≡ Menu

Dampak Virus Corona terhadap fotografi

Saat ini kita tengah diresahkan oleh sebuah pandemi yang global, yaitu menyebarnya virus Covid 19 atau yang lebih dikenal dengan Corona. Saat tulisan ini dibuat, penyebaran virus ini sudah meluas sampai ke Eropa, Amerika dan juga di tanah air. Dampak langsung dan tidak langsung dirasakan banyak pihak, khususnya setelah beberapa negara mengumumkan lockdown, isolasi dan membatasi aktivitas hingga pandemi virus ini berlalu.

Dalam kaitannya dengan fotografi, Corona sudah memberi dampak pada proses produksi kamera global, karena banyak spare part yang dibuat di Asia khususnya China. Ini akan mengganggu rantai pasok (supply chain) komponen kamera yang bisa menyebabkan keterlambatan produksi, hingga terlambat sampai ke konsumen. Bahkan bisa jadi produsen kamera akan menunda pengumuman produk baru yang semestinya dirilis tahun ini.

Aktivitas yang mengumpulkan banyak orang juga berpotensi menyebarkan virus Corona, maka banyak acara yang mengumpulkan banyak orang harus dibatalkan, misalnya sepakbola (liga Inggris, Italia dsb), pameran hingga kegiatan ibadah. Di bidang pameran, setidaknya sudah ada pengumuman untuk menunda (atau membatalkan) acara besar fotografi seperti Camera & Photo Imaging Show 2020 yang semestinya diadakan di Yokohama 27 Februari lalu. Di Vegas nanti NAB juga ditunda, dan belum jelas nanti Photokina di Jerman. Di dalam negeri, acara pameran yang sudah dijadwalkan oleh salah satu toko besar juga terpaksa dibatalkan.

[continue reading…]
{ 1 comment }

Review Fujifilm X-PRO 3

Kamera Fuji X-Pro 3 yang dirilis akhir 2019 ini punya desain yang berbeda dengan kamera digital pada umumnya. Ada tiga hal yang membuatnya unik. Pertama kamera ini memiliki desain seperti kamera rangefinder/film jaman dulu. Kedua dia punya hybrid viewfinder, bisa optical atau electronic. Ketiga adalah layar LCD-nya yang tersembunyi karena dilipat kedalam untuk mengakses menu atau mengkomposisikan foto.

Fuji X-Pro 3 mengunakan bahan Titanium untuk bagian atas top dan bottomnya. Juga ada pilihan DuraTect: Dura Silver & Black, memberikan perlindungan dari goresan.

Pengalaman memotret

Di jaman kamera DSLR, biasanya saya memotret dengan jendela bidik, sedangkan di era mirrorless kebanyakan mengunakan layar LCD di bagian belakang kamera. Kamera Fuji X-Pro 3 memiliki layar yang dilipat kedalam sehingga “memaksa” untuk lebih sering mengunakan jendela bidik baik optik maupun elektronik.

Karena dalam beberapa tahun belakangan sudah terbiasa mengunakan layar LCD jadi saat kembali memotret dengan jendela bidik jadi agak tidak biasa, dan terkadang merasa perlu melihat layar LCD untuk memastikan komposisi, fokus dan exposure sudah optimal atau belum. Bagi yang sering mengunakan kamera film, tentunya akan beradaptasi dengan lebih cepat dengan mengunakan kamera ini.

[continue reading…]
{ 1 comment }

Halo, penghobi Fotografi. Masih ingat dengan perlombaan menarik dari SanDisk #ShareYourWorld Photography Contest? Tepat tanggal 30 November 2019, Lomba Fotografi #ShareYourWorld yang diselenggarakan oleh SanDisk resmi berakhir.

Sedikit kilas balik, tema “Share Your World” ini mengangkat konsep visual poetry yang dapat memunculkan gambar-gambar menggugah emosi dan jiwa manusia yang paling dalam. SanDisk menginginkan sebuah karya yang dapat membuat penikmatnya tersentak dan merasakan lambatnya gerakan waktu, menggugah karsa melampaui budaya dan bahasa, sebagai penyatu manusia.

