≡ Menu

Tren dan prediksi kamera digital 2019

Selamat tahun baru semuanya! Seperti biasa, 2018 adalah tahun yang seru karena banyaknya kamera dan lensa baru yang diumumkan, tentunya saya berharap tahun 2019 ini akan lebih seru lagi. Masing-masing merk kamera juga seakan-akan sudah siap tempur dengan meluncurkan sistem mirrorless-nya tahun 2018 yang lalu.

Canon

Canon saat ini punya tiga sistem yang kesemuanya aktif:

  1. Sistem DSLR Canon EOS : Sistem ini masih sangat populer untuk pemula dengan budget terbatas (10 juta kebawah) dan profesional, karena didukung oleh ekosistem yang kuat dari koleksi lensa dari murah (1-2 jutaan) sampai mahal (30 juta+). Dalam sistem DSLR ini, terbagi dua lagi: sistem full frame dengan lensa EF, dan sistem APS-C dengan lensa EF-S. Lensa EF bisa masuk ke kamera APS-C tapi tidak sebaliknya.
  2. Sistem mirrorless APS-C, Canon EOS M : Sistem ini cukup menarik dengan berbagai lensa, keunggulannya ukurannya kecil dan relatif murah body kameranya (M10, M100), tapi lensa-lensanya kebanyakan bukan level profesional. Lensa EOS M tidak bisa dipasang di kamera DSLR Canon, tapi kamera Canon mirrorless ini bisa dipasangkan dengan lensa DSLR dengan adaptor.
  3. Sistem mirrorless full frame, Canon EOS R : Sistem baru ini baru diumumkan tahun lalu, dan baru punya satu kamera saja. Lensa sistem baru ini dinamakan Canon RF, lensa ini tidak bisa dipasang di Canon EOS M atau DSLR/ Canon EOS, tapi lensa DSLR bisa dipasang ke Canon RF dengan adaptor.

Karena punya tiga sistem kamera yang aktif, saya rasa Canon sendiri sekarang mungkin agak bingung juga merekomendasikan kepada calon pembeli mana kamera yang paling cocok karena banyak kamera Canon yang saling tumpang tindih dari segi fitur dan harganya, terutama antara kamera DSLR-nya (EOS) dan mirrorless (M). Tapi kalau boleh saya sederhanakan, kamera DSLR Canon cocok untuk pemula, pelajar dan profesional, kamera mirrorless Canon EOS M cocok untuk yang ingin sistem yang seringkas mungkin seperti traveler/backpacker, dan EOS R cocok untuk high-end enthusiasts dan semi-profesional.

Di 2019, kemungkinan besar Canon akan fokus mengembangkan Canon EOS R ini, dan saya prediksikan akan ada varian Canon EOS R yang baru, mungkin salah satunya  yang lebih pro, satu lagi lebih untuk pemula dan lebih terjangkau (dibawah 30 juta). Sistem DSLR mungkin akan kehadiran kamera DSLR baru untuk semi-pro seperti Canon 90D.

Nikon

Sebelum meluncurkan kamera mirrorless full framenya tahun lalu, Nikon hanya punya sistem kamera DSLR, karena sistem kamera mirrorless Nikon 1 sudah dihentikan. Selanjutnya, Nikon sepertinya akan sangat fokus mengembangkan kamera mirrorless full frame Nikon Z tahun 2019 ini. Fokus mengembangkan Nikon Z ini penting buat Nikon karena penjualan DSLR makin menurun, baik untuk profesional maupun pemula. Tapi  tetap ada kemungkinan Nikon akan memperbarui kamera DSLR full frame populer, Nikon D750 (namanya mungkin D760?).

Nikon Z sepertinya akan difokuskan untuk menyasar fotografer wanita, atau orang tua karena sistemnya memang lebih ringkas dan simple digunakan relatif dibandingkan dengan kamera DSLR Nikon seperti D850 dan D5 yang ditujukan untuk profesional.

Karena kamera Nikon Z tidak murah (30-45 juta), saya rasa Nikon kedepannya akan lebih menyasar pasar high-end (mewah) karena kamera DSLR low-end-nya kurang berkembang dan banyak sekali persaingan, terutama dari Canon, Sony dan Fuji.

Sony

Setelah gila-gilaan mengembangkan kamera mirrorless Sony A6xxx, Sony A7 dan A9, dalam lima tahun terakhir, tahun 2019 ini sepertinya Sony akan agak sedikit santai dan menarik nafas sejenak. Meski demikian, Sony A7000, kamera mirrorless APS-C sepertinya akan diumumkan tahun 2019 ini, dan videografer boleh berharap Sony mengeluarkan Sony A7S III.

