≡ Menu

Launching Sony A7III di Indonesia

Tgl 29 Maret 2018 ini saya berkesempatan menghadiri peluncuran Sony A7 III di Grand Indonesia, Jakarta untuk menyimak langsung apa kelebihan dan sekaligus hands-on, alias mencoba Sony A7 III yang pernah dibahas di Infofotografi di artikel ini.

Dari acara launching yang sampai dibagi beberapa sesi dan berdurasi beberapa hari, saya menilai kamera Sony A7 III merupakan kamera yang unggul dan penting bagi Sony.

Sebagai pengantar dan untuk mengingat kembali, spec utama Sony A7 III adalah:

  • 24 MP full frame sensor dengan BSI sensor dan processor terbaru
  • 693 phase detection AF points, 93% coverage
  • Eye AF
  • 10 fps continuous shooting
  • Video 4K HDR Full Pixel Readout lebih detail karena dari 6K dirapatkan
  • 710 kali per charge
  • 5 Axis stabilization
  • Berat: 650 gram

Sony menyatakan bahwa kamera A7 III ini adalah kamera Full-Frame Mirrorless, The Basic Model. Menurut saya taglinenya agak membingungkan fotografer, media dll, karena dari spesifikasi A7 III dan harganya jauh dari “Basic” dan target marketnya juga penghobi fotografi serius and semi-profesional.

Namun saya bisa memahami bahwa Manajemen Sony menganggap A7 III ini Basic, jika dibandingkan dengan Sony A7R III dan Sony A9 yang telah hadir tahun lalu (2017).

Di acara ini, saya mencoba mencari tahu apakah ada kelebihan A7 III dibandingkan A7R III dan A9?

Ditekankan oleh Benny Lim, Sony Alpha professional photographer (specialize di wedding & portrait), bahwa keunggulan A7 III terletak di dynamic range-nya, dimana di kondisi backlight pun detail yang tertangkap masih baik. Memang, A7 III dipromosikan memiliki dynamic range 15 stop di ISO rendah. Dynamic range A7 III lebih baik daripada Sony A9 yang harganya terpaut jauh (29 juta vs 63 juta). Sisanya A9 yang menang (terutama dalam kinerja foto berturut-turut, hampir tidak ada distorsi saat memotret dengan electronic shutter, dan no-black out saat memotret berturut-turut).

Dibandingkan dengan A7R III, Sony A7 III punya kelebihan juga, yaitu di buffer (nafas untuk foto berturut-turut lebih panjang) yaitu 163 berbanding 82 foto, dan ISO tinggi yang lebih bagus karena resolusinya tidak terlalu tinggi. Sedangkan keunggulan A7R III terletak pada resolusinya yang mencapai 42MP, tidak ada anti-alias filter yang membuat foto lebih tajam di tingkat pixel, dan ada fitur pixel shift composite untuk memotret dengan ketajaman yang lebih tinggi lagi tapi harus mengunakan tripod, subjeknya idealnya tidak bergerak sama sekali, dan filenya harus di proses di software baru Sony.

Untuk fitur video, setelah saya ngobrol sedikit dengan Mas Goenrock, videografer profesional yang juga hadir, katanya video Sony A7 III lebih bagus jauh dari A7R III, terutama slow motion-nya, detailnya masih dapet dan fitur HLG (Hybrid Log Gamma) sangat membantu menjaga detail di bagian highlight.

Sebagai tambahan lagi, Sony A7 III ini lebih efisien dalam mengunakan daya baterai, sehingga menurut pengujian bisa mencapai 710 foto per full charge. Jadi yang suka berpetualang ke pelosok berhari-hari tidak kuatir baterainya habis.

Hands-On Sony A7 III

Setelah mendengar pengalaman Benny Lim dan Upie Guava (tentang fitur video), lantas saya dan rekan-rekan media & content creator yang lainnya turun ke Atrium Grand Indonesia untuk mencoba langsung A7 II yang tersedia.

Saya memilih lensa Sony Zeiss 55mm f/1.8 meskipun tidak bisa zoom karena bukaannya besar dan saya tau lensa ini tajam dan cukup gesit. Ukurannya juga kecil jadi lebih seimbang dibanding lensa zoom. Saya mengunakan setting f/2 supaya kalau meleset autofokusnya akan terlihat jelas. Setelah mencoba untuk memotret dua jenis tarian, balet dan breakdance, saya mendapati autofokus-nya sangat baik. Kecepatan/kinerja kamera juga sudah jauh lebih cepat daripada A7 generasi ke-dua yang kadang cukup laggy (pelan) saat me-review/zoom-in foto.

Untuk warna, kabarnya warna kulit sudah diperbaiki, tapi saya masih mendapati warnanya agak sedikit bergeser ke magenta/pink (saya mengunakan AWB) dan kurang begitu natural renderingnya. Mungkin karena cahaya lampu interior mall yang campur-campur mempengaruhi kualitas warna fotonya. Perlu diuji lebih jauh dengan lampu studio dan matahari tentunya 🙂

ISO 3200, f/2.0, 1/6400 detik, 55mm

Untuk menguji ISO tinggi, saya mengunakan ISO sekitar 2000 dan 3200, foto masih tajam dan noise hampir tidak ada, tapi saya melihat detail foto sedikit berkurang, sepertinya ini akibat kerja software (JPG Engine) di dalam kamera yang otomatis menghapus noise dan sebagian detail ikut terhapus.

Meski demikian, sepertinya ISO 6400 juga masih cukup bagus, dan kalau sedang kepepet, bisa mengunakan ISO 12800. Diatas itu saya tidak menganjurkan karena terlalu banyak noise atau detail lenyap. Sepertinya ISO tinggi A7III mendekati hasil foto ISO tinggi di kamera A7S.

ISO 2000, f/2, 1/6400, 55mm

Saya sempat menanyakan kepada Takatsugu Yamamoto, head of digital imaging product marketing PT Sony Indonesia tentang mengapa kamera baru Sony tidak memiliki Apps/Playmemories. Secara singkat dikatakan bahwa Sony sedang mempersiapkan platform software yang lebih baru yang akan menggantikan fungsi Playmemories atau sekalian mengintegrasikan fungsi-fungsi Apps ke dalam menu.

Pendapat saya tentang Sony A7 III

Meski diberi label “Basic” dan harganya paling murah diantara seri Sony A7 generasi ketiga, Sony A7 III menurut saya tetap menarik, terutama bagi hybrid shooter, yang perlu merekam video dan foto sama baik di berbagai kondisi terutama di kondisi pencahayaan yang kurang / gelap. Harga yang pantas dan murah jika dibandingkan dengan teknologi yang didapatkan adalah bonus.

Harga yang relatif murah ini akan menjadi daya tarik yang menarik bagi penghobi fotografi baik yang memiliki seri kamera Sony A7 generasi sebelumnya untuk upgrade atau pengguna kamera DSLR full frame yang ingin pindah mengunakan kamera mirrorless.

Dengan harga Rp 29 juta, Sony A7III bersaing paling dekat dengan Fuji X-H1 (28 juta) yang baru diluncurkan, dan Canon 6D mk II (25.8 juta). Dibanding keduanya, Sony A7 III lebih baik di bidang teknologi dan spesifikasi. Meski demikian, Fuji X-H1 memiliki desain kamera yang menarik, dan film simulation yang menarik dan terlihat lebih natural/film like, Canon 6D mk II menurut saya punya warna yang enak dipandang, cenderung agak lebih hangat daripada warna Sony, dan lensa-lensa DSLR pilihannya lebih banyak dari segi harga dan kualitas.

Penutup

Pada dasarnya, saya gembira bahwa Sony terus meningkatkan teknologi image sensor dan processor untuk pengembangan kamera digital, dengan demikian memacu produsen lain mau gak mau harus turut meningkatkan inovasi dan teknologi-nya dan pada akhirnya kita-kita semua yang diuntungkan. Terima kasih kepada teman-teman dealer dan EO Fleishman Hillard yang telah mengundang.


Pre-order Sony A7 III telah dimulai dan kamera akan tersedia di bulan Mei 2018. Paling lambat 22 April 2014.

Harga Sony A7 III body only: Rp 28.999.000
Harga Sony A7 III dengan lensa 28-70mm f/3.5-5.6: Rp 31.990.000
Diskon sebesar Rp 3 juta untuk pembelian dengan lensa 24-70mm f/4, 55mm f/1.8, dan 35mm f/2.8.

Ada hadiah-hadiah dan paket menarik seperti tas Herringbone, L-plate, LCD screen protector dan tali kamera dari Voyej dengan total bundle sebesar Rp 3 juta.

Bagi yang ingin memesan lewat Infofotografi, silahkan hubungi Iesan di 0858 1318 3069. Terima kasih, semoga artikel ini membantu.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 22 comments… add one }
  • Janto. April 25, 2018, 3:27 pm

    Hallo Ko Enche.
    Gimana kabarnya. Semoga dalam keadaan Sehat.
    Saya baru punya lensa kit 28-70mm. Untuk sony a7iii. Tolong di rekomendasikan untuk lensa pairingnya.
    Saya suka traveling. Landscape dan City (Arsitektur atau gedung2)

    • Erwin Mulyadi April 25, 2018, 4:28 pm

      Biasanya lensa 16-35mm

      • Janto. April 25, 2018, 10:44 pm

        Trimakasih gan. Informasinya.
        Salam Hormat.

  • aldy April 18, 2018, 1:07 pm

    review untuk eye focusnya gimana koh?

  • Iyo rafael April 17, 2018, 2:09 am

    Koh, kalau untuk video 120 fps itu nge crop gak?
    Terima kasih

  • tiko April 13, 2018, 4:48 pm

    koh knp a7iii di bilang modelnya basic ya padahal sama aja kaya seri sebelumnya dan fiturnya juga meningkat trims.

  • Janto. April 12, 2018, 1:13 pm

    Selamat siang ko.
    Terimakasih atas Informasinya.
    Mau tanya.
    Untuk keperluan Video pilih a7sii atau a7iii?
    Terimakasih.

    • Enche Tjin April 20, 2018, 6:00 pm

      Lebih menarik yang A7III karena baterainya, slow motion gak nge-krop, autofocusnya jauh lebih ok terutama subjek bergerak, harganya dan desainnya lebih ergonomik.

  • Yadi Suyanto April 11, 2018, 9:57 pm

    ko Enche klo sony a7iii saya pakai adaptor utk lensa canon buat foto landscape dan potrait apa bisa pengaruh kwalitas foto akan berkurang atau sama.Thanks

    • Enche Tjin April 12, 2018, 10:00 am

      Saya gak pernah mencoba satu-satu, tapi biasanya kualitas gambar tidak menurun, kalaupun ada, mungkin di bagian ujung2 frame berkurang kualitasnya karena vinyet atau aberasi warna.

  • horas April 9, 2018, 3:38 pm

    koh mau nanya, kalo a7ii masih mumpuni kah untuk di tahun 2018 ini ? karna blm ada budget untuk upgrade ke a7iii..kebutuhan saya wedding fotografi dan fashion dan sesekali untuk traveling, menurut koh enche lebih baik a7ii atau nikon d800 ? terimakasih koh

    • Erwin Mulyadi April 9, 2018, 5:39 pm

      Masih banget 🙂

    • Enche Tjin April 10, 2018, 7:25 pm

      Sony A7II bisa, cuma kalau buat kerja menurut saya kurang, kalau hobi, traveling oke lah 😀 D800 lebih cocok untuk kerja, namun memang perlu disiplin lebih tinggi dan juga kameranya lebih berat, gak begitu enak buat traveling.

  • Ridho April 7, 2018, 2:30 pm

    Ko saya mau nannya. Apakah harga 29juta tsb sudah harga tetap di indonesia? Atau karena ada bundlingnya harganya segitu? Trims

    • Enche Tjin April 10, 2018, 7:26 pm

      Setelah pre order tetap 29jt. Tapi biasanya seiring waktu harganya diturunkan/diberi cashback. Tergantung USD – Rupiah juga.

  • Nanda Octariandes April 1, 2018, 1:37 pm

    Selamat pagi ko
    Situs anda selalu saya jadikan referensi saya dalam dunia fotografi..terima kasih atas sharing nya
    Saya ingin bertanya..saya hoby foto model/portait
    Selama ini saya pakai canon 50MM stm
    Kamera saya selama ini 60D dan ada rencana up ke 80D
    Saya ingin nanya..lensa yang cocok untuk foto model yang tercover seluruh badan sampe kaki serta background yg cukup luas dan bokeh ..mohon saran nya..trims

    • Enche Tjin April 1, 2018, 7:56 pm

      Trims, mungkin kalau 50mm terasa kurang lebar bisa mencoba yang 35mm. Contoh yang berkualitas tinggi adalah 35mm f/1.4 dari Canon atau yang lebih ekonomis dari Sigma (Sigma 35mm f/1.4 ART).

  • Dave March 30, 2018, 9:48 am

    Numpang tanya koh Enche, apakah Sony A7 III menggunakan Anti Aliasing filter atau tidak?
    Terima kasih

Leave a Comment