Dari sekian banyak peserta yang turut memeriahkan Lomba Fotografi #ShareYourWorld, terdapat tiga pemenang utama dan satu juara favorit. Dari berbagai kriteria penilaian dan penjurian, akhirnya dewan penjurian yang terdiri dari: Amy Tan, perwakilan dari SanDisk bersama dengan dua pakar fotografi, yaitu Nala Rinaldo dan Arbain Rambey menemukan tiga pemenang dan satu juara favorit yang berhak atas hadiah yang sudah ditentukan.

Berikut 3 Pemenang dan satu juara favorit Lomba Fotografi #ShareYourWorld Persembahan SanDisk:

Juara 1: I Wayan Mardana

Pemenang utama dengan caption bertuliskan: “Tradisi Ngaben Massal di Pulau Nusa Penida, Bali. Setiap lima tahun sekali warga Desa Batumulapan, Pulau Nusa Penida, menggelar tradisi ngaben (tradisi upacara pembakaran mayat) massal. Uniknya, upacara adat ini digelar di laut dan pesisir pantai. Iring-ringan ngaben ini tidak melalui jalan raya melainkan melewati laut sejauh kurang lebih satu setengah kilo meter dari lokasi upacara” berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp 20 juta + 1X SanDisk Extreme Portable SSD 1TB + 1X SanDisk Extreme PRO SDXC card 512GB + 1X SanDisk Extreme PRO microSDXC card 1TB.

Juara 2: Tjandra Hutama

Dengan caption: “Indonesia memiliki keragaman tradisi budaya yang sangat memukau dunia. Budaya bermain Layang-layang merupakan bagian dari permainan masa kecil yang tidak hanya berfungsi sebagai permainan belaka, tetapi bisa dilibatkan dalam sebuah ritual tertentu. Janggan adalah salah satu layang-layang tradisional Bali yang memiliki bentuk yang unik, berkepala naga dengan panjang ekor hingga 200 meter. Saking besarnya layangan janggan, diperlukan puluhan orang untuk menerbangkan layangan ini, disamping kesigapan, kerjasama, dan kekompakan, satu hal penting yang harus dilakukan adalah doa & syukur kepada alam. Sebelum ataupun sesudah menerbangkan layangan ini, harus disucikan terlebih dahulu dengan ritual tertentu. Bagi masyarakat Bali, layangan janggan dipercaya sebagai naga sang penjaga kestabilan dan keharmonisan alam. Jadilah seperti layang-layang, semakin kencang terpaan angin bukan sebagai halangan, hanya akan membuatmu terbang meninggi dan menghebat dari sebelumnya #ShareYourWorld” berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta rupiah + 1X SanDisk Extreme Portable SSD 1TB + 1X SanDisk Extreme PRO SDXC card 512GB + 1X SanDisk Extreme PRO microSDXC card 1TB.

Juara 3: Akhmat Haridi

Dengan Caption: “Menerbangkan Balon udara tradisional di Kabupaten Wonosobo merupakan tradisi di daerah ini. Penerbangan balon ini dilakukan setiap hari raya idul fitri dan peringatan hari jadi kabupaten. Acara ini selalu menyedot antusiasme warga untuk menyaksikannya karena hanya dapat di jumpai setiap setahun sekali. Balon di terbangkan dengan tenaga pengasapan dan tidak terbang bebas karena ada tali penambat untuk mengendalikan balon tersebut.
Saya kira dunia perlu tahu bahwa di Wonosobo, Indonesia ada tradisi penerbangan balon udara dengan warna-warni balon
” berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp 5 juta rupiah + 1X SanDisk Extreme Portable SSD 1TB + 1X SanDisk Extreme PRO SDXC card 512GB + 1X SanDisk Extreme PRO microSDXC card 1TB.

