah cahaya yang berkurang membutuhkan bukaan lensa yang lebih besar dan ISO yang lebih tinggi.

Gangga Aarti : ISO 800, f/2.3, 1/250 detik, 35mm

Dalam kondisi gelap, ISO harus ditingkatkan supaya shutter speed bisa cepat untuk membekukan gerakan, tapi di kamera Leica ini, tidak perlu sampai terlalu tinggi (1600+), karena bukaan lensa cukup besar. Depth of field (ruang tajam) di bukaan f/2.3 cukup besar karena di kamera full frame, Dof f/2.3 setara f/4.6.

Malam di tepi sungai Gangga : ISO 400, f/1.7, 1/8 detik, 24mm

Di kondisi gelap, dan jika subjek relatif diam seperti foto diatas, saya bisa mengunakan bukaan terbesar lensa ini, f/1.7 dan shutter speed yang relatif lambat, 1/8 detik, tertolong karena image stabilization di lensa ini, sehingga ISO yang dibutuhkan tidak tinggi (400) dan oleh sebab itu noise tidak banyak.

Menjelang matahari terbit di tepi Sungai Gangga – F/1.7, ISO 1000, 1/80 detik, 24mm, tidak apa-apa mengunakan bukaan yang sangat besar seperti f/1.7 saat dibutuhkan seperti di kondisi cahaya yang sangat gelap, karena kualitas gambar yang dihasilkan masih sangat baik.

Selain masalah harus menaikkan ISO, di kondisi gelap dan saat memotret subjek yang kontrasnya rendah, saya juga harus berhati-hati dengan sistem autofokus D-Lux, kadang, fokus konfirmasinya menyatakan bahwa sudah fokus, tapi setelah memeriksa hasil foto di layar LCD dengan zooming, kadang bisa tidak fokus, artinya fokus bisa cepat, tapi tidak akurat. Untuk menghadapi hal tersebut saya mengganti autofokus dari 1-area ke pinpoint. Dengan autofokus ini kecepatan autofokus melambat, karena kamera akan memperbesar daerah yang difokuskan terlebih dahulu baru mengunci fokus. Tapi hasil fokus pasti akurat.

 

Dibandingkan dengan kamera Leica SL dan lensa 24-90mm f/2.8-4, tentunya kualitas gambar yang dihasilkan berbeda, kamera bersensor full frame akan menghasilkan detail yang lebih tinggi dan minim noise di ISO tinggi, tapi tentu saja kekurangannya beratnya lima kali lipat lebih berat (400 gram vs 2 kg), jadi pilihan membawa Leica D-Lux untuk trip kali sudah tepat, karena selain D-Lux, saya juga membawa dua kamera lainnya, satu untuk review (Canon M100) dan satunya lagi Sigma DP2M, kamera lama saya yang unik.

Foto-foto trip India yang lain bisa dilihat di instagram saya @enchetjin


India adalah negara yang sangat menarik untuk fotografi, April 2018, kita akan berkunjung lagi ke negara India bagian utara, daerah Punjab dan Dharamsala. Keterangan disini.

Bagi yang ingin mengetahui dan memesan kamera Leica D-Lux 109 ini boleh menghubungi Iesan di 0858 1318 3069. Terima kasih telah menyimak.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment