≡ Menu

Leica Q2 : The Legend Reborn

Leica Q yang diluncurkan tahun 2015 merupakan salah satu kamera yang paling populer, diminati dan bahkan cocok menyandang status legenda. Kamera dengan sensor full frame, 24MP dan lensa fix 28mm f/1.7 Macro ini sampai saat ini masih tergolong kamera yang sangat bagus dan banyak dicari baik dalam kondisi baru maupun bekas.

Kamera Leica Q (Typ 116) menganut nilai-nilai Leica, yaitu memiliki desain yang simple dan timeless/abadi, memiliki lensa berkualitas tinggi dan kualitas gambar dengan warna yang akurat. Tentunya sulit bagi Leica untuk membuat kamera yang lebih bagus, meskipun sudah empat tahun berjalan. Akhirnya, Leica akhirnya merilis penerus yang dinamakan Leica Q2.

Apa peningkatannya?

  1. Resolusi meningkat 95% menjadi 47 MP tetap dengan format sensor full frame
  2. Ketahanan terhadap debu dan tetesan air (rating: ip 52)
  3. Processor Maestro generasi baru yang lebih cepat untuk foto dan video.
  4. Jendela bidik OLED 0.5″, 3.68MP magnification .76x
  5. Baterai yang sama dengan Leica SL (lebih besar kapasitasnya).

Kunci dari peningkatan kinerja Q2 adalah processor baru yang memungkinkan foto berturut-turut 10 foto per detik, mampu merekam video 4K30p dan membuka fitur 4K Burst. Untuk mendukung kecepatan yang sangat tinggi ini, disarankan mengunakan memory card UHS-II yang lebih cepat daripada memory card SD biasa.

Yang juga menarik adalah, dengan 47MP sensor, maka jika kita crop(potong) fotonya untuk menyerupai sudut pandang lensa 35mm, 50mm dan 75mm, masing-masing masih mendapat cukup banyak detail: kurang lebih 30MP, 14.6MP dan 6.6MP. Bedanya ruang tajam/depth of fieldnya tidak sama dengan f/1.7. Artinya saat mengunakan crop 50mm, ruang tajamnya kurang lebih mirip dengan 50mm f/3.5 tapi dalam penggalangan cahaya, tetap seperti lensa berbukaan f/1.7.

Dari segi desain, Q2 secara sekilas tidak banyak berubah dari pendahulunya, Leica Q. Memang benar, tidak perlu mengubah terlalu banyak desain Leica Q yang sudah menganut nilai-nilai Leica yang salah satunya simplicity ini. Beberapa perubahaan yang menurut saya bijak yaitu:

  • Leica Q2 memiliki tiga tombol saja di bagian belakang yaitu : Play, Fn (function) dan Menu.
  • Bagian atas ada tombol baru yang kemungkinan bisa diprogram misalnya untuk ISO.
  • Tuas On/Off tetap berada di bawah tombol jepret/shutter, tapi sekarang fungsinya cuma satu saja untuk menghidupkan dan mematikan, tidak seperti pendahulunya tuas tersebut juga bisa untuk memilih continuous shooting.
  • Diopter adjustment untuk jendela bidik ini harus di tekan baru diputar, perubahan ini untuk mencegah perubahan setting tanpa sengaja.

Empat tahun adalah waktu yang cukup untuk mengembangkan sebuah seri kamera, Leica berhasil meningkatkan kamera yang sudah hampir sempurna menjadi lebih sempurna lagi. Meskipun berbentuk compact, tapi Q2 mampu membuat foto berkualitas dengan detail yang sangat tinggi, melebihi sebagian besar kamera profesional.

Leica Q2 cocok bagi individu kreatif yang menyukai fotografi  baik sebagai hobi atau profesional, dan juga menyukai nilai-nilai Leica, yaitu simplicity tapi tanpa kompromi. Karena ukuran dan bobot yang relatif ringan, Leica Q2 cocok untuk digunakan di berbagai kondisi dan situasi, traveler dan street photographer merupakan dua jenis fotografer yang paling cocok untuk seri Leica Q ini.


Jika teman-teman pembaca berminat untuk memesan Leica Q, kami dapat membantu, kiriman pesan ke 0858 1318 3069 atau infofotografi@gmail.com

Spesikasi utama Leica Q2

  • 47.3 MP full frame sensor
  • Lensa 28mm f/1.7 ASPH. Macro
  • 3″ TFT Monitor (1.04 juta titik)
  • 10 fps, 20 fps (electronic)
  • ISO 50-50.000
  • Video: FHD (60,120fps), 4K (24,30 fps)/C4K
  • OLED 3.68 MP jendela bidik elektronik
  • Shutter: 60 detik – 1/2000 mekanik, 1/40.000 elektronik
  • Kapasitas baterai: 350 gambar (Baterai yang sama dengan Leica SL)

Contoh foto dari situs Leica Camera.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 2 comments… add one }
  • Wahyu Widayat May 26, 2019, 2:54 pm

    Bagaimana kalau untuk foto portrait dan landscape? Apakah lensa Sumillux 28 di gear ini bisa memberi efek 3D? Makasih Koh…

    • Enche Tjin May 26, 2019, 3:11 pm

      Iya bisa, saat mengunakannya di f2.8 atau lebih besar (f/2, f/1.7) subjek foto akan terlihat menonjol.

Leave a Comment