Dari beberapa tahun terakhir, saya perhatikan pengembangan sistem mirrorless APS-C Sony mandek, tidak banyak lensa yang diluncurkan, tidak seperti sistem full frame A7-nya. Sepertinya tren ini akan terus berlangsung di tahun 2019, Sony lebih banyak berusaha memperkaya line-up lensa dan aksesoris untuk pengguna A7 dan A9. Tujuannya utamanya untuk mempertahankan pangsa pasar dari persaingan dari Canon dan Nikon yang mulai masuk ke mirrorless full frame. Soal kamera DSLR/SLT Sony Alpha saya pikir akan tidak akan diteruskan lagi meskipun tidak ada berita resminya, sama seperti Olympus yang menghentikan produksi sistem DSLR four thirds.

Fujifilm

Fuji tidak memiliki sistem kamera DSLR, tapi memiliki dua sistem kamera mirrorless yang ukuran sensornya berbeda yaitu:

  1. Fujifilm X yang bersensor APS-C, sistem ini adalah tulang punggung Fuji, dan terus akan dikembangkan terutama lensa-lensanya. Untuk kamera menurut saya sudah cukup banyak, ada X-T3, X-T20, X-E3, X-T100, X-Pro dan X-A.
  2. Fujifilm GFX, kamera mirrorless medium format jenis ini makin populer, dan di tahun ini, Fuji siap meluncurkan kamera yang memiliki 100MP dengan harga 100 jutaan. Untuk dunia pro kelas atas, harga ini termasuk relatif murah dibandingkan dengan kamera medium format merk lainnya.

Fuji memilih jalan alternatif yaitu fokus ke APS-C dan medium format dan tidak ikut dalam persaingan di format full frame. Pilihan seperti ini tentu ada pro dan kontra-nya, tapi melihat kesuksesan generasi terbaru Fuji seperti X-T3 dan GFX 50R tentunya masa depan cukup cerah dan menguntungkan meski tidak mendominasi pasar.

Menurut saya, kamera mirrorless Fuji APS-C agak terlalu banyak variannya, sehingga mungkin bisa sedikit memusingkan. Ada baiknya konsentrasi lebih ke tiga model utama saja yaitu Fuji X-T3, Fuji X-T20 dan X-E saja. Ada kemungkinan di tahun ini akan ada penerus X-T20 yang mengunakan sebagian sensor dan processor baru seperti di Fuji X-T3.

Panasonic

Selain di micro four thirds, Panasonic tahun lalu mengumumkan akan masuk ke kamera mirrorless full frame dengan membentuk aliansi dengan Leica dan Sigma. Maka awal tahun ini, Panasonic akan meluncurkan Panasonic S1 dan S1R, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan fotografer dan videografer profesional. Dalam beberapa tahun kedepan, sepertinya Panasonic akan lebih fokus ke sistem baru ini.

Keberhasilan Panasonic akan ditentukan dari bagaimana kinerja autofokus-nya saat video. Seri GH5 sangat sukses karena kualitas videonya dan kameranya yang kaya fitur dan fleksibel, tapi autofokus yang kurang oke dalam mengikuti subjek bergerak membuat banyak orang menahan diri untuk terjun ke sistem ini. Mudah-mudahan autofokus S1 akan lebih baik. Selain itu, komunikasi pemasaran yang baik juga sangat dibutuhkan untuk mensosialisasikan kedua sistem Panasonic ini supaya pembeli pemula tidak kebingungan.

Olympus

Olympus tetap bertahan di micro four thirds dan akan meluncurkan kamera flagship (andalannya), Olympus OMD EM1 X, yang bakal jadi kamera tercepat dan kaya fitur. Tapi ukurannya akan besar. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan kamera Olympus relatif lambat terutama untuk kamera-kamera pemulanya seperti seri PEN. Kedepannya akan sedikit sulit buat Olympus jika hanya mengandalkan sistem ini saja, karena persaingan semakin tinggi terutama dari Fuji, Canon dan Panasonic yang kebetulan juga merupakan rekannya di micro four thirds.

Leica

Tahun 2019 merupakan tahun yang cukup penting bagi Leica, karena ada dua kamera penting yang sudah saatnya diperbaharui, yaitu Leica SL dan Leica Q, serta mungkin ada varian baru Leica M10 dengan sensor monokrom. Saya pribadi masih mengharapkan ada kejutan dari Leica yang membuat kamera mirrorless full frame dengan L-mount yang bisa ganti lensa tapi desainnya seperti Leica Q 🙂

Opini

Melihat dari trennya, semua merk kamera sekarang berlomba-lomba dalam membuat sistem kamera mirrorless pro/high-end. Canon, Nikon dan Panasonic akhirnya menyusul Sony dan Leica dalam membuat sistem mirrorless full frame. Tahun ini dan beberapa tahun kedepan, pe-er mereka sama, yaitu melengkapi lensa-lensa untuk sistem baru tersebut dan berusaha membujuk pengguna kamera DSLR mereka untuk hijrah ke mirrorless.

