≡ Menu

Leica M Monochrom (Typ 246) Review

Sesuai tradisi kamera Leica M, beberapa tahun setelah diluncurkannya kamera M standar, akan dibuat Leica M dengan sensor Monokrom (tidak berwarna). Saya berkesempatan mencoba Leica M (Typ 246_ Monochrom yang basis design dan processornya dari M (Typ 240). Kamera ini diluncurkan di Berlin, Mei 2012.

Kebanyakan penggemar fotografi biasanya bingung, mengapa perlu ada kamera khusus yang hanya bisa memotret hitam putih saja, bukannya lebih bagus kamera biasa yang bisa menangkap warna dan hitam putih lewat setting atau editing sekaligus?

Keuntungan dari sensor monokrom adalah tidak memiliki filter warna bayer, jadi tidak ada interpolasi atau filtrasi. Artinya setiap pixel menangkap setiap tonal abu-abu dengan lengkap (16,384 tingkat dari putih sampai hitam). Noise juga lebih sedikit, menurut pengamatan saya, noise di kamera M Monokrom di ISO 6400 setara dengan noise di kamera M warna di ISO 1600.

Pada kamera digital warna pada umumnya, 25% pixel merah, 25% biru, dan 50% hijau. Karena setiap warna hanya sebagian saja, ada informasi warna yang hilang, tapi di isi dengan algoritma kamera yang dinamakan demosaicing. Karena itulah proses ini hasil foto warna terlihat baik, tapi juga menaikkan noise dan menurunkan sedikit ketajaman. Gambar bisa terlihat sedikit patah-patah saat zoom ke actual pixel / 100%.

Sensor Monochrom tidak lazim di buat, maka harga kameranya juga lebih tinggi dari yang warna. Tapi tidak semahal kamera berformat lebih besar seperti Phase One Achromatic (USD 50.000).

Dari kualitas gambar dan fisik kameranya tentunya tidak ada keluhan sama sekali. Namun dari kinerja (dibandingkan dengan Leica SL atau M10), terasa lebih lambat, dan saat live view, area yang bisa dibesarkan hanya bagian tengah saja, tidak bisa dipindahkan ke area pinggir foto. Sehingga saya harus focus dan re-compose.

M Monokrom turunan Leica M10 kemungkinan baru akan diluncurkan tahun 2020. Jadi bagi yang suka kamera yang murni B&W, Leica M Monochrom (Typ 246) adalah kamera yang terbaik saat ini.

Contoh-contoh foto:

Spesifikasi Leica M Monochrom

  • Buffer memory 2 GB
  • Sapphire Glass LCD
  • Tidak ada logo merah Leica
  • Tidak ada ukiran logo Leica di bagian atas kamera
  • Rentang ISO dari 320 ke 12500 (bisa di push ke 25600)

Varian Leica M Monochrom (246) adalah Leica Stealth Monokrom, yang glow in the dark, dirancang oleh Marcus Wainwright, CEO Rag & Bone.

Kesimpulan

Kamera ini adalah kamera yang unik karena memiliki sensor tanpa filter warna, jadi ideal untuk fotografer penggemar hitam putih karena mampu menghadirkan gradasi tonal abu-abu yang kaya dan menghasilkan foto yang relatif bersih dari noise di ISO tinggi.

Untuk seri 246 ini, kinerjanya memang tidak secepat kamera Leica M10 atau Leica SL, tapi desainnya compact dan simple untuk digunakan. Bagi pemula atau yang baru terjun di Leica memang bakalan perlu waktu untuk membiasakan diri dalam mengoperasikan kamera rangefinder yang manual fokus.

Terima kasih kepada Bpk Dicky A. yang meminjamkan kamera ini untuk review.


Bagi teman-teman pembaca yang ingin mendapatkan kamera ini boleh menghubungi kami di
0858 1318 3069. Trims.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 2 comments… add one }
  • Aidil September 22, 2018, 4:03 pm

    Leica sl 601 sama dengan hasselblad xd1 mana bagus che

    • Enche Tjin September 22, 2018, 10:25 pm

      Kameranya beda tuh formatnya, kalau yang ditanya lebih fleksibel, cepat, dan tahan banting yang mana Leica SL. X1D di kondisi sempurna bisa buat foto yang lebih bagus, tapi masalahnya juga banyak (lambat, cepat panas, lensa rata-rata fix dan bukaannya tidak terlalu besar).

Leave a Comment