≡ Menu

Nikkor 135mm f/2.8 AIS Review

Setelah mencoba lensa jadul Nikkor 35-105mm f/3.5-4.5, saya mencoba mencari lensa lama Nikkor lagi. Sebagai info, lensa Nikkor adalah donor universal (golongan darah O), karena kebanyakan bisa dipasangkan ke banyak kamera lain. Kebetulan ada Sony A7s yang dipinjamkan ke saya oleh Sony Indonesia, maka saya coba lensa ini di studio.

Dari kualitas fisiknya, lensa ini termasuk sangat bagus jika dibandingkan dengan lensa jaman sekarang yang kebanyakan casingnya plastik. Ukurannya juga termasuk ringan. Panjangnya sekitar 8-9 cm saja, tergantung jarak fokusnya. Diameternya juga relatif kecil untuk lensa telefoto berbukaan f/2.8 yaitu 6.4 cm. Filter yang digunakan 52mm, relatif kecil dan terjangkau harganya.

Yang cukup unik bagi saya adalah lens hoodnya sudah built-in, jadi tidak perlu repot untuk memasang dan melepas lens hood saat ingin memotret atau menyimpan kamera. Konstruksi lens hood sayangnya dari plastik dan relatif mudah ke gores, tapi tidak apa supaya tidak terlalu berat.

Lensa ini termasuk ringan untuk lensa telefoto fix yaitu 435 gram, bandingkan dengan Nikkor AF 135mm f/2 DC yang beratnya 817 gram, atau Canon 135mm f/2 beratnya 708 gram. Lensa Nikkor 135mm f/2.8 ini ukurannya bisa kecil karena tidak ada motor autofokus, image stabilization dan bukaannya tidak terlalu besar (f/2.8).

Untuk ketajaman foto, di studio dengan flash, ketajaman lensa ini sangat tinggi dan sensor gambar yang tidak terlalu besar (12 MP) terutama saat menggunakan bukaan sedang seperti f/5.6.

Hasil foto portrait dengan A7s dan Nikkor 135mm f/2.8

Hasil foto portrait dengan A7s dan Nikkor 135mm f/2.8 – Talent: Marla Yunita

crop-100-135mm-f28

Crop 100% dari foto diatas. Tanpa retouch/edit

Saat menguji dengan kamera bersensor 24MP seperti Nikon D600 atau Sony A6000 di outdoor, ketajaman lensa ini agak berkurang, terutama saat cahayanya kurang mendukung misalnya backlight atau mendung.

Karena tidak ada stabilizer, penggunaan lensa 135mm agak sulit di kondisi cahaya gelap, karena membutuhkan shutter speed yang cukup cepat supaya ketajaman foto optimal. Saran saya mengunakan shutter speed 1/200 detik atau lebih cepat lagi.

Biasanya, lensa 135mm digunakan untuk foto portrait close-up atau candid. Karena jarak fokus yang tele dan bukaan maksimum yang lumayan besar, maka  mudah sekali membuat latar belakang blur (bokeh).

Lensa ini berhenti diproduksi tahun 2002, jadi kalau berminat, bisa mencari lensa bekasnya. Harga lensa sekitar 1.75 – 2.5 juta. Harga tergantung kondisi lensanya.

Saran saya untuk mengoptimalkan hasil gambar dengan lensa ini atau lensa jadul lainnya yaitu gunakan kamera yang sensor gambarnya tidak terlalu tinggi (12-16 MP) misalnya, lalu gunakan bukaan yang sedang, sekitar 2-3 stop dari bukaan maksimumnya, misalnya f/5.6-f/8.

Lensa ini bisa digunakan di kamera DSLR Nikon modern dari yang pemula sampai canggih. Bedanya dengan lensa Nikon modern adalah:

  • Tidak bisa autofokus. Untuk memfokuskan subjek foto, di dalam jendela bidik biasanya ada tanda bulatan hijau dan panah kiri dan kanan untuk memberi petunjuk kearah mana harus memutar. Tidak terlalu sulit, tapi lebih memakan waktu dan tenaga mata. Karena itu juga lensa ini tidak cocok untuk foto subjek bergerak.
  • Tidak ada data bukaan. Karena bukaan diatur di badan lensa (dengan memutar ring bukaan), dan tidak ada komunikasi antara lens dan kamera, maka data bukaan/aperture/diafragma tidak terekam dalam data gambar.
Nikon 135mm f/2.8 dipasang ke Sony A7 dengan adapter

