≡ Menu

Apakah ukuran mount lensa penting?

Setelah Canon, Nikon dan Panasonic ikut bergabung bersama Sony untuk membuat kamera mirrorless full frame, mulai ada perbincangan tentang  pentingnya ukuran mount lensa. Eksekutif dan insinyur Canon, Nikon dan Leica menekankan bahwa kamera full frame yang bagus haruslah memiliki diameter mount yang cukup besar. Dengan mount yang besar desainer lensa akan lebih fleksibel dalam merancang lensa yang berkualitas tinggi dengan bukaan yang sangat besar.

Alasan lainnya adalah sensor gambar bisa lebih memiliki ruang untuk  bergerak untuk menstabilkan gambar.  Memang, sepintas banyak keunggulan memilih diameter mount yang besar, tapi di sisi lain, ukuran mount yang besar pasti akan membuat ukuran kamera lebih besar juga.

Dari sejarahnya, Sony E-mount dikembangkan utamanya untuk sensor ukuran APS-C, yang saat itu dinamakan Sony NEX, beberapa tahun berikutnya baru muncul Sony A7 yang memiliki sensor full frame. Demikian juga L-mount kepunyaan Leica yang diameter mountnya 51.6mm, tidak terlalu besar sehingga bisa untuk kamera berukuran kecil seperti Leica TL dan CL. Ukuran mount yang relatif kecil seperti Sony E-mount memiliki fleksibilitas lebih untuk merancang body kamera yang compact seperti seri Sony A6000.

L-mount yang tidak begitu besar (51.6 mm) fleksibel untuk mengakomodir dua jenis sensor kamera, APS-C dan Full frame. Sumber ilustrasi: Apotelyt

Sedangkan Canon sudah punya EOS M mount (47mm) yang lebih kecil untuk sensor APS-C dan Nikon masih ada DSLR Nikon F-mount, maka itu, Nikon Z-mount dan Canon R-mount yang baru ini sepertinya fokusnya lebih untuk memuat sensor full frame saja.

Apakah ukuran mount akan mempengaruhi ukuran dan berat lensa? Setelah saya coba bandingkan Canon EOS R dan 24-105mm f/4 dengan Sony 24-105mm f/4 G, ternyata ukuran dan beratnya hampir serupa, hanya beda 30 gram saja.

Demikian juga ukuran lensa 24-70mm f/4 Nikon Z mirip dengan Sony Zeiss 24-70mm f/4. Untuk lensa fix 35mm juga tidak ada hubungan langsung. Ilustrasi dibawah menunjukkan bahwa meskipun Nikon Z punya diameter paling besar, tapi lensa 35mm f/1.8 nya malah lebih panjang daripada Canon 35mm f/1.8 IS Macro. Sayangnya Sony belum punya lensa 35mm f/1.8, jadi yang saya bandingkan adalah lensa Sony Zeiss 35mm f/2.8 yang mungil banget. Ukuran lensa masih sangat ditentukan oleh besarnya bukaan maksimal dan kualitas lensa itu sendiri.

Kesimpulannya:

  • Ukuran mount lensa yang besar tidak berarti lensa-lensa bisa dibuat lebih kecil
  • Ukuran mount lensa tidak mempengaruhi harga lensa. Harga lensa lebih ditentukan oleh kualitas lensa dan tergantung merk kamera itu sendiri. Melihat dari sejarah, Nikon biasanya akan lebih mahal karena kualitas lensanya biasanya lebih tajam, dan Canon biasanya harganya akan lebih murah. Sony tergantung kasta lensanya. Lensa G biasanya harganya cukup tinggi, apalagi yang GM, tapi kualitas menyesuaikan juga.
  • Ukuran mount lensa mempengaruhi ketersediaan lensa bukaan besar: Sepertinya iya, karena Canon bisa membuat lensa 28-70mm f/2 konstan dan 50mm f/1.2, Nikon akan meluncurkan 58mm f/0.95. Saya tidak yakin kalau sistem kamera dengan mount kecil seperti Sony E-mount bisa membuat lensa dengan bukaan sebesar itu.

Jadi kalau belum ada kamera mirrorless full frame dan kini sedang menimbang-nimbang, bagusan beli sistem yang mana?  Menurut saya, jelas bahwa ukuran mount sesuatu yang penting untuk dipertimbangkan, tapi bukan yang terpenting. Masih banyak yang lebih penting misalnya apakah lensa-lensa yang diinginkan tersedia? Apakah fitur kamera yang ada memenuhi kebutuhan, keinginan dan budget? Dan apakah ergonomi kamera, dan desain menu, tombolnya nyaman digunakan?


Kebetulan akhir minggu ini akan ada acara membahas tentang kamera mirrorless. Jangan lupa daftar ya 🙂

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 9 comments… add one }
  • Enggar A.K October 27, 2018, 10:01 pm

    Om izin request dong … tolong review Sigma 10-20 mm f/3.5 dong … thanks

  • Hary October 18, 2018, 10:39 pm

    Untuk sony FE ada third party lens dengan bukaan 0.95 misalnya meyer optik dan mitakon jd kayanya ga bener kl fe mount ga bisa utk lensa bukaan 0.95

    • Enche Tjin October 19, 2018, 8:27 pm

      Benar juga, tapi kita tunggu Sony untuk membuat lensa bukaan besarnya, karena soal kualitas lensa Mitakon sptnya bukan lensa dgn standar kualitas masa kini.

  • HF October 17, 2018, 7:09 pm

    Kenapa koh ence tidak memperhitungkan jarak mount ke sensor. Coba di analisa lagi.

    • Enche Tjin October 17, 2018, 10:21 pm

      Secara teori, makin pendek makin fleksibel dan bisa menerima lensa-lensa lain dengan adaptor, meskipun sepertinya hampir mustahil membuat adaptor dengan ketipisan 2-4mm. saat ini: Canon EOS R 20mm, Nikon 16mm, Sony 18mm, Leica 20mm. Tapi karena bedanya tipis saya rasa gak terlalu signifikan.

      Bandingkan dengan DSLR: Canon EF 44mm, Nikon F 46.5mm, Sony A 43.5mm.

  • Edo October 17, 2018, 4:56 am

    Kl mount lebar maka dimungkinkan bikin lensa f/1.0 ato f/0.9
    Bayangin ada lensa 24-70 f/1.8 hehehe

  • Jr October 16, 2018, 8:22 pm

    Kalau lensa terlalu kebesaran, Mirrorless tdk ada bedanya lagi dengan DSLR ya.

    • Enche Tjin October 17, 2018, 12:39 am

      Trims, dari ukuran gak beda, tapi kualitas ada peningkatan.

  • Jr October 16, 2018, 8:20 pm

    Mantap ulasannya koh…

Leave a Comment