Juara favorit: Miftachul Rahardoni

Karya foto yang mendapatkan votes terbanyak di Facebook, dengan caption: “Memiliki tanah leluhur yang sarat akan keindahan alam dengan pantainya, selalu membuat kami merasa bangga dan ingin kembali menikmati manakala ada waktu luang #ShareYourWorld” mendapatkan 1X SanDisk Extreme Portable SSD 1TB.

Keputusan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Hadiah berupa perangkat SanDisk, seperti SanDisk Extreme Portable SSD memiliki kinerja tinggi yang memanfaatkan teknologi NVMe™ in-house berkecepatan tinggi dari Western Digital untuk secara dramatis meningkatkan kecepatan transfer hingga 1.050MB/s**. Selain itu, perangkat ini memungkinkan fotografer dan videografer untuk memindahkan video dan foto tingkat profesional dengan cepat, bahkan mengeditnya langsung dari drive.

Pemenang juga mendapatkan hadiah SanDisk Extreme PRO SDXC card 512GB dan SanDisk Extreme PRO microSDXC card 1TB, yang memiliki kecepatan dan kapasitas yang lebih tinggi untuk menangkap dan memindahkan foto dan video beresolusi tinggi dalam jumlah besar, baik pada smartphone, drone, dan action camera. Perangkat ini akan membantu fotografer kedepannya untuk menciptakan konten yang mereka inginkan, tanpa perlu khawatir tentang keterbatasan memori penyimpanan atau waktu transfer data yang terlalu lama.

Karya hasil Lomba Fotografi juara 1-3 juga mendapatkan kesempatan untuk menjadi visual utama dalam kampanye SanDisk Share Your World di seluruh Indonesia, dengan kredit foto kepada pemenang. Lebih lanjut mengenai SanDisk Share Your World campaign dapat dilihat pada halaman resmi SanDisk.

SanDisk menyampaikan ucapan selamat kepada pemenang! Semoga hadiah yang didapatkan dapat bermanfaat dan menjadi pemacu untuk terus berkarya kedepannya. Bagi seluruh peserta yang turut memeriahkan Lomba Fotografi #ShareYourWorld Persembahan SanDisk ini, terima kasih banyak telah berpartisipasi dan nantikan Lomba Persembahan SanDisk selanjutnya

{ 1 comment }

Lumix Masterclass, 22 Maret 2020

Update : karena situasi yang berkembang terkait pandemi global, maka kegiatan ini ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Pada kesempatan ini pengguna kamera Lumix bisa belajar dan diskusi lebih dalam mengenai seluk beluk kamera Lumix supaya bisa lebih memaksimalkan fitur fotografi di kameranya. Di acara ini peserta akan dibimbing oleh saya (Erwin M.) khususnya seputar :

  • mode eksposur dan metering
  • pengaturan White Balance
  • sistem auto fokus DFD
  • shutter mekanik vs elektronik
  • drive mode, termasuk 4K/6K photo
  • post focus
  • creative video : timelapse dsb
  • kustomisasi tombol dan menu
  • diskusi dan tanya jawab seputar teknik fotografi

Jadi jangan lewatkan kesempatan ini, daftarkan diri anda ke Iesan di 0858-1318-3069 sebelum kehabisan tempat. Biaya pendaftaran Rp. 50.000,- termasuk makan siang.

[continue reading…]
{ 1 comment }

Lima kelebihan dan kekurangan Leica Q dan Q2

Saya mengunakan kamera Leica Q sudah kurang lebih dua tahun, dan selama ini saya menemukan berbagai kelebihan dan kekurangan kamera Leica Q.

Artikel ini hadir di Youtube Infofotografi juga. Silahkan menyaksikan.

Keunggulan pertama dari Leica Q dia memiliki sensor full frame, meskipun body kameranya tergolong ringkas. Dengan sensor full frame dan resolusi 24MP untuk Leica Q (Typ 116) dan 47 di Leica Q2, kualitas gambar sangat bagus dari hal detail, gradasi warna dan relatif bersih di ISO tinggi.