Nikon 135mm f/2.8 dipasang ke Sony A7 dengan adapter Sony NEX/E-mount ke Nikon AI (bisa dibeli disini)

Spesifikasi:

  • Berat: 435 gram
  • Filter: 52mm
  • Panjang maksimum 9.15 cm, minimum 8.35 cm
  • Aperture max/min: f/2.8-32
  • Lensa FX (mencakupi full frame/APS-C)
Sony A7 dan Nikon 135mm dengan adapter dilihat dari atas

Sony A7 dan Nikon 135mm dengan adapter dilihat dari atas

Dalam pemotretan dibawah saya mengunakan Sony A7s dan lensa ini saya pasang dengan adapter. Dengan kamera mirrorless dibandingkan DSLR, operasi autofokus lebih mudah, karena ada fitur focus peaking yang sangat membantu dalam memastikan akurasi fokus.

focus-peaking-s

Focus peaking: Bagian yang merah berarti dalam fokus.

Oke, ringkasan kelemahan dan kelebihan lensa Nikkor 135mm f/2.8 AIs:

+ Konstruksi solid, sebagian besar dari logam
+ Ring fokus mantap dan panjang memudahkan untuk manual fokus yang akurat
+ Ukuran tidak terlalu besar dan relatif ringan untuk lensa fix 135mm
+ Kualitas foto sangat tajam di bukaan sedang (f/5.6)
+ Harga relatif murah dibandingkan dengan lensa baru/modern
+ Lens hood sudah built-in dan ukurannya kecil
– Nilai bukaan/aperture tidak terekam dalam data foto
– Tidak bisa autofokus
– Tidak optimal di kamera yang megapixelnya banyak (24 MP ke atas)
– Lens hood dari plastik, mudah kegores
– Chromatic abberation cukup tinggi di bagian highlight (terang) saat motret di pencahayaan yang kontras

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 13 comments… add one }
  • Rizal ronaldo January 10, 2017, 9:42 pm

    Om lensa 135 jika di pasang di nikon d5500 cocok nggak om? Dan apakah boleh dan ketajamannya bisa mantap.? Terimakasih..

    • Enche Tjin January 11, 2017, 6:32 pm

      Udah kurang oke sih, terutama kalau backlight dan di set di bukaan besar. D5500 juga kan megapixelnya banyak, jadi udah gak terlalu tajam kalau di zoom 100%. Kalau kondisi cahayanya baik masih lumayan. Tapi kalau perlu lensa tele, saran saya mendingan beli yang baru, kalau yang terjangkau AF-S 55-200mm VR II.

  • pradhikadika December 16, 2014, 1:59 pm

    kalo untuk full body bisa bokeh sm kayak Nikon 135mm f/2 DC nggak om ? paling ndak 11:13

    • Enche Tjin December 17, 2014, 9:16 am

      Gak sebokeh f/2 dong

  • Parsaoran July 22, 2014, 6:12 pm

    Selamat malam Bg. Saya mau tanya mengenai lensa. Ada yang nawarin kesaya lensa Nikon tele Macro 70-300 mm. Saya mau tanya, Apa beda Lensa Tele dengan Lensa tele macro yang bg. Trimakasih atas pencerahannya.

  • NHK_ July 10, 2014, 6:53 pm

    sepertinya mas enche sudah mulai keracunan lens manual yaa hehehe..

  • adit July 10, 2014, 3:06 pm

    ko, kok nggak maksimal waktu di pake di body dgn resolusi besar?kenapa alasannya ko?

    • Enche Tjin July 10, 2014, 3:13 pm

      Lensa ini dibuat jaman kamera film dan kamera digital yang resolusinya cuma 4-6 MP, teknologinya juga teknologi lama. Lensa baru-baru yang sekarang teknologinya baru dan materialnya disesuaikan dengan sensor kamera beresolusi tinggi. Maka itu lensa-lensa sekarang yang berkualitas harganya juga lebih tinggi.

  • Wisnu July 10, 2014, 12:39 pm

    Mata saya kok lbh tertuju ke yg nempel di blkg lensa ya… Huehehehehe… Nice review pak! Saya dulu punya lensa ini.
    #mantanNikonian.

    • Enche Tjin July 10, 2014, 12:43 pm

      Haha A7s kayaknya ideal buat Bapak: silent shutter+iso tinggi

Leave a Comment