≡ Menu

Kesan mengunakan Leica Q dan lensa 28mm di India 2018

Memotret dengan kamera lensa Leica Q yang lensanya fix 28mm, tidak bisa zoom, gak bisa tukar lensa, kadang membuat fotografer agak takut. Saya sendiri cukup terbiasa dengan jarak fokus/focal length 28mm sehingga saya merasa biasa saja. Beberapa tahun terakhir, lensa 28mm semakin terkenal karena banyak ponsel kamera yang mengunakan lensa ini. Sebagai gambaran, 28mm itu dihasilkan oleh kamera-kamera ber-lensa ekuivalen 28mm di full frame, sebagai contoh Leica Q, atau kamera-kamera DSLR/mirrorless full frame yang dipasangkan dengan lensa 28mm.

Jika kameranya bersensor lebih kecil, misalnya APS-C, maka focal length yang dicari yaitu 28 dibagi dengan 1.5X = 18mm. Contoh kameranya yaitu Ricoh GR, Fuji X70, atau kamera DSLR/mirrorless yang dipasangkan dengan lensa 18mm. Jika kameranya micro four thirds seperti Olympus dan Panasonic, maka lensa yang mendekati 28mm adalah 14mm atau 15mm (28 dibagi 2).

Untuk memotret human interest, 28mm cocok untuk foto-foto seperti dibawah ini, satu atau beberapa orang yang sedang berinteraksi + latar belakangnya yang melukiskan lingkungan dimana subjek berada.

Foto ini dibuat di daerah kota tua Amritsar, Punjab: Leica Q, ISO 100, f/4, 1/125, 28mm

Penjaga (Guards) Golden temple dengan seragam warna biru dan kuning. Terlihat seram karena memelihara kumis dan jenggot, tapi pada dasarnya orangnya ramah. Leica Q, ISO 500, f/4, 1/125, 28mm

Barbershop di McLeod Ganj, kampung diatas bukit dekat Dharamsala. Disini banyak terdapat pengungsi dari Tibet. Leica Q, ISO 640, f/2.8, 1/125, 28mm

Dharamkot, kampung kecil yang dikelilingi oleh perbukitan hijau yang segar, populer dikalangan kaum Hippies dari luar negeri, terutama dari Israel dan Italia yang menetap dalam waktu berbulan-bulan. Leica Q, ISO 100, f/4, 1/800, 28mm

Dibandingkan dengan 35mm yang lebih populer, saat mengunakan lensa 28mm, kita  harus lebih dekat saat memotret, dan lebih cembung, cocoknya foto 2/3 badan atau 1 badan, 28mm tidak cocok untuk foto close-up dekat, sedangkan 35mm lebih fleksibel, bisa motret 1/2 badan dan bisa menghasilkan hasil yang tidak terlalu distorsi.

Untuk memotret landscape dan arsitektur, hasil foto dengan lensa 28mm tidak cembung atau ketarik-ketarik ujung frame fotonya seperti 24mm atau lebih lebar lagi, mirip dengan realitas/pandangan kita.

Foto diatas adalah Golden Temple di Amritsar menjelang malam hari, saat lampu-lampu dinyalakan sangat indah. Leica Q ISO 100, f/2.8, 1/10 detik

Desa kecil McLeod Ganj, menatap Dharamsala di lembah India. Leica Q ISO 100, f/8, 1/200.

Yang saya sukai dari Leica Q adalah memiliki lensa dengan bukaan sangat besar yaitu 28mm f/1.7 dengan image stabilizer (OIS). Sensornya juga full frame, sehingga hasil foto di kondisi gelap masih sangat baik. Kombinasi lensa dengan bukaan besar dan sensor full frame memudahkan untuk membuat bagian yang tidak fokus menjadi tidak tajam, sehingga mudah bagi fotografer untuk bercerita bagian mana yang penting untuk diperhatikan, dan yang kurang penting seperti latar belakang.

Tahun depan, saya berencana untuk menjelajahi lagi beberapa tempat di India yang kaya dengan pemandangan alam dan budayanya salah satunya yaitu di daerah Ladakh, Kashmir, nantikan pengumumannya ya. Terima kasih telah menyimak.


Untuk menghasilkan foto yang bagus, kita perlu proses belajar, dan praktik yang berkala. Infofotografi menyediakan berbagai kelas dasar fotografi, komposisi dan praktik foto baik di dalam maupun di luar ruangan, kelas grup maupun privat. Bagi yang ingin berpartisipasi, silahkan kunjungi halaman ini.

Bagi teman-teman yang ingin memesan Leica Q, boleh menghubungi 0858 1318 3069. Kita bisa bantu untuk mendapatkan baik kamera Leica Q warna hitam/klasik, Leica Q Silver atau Leica Q special edition Barong (Titanium + Leather merah).

Baca juga:

  1. Kesan pertama mengunakan Leica Q
  2. Memotret orang yang tidak dikenal saat travel/street photography
  3. Perbandingan Leica Q dan Ricoh GR II.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 6 comments… add one }
  • Aziz May 14, 2018, 6:36 pm

    Koh mau tanya, kalo lensa mirrorles bisa dipakai ke dslr gk? Dengan merk yang sama

  • Aldo April 21, 2018, 4:15 pm

    halo koh enche ..maaf sya mau tanya sya punya lenaa nikkor 18-105 dengan keadaan pernah sya bersihkan dari jamur.. belakangan sya merasa kurang senang dengan hasilnya .. yg ingin saya tanya.. kalau saya jual dan ganti dengan 50mm af-d worth it gak atai koh enche ada masukan lain ?. kbetulan baru proses mendalami portrait..

    • Enche Tjin April 22, 2018, 7:17 am

      Kalau portrait cocok 50mm f/1.8 untuk awalnya. Tapi bagusan yg G, krn mekanisme autofokus dan casingnya lebih bagus, jg hasil lebih ok.

  • juna April 21, 2018, 10:04 am

    hasil fotonya bagus semua, jernih lagi.
    saya mau baca info lain di blog ini ya, lagi butuh pencerahan buat belajar fotografi.

  • Adang Supriyatna April 20, 2018, 10:56 pm

    Foto yang selalu gurih

Leave a Comment