Yang kedua adalah lensa Leica 28mm f/1.7 OIS yang sudah fix di kamera ini, artinya tidak bisa diganti-ganti. Meskipun gak bisa diganti, lensa ini fleksibel untuk berbagai jenis pemotretan, seperti landscape, portrait orang dan lingkungannya.

[continue reading…]
{ 0 comments }

Kami sering ditanyai tentang rekomendasi kamera dan lensa, dan tentunya kami berusaha memberikan rekomendasi terbaik tergantung budget dan kebutuhan. Tapi ada juga yang ingin mengetahui apa yang kami pakai saat ini. Tentunya peralatan yang kami gunakan saat ini bukan yang terbaru atau terbaik, tapi cukup untuk kebutuhan kami saat ini.

Untuk fotografi, Enche Tjin biasanya mengunakan banyak kamera, tergantung yang pinjaman dan kamera / lensa yang sedang di review. Tapi saat senggang, biasanya Enche mengunakan Leica SL dan beberapa lensanya antara lain SL 24-90mm f/2.8-4 OIS, SL 50mm f/1.4 dan 16-35mm f/3.5-4.5, 7Artisans 75mm f/1.25, Sedangkan kalau sedang cari yang compact/ringan, Enche mengunakan Leica Q dan Leica D-Lux7 untuk travel/street photography.

Sedangkan Iesan Liang biasanya mengunakan Panasonic Lumix G85 dan lensa Lumix 12-35mm f/2.8 untuk serbaguna, Leica 15mm f/1.7 dan Leica 25mm f/1.4 untuk kondisi gelap. Untuk foto dan terutama untuk merekam video Youtube, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Alasan Iesan mengunakan Lumix G85 karena sistemnya ringan dan compact sehingga tidak melelahkan saat merekam video (handheld) dan juga sudah ada stabilizer di body yang sangat stabil.

Erwin Mulyadi biasanya mengunakan banyak kamera juga, karena aktif mereview dan mengajar di Infofotografi, beberapa kamera yang sering digunakannya antara lain Panasonic Lumix GX9 dengan 12-32mm, 15mm f/1.7 untuk street dan travel, Sony A7 III dengan berbagai lensa Tamron dan Kamera DSLR Canon 70D dengan berbagai lensa.

Mudah-mudahan informasi ini bisa membantu teman-teman yang penasaran apa gear pilihan kita saat ini. Tentunya seiring waktu berjalan, maka pilihan kami akan berubah karena kebutuhan berubah ataupun teknologi meningkat.

{ 8 comments }

Belakangan banyak pertanyaan yang masuk menanyakan bagus kamera Fujifilm X-T3 dengan Panasonic Lumix G9, atau X-T30 dengan G95. Kalau saya perhatikan tidak ada kamera yang terbaik, tapi setiap merk dan type ada kelebihannya masing-masing.

Panasonic G9

Kelebihan dari Lumix G yaitu model G9 dan G95 terletak di dua hal, yaitu punya image stabilization di body, sehingga memotret subjek diam di kondisi gelap atau merekam video tanpa stabilizer (tripod/gimbal) sangat memungkinkan. Kelebihan kedua adalah Lumix G9 dan G95 punya weathersealing anti air dan debu yang kuat. Ketiga mungkin ini bukan kelebihan tapi perbedaan. Lumix punya layar yang bisa di lipat dan putar ke depan sedangkan Fuji bisanya ditekuk ke atas dan kebawah.

[continue reading…]
{ 2 comments }

Sistem kamera L-mount Alliance di 2020

L-mount Alliance diumumkan tahun 2018 yang terdiri dari Leica, Panasonic dan Sigma. Ketiganya sepakat untuk mengembangkan kamera dan lensa dengan L-mount ke depannya dan berbagi informasi/protokol sehingga pengguna dalam menukar pasang kamera/lensa antar merk dengan leluasa dan 100% compatible. Bagaimana perkembangan L-mount saat ini, dan apakah bijak investasi ke sistem ini dan apa potensi kedepannya?

