≡ Menu

Samsung & Xiaomi akan luncurkan ponsel 108MP : Lebih baikkah daripada kamera DSLR?

Samsung dan Xiaomi, pabrikan ponsel terkenal secara bersama-sama mengumumkan sensor gambar untuk kamera ponsel di masa depan mereka, yaitu sensor 108MP 1/1.33″ ISOCELL Bright HMX image. Resolusi gambar 108 MP ini akan mencatat rekor terbesar.

 

Apakah angka 108 MP (12032×9024 pixel) merupakan gimmick marketing semata? Tampaknya tidak, karena jumlah pixel tersebut diimbangi dengan kenaikan ukuran permukaan sensor yaitu yang biasanya 1/1.7 inci (Huawei P20 & P30) 1/2.5 inci (Iphone X & Samsung S10).

Ukuran sensor ini mendekati kamera digital compact premium seperti seri Sony RX, Canon G, tapi masih cukup jauh jika dibandingkan dengan sensor kamera mirrorless seperti APS-C apalagi full frame.

Sensor 108MP ini boleh dibilang pintar, karena saat kondisi cahaya makin gelap, empat pixel akan bergabung menjadi satu dengan mengunakan teknologi yang disebut tetracell  sehingga penyerapan cahaya lebih maksimal, resolusi gambar yang didapatkan masih cukup besar, yaitu 27MP.

Untuk kualitas videonya, sensor ini juga cukup memukau, yaitu menjanjikan kemampuan merekam video 6K 30 fps dan tanpa cropping.

Produksi sensor ini dimulai bulan Agustus 2019 ini, dan akan dipasang di ponsel Xiaomi terlebih dahulu, yaitu Xiaomi MIX 4, yang akan diluncurkan akhir tahun ini. Penggemar ponsel Samsung mungkin harus menunggu sampai tahun depan saat S11 diluncurkan.

Saya menyambut baik pengembangan teknologi kamera ponsel ini dan cukup yakin bahwa kamera ini akan memberikan impact yang cukup besar yang bisa mengejar, bahkan melampaui kualitas kamera compact premium dan kamera digital pemula / entry level jika software berbasis AI yang disematkan di kamera juga dikembangkan dengan baik.

Kenapa demikian? Karena pengembangan riset dan teknologi di bidang ponsel jauh lebih cepat karena pasar ponsel jauh lebih besar yaitu 20:1 daripada kamera digital. Oleh sebab itu dana untuk riset pun makin tinggi, maka itu teknologi kamera ponsel akan lebih cepat berkembang dan menyusul kualitas yang bisa dihasilkan kamera digital.

Tapi pengembangan kamera ponsel juga akan ada batasnya, yaitu fisik yang tidak memungkinkan untuk memasang sensor besar (APS-C, Full Frame) seperti kamera profesional, dan juga tidak memungkinkan untuk mengganti lensa merupakan dua dari keterbatasan kamera ponsel.

Membayangkan lima tahun kedepan, yang menjadi pembahasan kemungkinan bukan lagi “Apakah kamera mirrorless akan menggantikan kamera DSLR?”, tapi lebih ke “Apakah kamera ponsel akan menggantikan kamera mirrorless untuk pembuatan foto dan video profesional?” Kita tunggu tanggal mainnya.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 9 comments… add one }
  • yudi August 20, 2019, 4:58 pm

    kenapa produsen ponsel dan kamera selalu menjual nilai megapixel yg tinggi, kenapa tidak meningkat kwalitas si sensor jd dengan megapixel kecil pun bisa menghasilkan kwalitas gambar yg sangat bagus, sehingga beban kinerja dr processor, motherboard dan tentunya media penyimpan menjadi lebih ringan…

  • noteblack August 18, 2019, 10:38 am

    antara lumix g7 vs canon 1500, kalo untuk potrait & lowlight bagus yg mana ya? Trims jawabanya.

  • Abu duda al mazapahit August 16, 2019, 6:54 pm

    Memgingat kerapatanya. Kira kira gampang blur karena movement jepret gak yah? Emang elektronik shutter kalo di hp. Tapi kadang kalo mau moto kan ada goncangan dikit. Bisa shake gak yah?

    • Enche Tjin August 17, 2019, 10:48 am

      Tergantung processornya, kalau kinerjanya oke sepertinya aman. Tapi perlu dites nanti si 🙂

  • UNTUNG August 16, 2019, 5:21 pm

    Mungkin inilah salah satu penyebab pangsa pasar Compact kamera semakin lesu karena kualitas kamera ponsel sudah semakin bagus jika hanya untuk kebutuhan daily post di social media.

    • Enche Tjin August 17, 2019, 10:49 am

      Malah dengan 108MP ini kelebihan ya buat sosmed yang rata-rata butuh 1-2 MP saja 🙂

  • Agus August 15, 2019, 10:17 pm

    Kalau saya pinginnya justru Mirroless punya AI secerdas AI Ponsel, caranya mungkin skema kerja sama seperti Leica Huawei, atau pabrikan ponsel berinvestasi ke pabrikan kamera, sehingga dapat memporting AI ponsel yang cerdas menjadi AI kamera. Environment nya beda, mungkin sudah saatnya juga pabrikan Kamera memporting andrioid sebagai sistem operasi kamera mereka, sehingga penggunaan AI dari ponsel cerdas dapat diterapkan.
    ( Ini hanya mimpi saya he he he, sambil nungguin Sigma Foveon yang nggak keluar keluar…)

    • Enche Tjin August 16, 2019, 8:47 am

      Sepertinya masih lama karena teknologi processor dan sensor dalam kamera masih tidak secanggih yang di ponsel. Sepertinya kalau dari hardware dan software, kamera digital ketinggalan 2 generasi (kurang lebih 8 tahun). Sigma Foveon yang L-mount mungkin tahun depan (2020), tapi kalau yang APS-C dan APS-H sudah lama siap 🙂

Leave a Comment