≡ Menu

Kualitas gambar kamera GoPro lebih bagus dari kamera full frame?

Awal tahun 2018 ini, saat mengajar fotografi secara privat saya mendapatan pertanyaan yang cukup menarik. Pertanyaannya adalah: “Mengapa hasil foto dari kamera berbentuk kecil seperti GoPro lebih memuaskan daripada hasil foto dari kamera mirrorless canggih bersensor full frame?”

GoPro Hero 5, benarkah lebih bagus hasilnya dibandingkan dengan kamera profesional?

Kamera seperti GoPro, seperti kamera dengan sensor kecil lainnya memang dirancang sesederhana mungkin untuk digunakan, tidak banyak setting yang perlu diperhatikan sebelum memotret, sedangkan saat mengunakan kamera digital yang canggih kita perlu banyak mempersiapkan setting kamera, jika tidak, hasil foto bisa tidak optimal. Contoh sederhana saja yaitu autofokus. Jika tidak diset dengan baik maka bagian yang tajam bukan subjek foto, bisa jadi nyasar ke latar belakang.

Perbedaan kualitas gambar berbagai jenis kamera sudah makin mendekati. Berbeda dengan sepuluh tahun yang lalu, perbedaan kualitas antara kamera ponsel dan kamera DSLR terlihat jauh, terutama saat cahaya berkurang atau indoor, sedangkan saat sekarang tidak terlalu jauh bedanya, bahkan dalam beberapa kasus bisa jadi ponsel lebih bisa diandalkan untuk mendapatkan gambar yang diinginkan.

Kebutuhan terhadap megapixel kamera saat ini juga tidak tinggi, artinya kebutuhan untuk mendapatkan gambar dengan megapixel diatas 10MP makin berkurang persentasenya. Hanya fotografer yang cetak besar, sering cropping yang membutuhkan hal tersebut. Tapi sebagian besar orang hanya membutuhkan foto untuk berbagi di sosial media, yang lalu dilihat di layar monitor ponsel yang kecil,  sehingga tidak terlihat keunggulan kamera sensor besar yang mahal dibandingkan dengan ponsel beresolusi rendah.

Kualitas gambar semakin lama semakin tidak  tergantung jenis  kamera seperti awal-awal kamera digital (2000-2010), tapi saat ini lebih tergantung pada ketrampilan foto dan editing fotografer-nya. Sebagian besar masyarakat umum malah menilai bahwa kamera ponsel dengan sensor se-iprit sudah cukup bagus untuk sosial media seperti instagram.

Jangan salah, saya tidak menganjurkan untuk berhenti membeli kamera dan lensa yang baru dan bagus. Dengan gear yang canggih, tentunya gambar yang dihasilkan akan lebih optimal. Lagian, belanja membuat hati gembira dan juga membantu ekonomi lokal. Jangan sampai toko-toko kamera tutup dan kita akan jadi sulit cari aksesoris, kamera, lensa, dll. Tapi jika budget terbatas, memang tidak bijak untuk selalu membeli barang baru secara membabi buta.

Membuat gambar yang bagus tidak hanya perlu gear yang bagus. Pengetahuan, ketrampilan, dan wawasan adalah kunci untuk membuka fotografi sebagai bentuk ekspresi. Meskipun Anda memiliki gear yang sama persis dengan teman-temanmu, kualitas foto bisa jadi berbeda, jadi persoalan utama bukan pada gear.

Pada akhirnya, faktor yang paling menentukan kualitas foto adalah seberapa banyak seorang individu mau berinvestasi waktu dan biaya untuk belajar fotografi baik di kelas maupun diluar kelas. Di jaman now ini, waktu merupakan hal yang sangat berharga dan mewah bagi banyak orang, tapi jika ingin meningkatkan kualitas fotografi, menginvestasikan waktu untuk belajar dan praktik akan menjamin peningkatan kualitas foto kita.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 4 comments… add one }
  • Riez February 12, 2018, 7:55 pm

    Artikel yang menarik..
    Memang tidak dapat dipungkiri
    Kemajuan kamera sensor imut (smartphone dan action cam) semakin maju.. Dan yang paling terlihat adalah dr sisi software dan alogaritma proses di hardware nya yg sangat baik untuk menghasilkan gambar yang di inginkan.

  • ivan February 8, 2018, 3:33 pm

    Mau nanya yg hal di luar artikel dong koh, setelah sekian lama jadi pembaca infofotografi rasanya kok belom pernah nemu artikel panduan cara membeli kamera bekas ya? Dan mungkin perlu ditambahkan artikel apakah kamera flagship suatu brand dibeberapa tahun yg lalu saat ini masih layak beli apa engga (contohnya beli olympus om-d e-m1 di tahun 2018 entah dalam kondisi bekas atau baru) Thanks 🙂

  • Ferry February 7, 2018, 9:29 pm

    GoPro disandingkan dengan kamera fullframe… lucu dengernya kalau dibandingin. beda pangsa beda kebutuhan. GoPro tidak bisa dipakai foto prewed, foto sport, foto konsep. sebaliknya kamera fullframe tidak bisa ditancepin diatas helm untuk liveView (atau bisa sih kalau maksa :))
    Untuk hasil tergantung selera jg. Semakin tinggi pemahaman kita akan foto pasti akan tau bedanya..

    • Enche Tjin February 7, 2018, 10:18 pm

      Hahaha, benar, tapi dari segi awam, GoPro lebih praktis untuk digunakan.

Leave a Comment