Sejarah L-mount

L-mount pertama kali hadir di tahun 2014, saat itu namanya Leica T / T-mount) dan kemudian penerusnya berganti nama menjadi TL, sehingga nama mountnya juga berubah menjadi L-mount.

Dari 2014 sampai 2018, Leica sendiri yang mengembangkan sistem kameranya, diawali dari sistem APS-C yaitu Leica T (2014), setahun kemudian, Leica mengumumkan Leica SL (2015) dengan sensor full frame. L-mount dirancang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, yaitu dengan diameter 51.6mm dan flange back 20mm sehingga cukup fleksibel untuk membuat kamera yang compact dengan sensor APS-C dan full frame.

L-mount yang tidak begitu besar (51mm) fleksibel untuk mengakomodir dua jenis sensor kamera, APS-C dan Full frame. Sumber ilustrasi: Apotelyt
[continue reading…]
{ 1 comment }

Halo teman-teman, sebagai sesi pertama dari seri workshop Infofotografi dengan Lumix Indonesia, kita akan mengadakan hunting foto di daerah Dukuh Atas Sudirman Jakarta, dengan tema Urban Photography.

Acara dijadwalkan pada hari Sabtu, 7 Maret 2020 mulai jam 16.30 WIB dan kita berkumpul di spot budaya Dukuh Atas (dekat tempat skateboard). Kita akan memotret banyak hal terkait kehidupan modern masyarakat urban Jakarta seperti taman, jalanan, gedung-gedung, dan aktivitas masyarakat di perkotaan. Saat sudah menjelang malam, kita akan naik ke jembatan penyeberangan untuk memotret slow speed dengan tripod.

[continue reading…]
{ 2 comments }

Panasonic Lumix G9 vs G95 apa bedanya?

Kamera Lumix G9 belakangan naik daun lagi karena harganya sudah turun ke Rp17.5 juta dari Rp22.99jt saat peluncuran dua tahun yang lalu (2018), dan mendapatkan firmware update baru. Sedangkan Lumix G95 adalah kamera yang baru diluncurkan bulan April tahun lalu (2019). Harga G95 body-only sekitar Rp14.99jt, tidak terpaut terlalu jauh bukan?

Kiri: Lumix G95, Kanan G9

Pertama-tama kita harus kenal dulu kalau G9 yang 1 digit kelasnya diatas yang G95 (dua digit). Jadi G9 dibuat untuk tingkat yang lebih pro. Jadi punya kelebihan di kualitas body, misalnya grip lebih besar, ada top LCD screen, baterai yang lebih besar kapasitasnya, jendela bidik yang lebih besar, dan punya dual memory card slot.

Kinerja kamera juga lebih unggul G9, misalnya kecepatan foto berturut-turutnya bisa mencapai 20 fps dengan electronic shutter, 9 fps dengan mechanical, sedangkan G95 mentok di 9 fps, dan 6 fps dengan continuous shooting. Untuk stabilizernya, G9 juga lebih kuat (6.5 stop dibanding 5 stop).

Dari segi video, G9 unggul di kemampuan merekam 4K tanpa crop, sedangkan yang G95 ada 1.28x crop, tapi kelebihan G95 yaitu bisa rekam tanpa batas waktu.

Bagi yang ingin kamera seringan mungkin, G95 lebih unggul karena fisiknya lebih kecil dan lebih ringan, berat G95 hanya 536g sedangkan G9 beratnya 658g, keduanya sudah dengan baterai terpasang.

Memilih yang mana tergantung dari budget, dan tentunya secara keseluruhan G9 adalah kamera yang lebih baik yang mana tercermin dari kelas, spec dan harganya. Tapi G95 punya beberapa kelebihan misalnya bisa rekam tanpa batas waktu, lebih ringan dan kecil, dan mungkin lebih cocok dan pas di kantong.


Ingin ikutan workshop belajar fotografi bersama Infofotografi & Panasonic? Silahkan kunjungi jadwal acara di halaman ini.

{ 0 comments }