Masih terlalu dini menebak siapa yang akan dominan di sistem kamera mirrorless ini, dan apakah ada yang keluar seperti Samsung NX atau macet seperti Pentax dan lainnya. Apakah Sony akan tetap mendominasi karena sudah punya modal 5 tahun? atau Canon, Nikon atau malah Panasonic yang akan menyalip? Pasar enthusiasts (amatir serius) dan profesional memang incaran semua pihak saat ini, tapi jumlahnya tidak sebanyak pemula dan penghobi biasa, maka itu perlu bijak juga mengalokasikan sumber daya jangan sampai semua difokuskan untuk melayani pasar pro, tapi yang pasar umum malah ditinggalkan, karena jika kalah bersaing di segmen ini, perusahaan bisa jatuh bangkrut.

Bagi pembaca yang ingin membeli sistem kamera baru tentunya perlu mempertimbangkan budget dan kebutuhan. Untuk penghobi biasa-biasa saja dan budget dibawah 10 juta tentunya dapat mempertimbangkan sistem Canon EOS M, yang punya budget dibawah 15 juta bisa mempertimbangkan Panasonic G atau Fuji X-T, jika punya budget 20 jutaan Sony A7, dan jika punya banyak lensa-lensa DSLR tapi ingin ke mirrorless ada Canon EOS R dan Nikon Z. Tapi jika budget yang lebih besar dan menyukai desain yang tanpa kompromi tunggu saja Panasonic S1/S1R. Dan yang terakhir, jika ingin kamera yang unik dengan desain yang minimalist, Leica boleh dilirik 🙂


Infofotografi rutin mengadakan kegiatan belajar fotografi baik di kelas maupun di lapangan/trip foto. Silahkan baca jadwalnya di halaman ini atau hubungi 0858 1318 3069.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 9 comments… add one }
  • KR January 7, 2019, 1:38 pm

    Ko, izin tanya
    Jika harus memilih untuk awal terjun ke bidang wedding
    Bagusan ambil Canon 70D atau Nikon D7200
    Rencana mau ambil yang second, soalnya budget terbatas
    Atau ada masukan kamera lain ko yang bagus ?
    Thanks

    • Enche Tjin January 7, 2019, 7:08 pm

      Saran saya sih Nikon D7200, atau kalau Canon, 80D lebih ok.

      • KR January 10, 2019, 8:03 am

        Thanks ko
        Ko, tanya lagi, jika dilihat dari umur dan kualitasnya nya apakah canon 60D sekarang masih layak digunakan ?
        Dimana saja pengaruh nya ko?

  • nbsusanto January 7, 2019, 11:12 am

    iya ya, sony sudah 2 tahun sama sekali tidak ada kamera APSC baru.. atau gegara kemarin a6500 mepet dengan a6300 ya?
    padahal mirrorless nya sony sempat menarik perhatian karena a6000 dengan berbagai hal yang menyertainya saat 2014 itu itungannya worth it, bahkan sampe sekarang dilihat harganya masih masuk akal..
    sayangnya ya perkembangan lensa nya kurang greget.. mungkin karena mereka beralasan bahwa pengguna APSC bisa pake lensanya Full Frame secara langsung.. tapi harganya lumayan.. setidaknya update untuk lensa-lensa keluaran awalnya, seperti canon nikon yang mengeluarkan versi II, III di lensa standar..

    • Enche Tjin January 7, 2019, 7:08 pm

      Ya, mirip dengan strategi Canon dan Nikon di DSLR, banyak yang pakai lensa L series buat full frame ke kamera APS-C seperti 80D dan D7200. Kit lens 16-50mm memang saatnya diganti dengan yang lebih bagus.

  • Van January 6, 2019, 3:08 pm

    Penasaran sama Sony yg apsc, apa masih dilanjutkan atau didiamkan saja tanpa ada perkembangan…..

    • Enche Tjin January 6, 2019, 9:32 pm

      Kabarnya akan ada Sony A7000, kamera APS-C kelas atas, ditunggu aja. Mudah-mudahan juga ada lensa baru.

  • Idris Nur Shaleh January 5, 2019, 10:39 am

    Sepertinya belum ada tanda-tanda Nikon akan terjun di mirrorless APS-C, Canon, Sony, Fuji sudah punya sistem ini

    • Enche Tjin January 5, 2019, 10:56 am

      Iya, mungkin diabaikan, sistem DX juga sudah lama gitu-gitu saja, kurang ada perkembangan yang berarti terutama dari segi lensa.

Leave a Comment