≡ Menu

Leica SL cocoknya buat siapa ya?

Leica SL, kamera mirrorless Leica ini memang sangat berbeda dengan kamera-kamera Leica pada umumnya. Saya melihat Leica SL (Review) merupakan platform yang bagus untuk berbagai jenis fotografi dan fotografer. Tapi siapa saja sih yang cocok untuk mengunakan kamera ini?

Pengguna lensa Leica M

Karena Leica SL dirancang untuk bisa mengakomodir dan mengenali lensa Leica M saat dipasang dengan adaptor Leica M ke Leica SL. Dengan mengenali lensa Leica yang terpasang, kamera dapat otomatis memperbaiki kelemahan lensa seperti vinyet, distorsi dan ketajaman di ujung frame foto untuk mendapatkan hasil foto yang lebih baik.

Alasan lainnya yaitu Leica SL merupakan kamera mirrorless dengan jendela bidik berukuran besar, pengguna lensa Leica M akan mendapatkan keuntungan lebih, terutama yang sering mengunakan lensa berbukaan besar seperti Leica Noctilux 50mm f/0.95 atau lensa telefoto Leica M 90mm f/2. Dengan jendela bidik yang besar, kemampuan focus peaking dan focus magnification, akurasi foto akan meningkat drastis.

leica-sl-nocti

Leica SL & Leica 50mm f/0.95 Noctilux

Blur/bokeh yang khas dengan lensa Leica Noctilux. Dengan kamera Leica SL, jauh lebih mudah untuk mendapatkan fokus yang tepat.

Blur/bokeh yang khas dengan lensa Leica Noctilux. Dengan kamera Leica SL, jauh lebih mudah untuk mendapatkan fokus yang tepat dan hasil yang maksimal. Foto oleh Tommy Siahaan.

Pemilik lensa Leica R

Dari ukurannya, Leica SL merupakan evolusi dari sistem kamera DSLR Leica R yang sudah tidak diteruskan pengembangannya. Dengan adaptor, lensa-lensa R bisa hidup kembali dan dikenali di kamera Leica SL.

Leica Leica R 180mm f/2. Cocok dihidupkan kembali dengan Leica SL+adaptor.

Leica Leica R 180mm f/2. Cocok dihidupkan kembali dengan Leica SL+adaptor.

Fotografer profesional / enthusiasts

Pengguna kamera DSLR semi-pro/profesional yang menginginkan kamera dan lensa untuk mirrorless profesional yang berkualitas tinggi (kinerja, kualitas gambar dan kokoh). Lensa yang kini siap adalah 24-90mm f/2.8-4 & 90-280mm f2.8-4. Keduanya merupakan lensa yang sangat fleksibel, berkualitas tinggi dan handal untuk berbagai jenis fotografi.

Di tahun depan, Leica menyiapkan beberapa lensa baru antara lain Leica 50mm f/1.4 (Januari 2017) dan lensa-lensa Leica 35mm f/2, 75mm f/2, 90mm f/2 dengan ukuran lebih ringkas (filter 67mm) dan lensa zoom 16-35mm f/3.5-4.5.

Fotografer yang memiliki masalah dengan mata rabun

Fotografer yang memiliki masalah dengan mata yang sudah kurang awas, cocok pakai Leica SL, karena jendela bidiknya besar dan detail (4.4 juta titik). Bisa pakai layar LCD yang sudah touchscreen juga.

Fans & kolektor kamera Leica

Sepertinya gak perlu penjelasan lebih lanjut. 😉

Dan tentunya bukan berarti Leica SL kamera yang sempurna untuk semua fotografi. Leica SL ini tidak begitu cocok untuk fotografer yang mencari kamera yang ringan/compact karena berat body kameranya 800 gram, kurang lebih seperti kamera DSLR semi-profesional.

Apakah Leica SL cocok untuk saya?

Pada dasarnya, saya menyukai kamera yang kinerjanya cepat, karena dari dulu saya senang menangkap momen-momen candid. Dua kamera utama yang saya pakai dalam jangka waktu lama yaitu Canon EOS 40D (2007-2009) dan Nikon D700 (2009-2016). Pada tahun 2014, saya membeli Nikon D600 dan sering saya gunakan untuk subjek statik seperti portrait atau pemandangan.

Saya menyukai Nikon D600 karena lebih ringan dari D700 dan resolusinya sudah 24MP, tapi jika dibandingkan, Nikon D700 masih punya banyak kelebihan, misalnya lebih kokoh, sistem autofokus lebih baik, jendela bidik lebih besar dan kecepatan foto berturut-turut lebih baik. Maka itu D600 sepertinya bukan upgrade, tapi lebih ke kamera pendamping kamera utama.

Saya sempat melirik kamera lain seperti Nikon D750, tapi setelah saya teliti, sepertinya tidak berbeda jauh dengan D600. Saya juga memperhatikan beberapa kamera lain selama ini, misalnya seperti Sony A7R II. Kamera tersebut memang sangat baik kualitas fotonya, resolusinya besar dan fisik kameranya relatif kecil, tapi kinerjanya agak pelan.

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu Leica SL, ternyata saya perhatikan kamera ini mirip jiwanya dengan Nikon D700. Body-nya kokoh dan berkinerja tinggi. Bedanya Leica SL ini mirrorless, jadi lebih ringan 200 gram, dan lebih asyik lagi karena saya dapat memasang lensa-lensa DSLR yang sudah saya miliki dengan adaptor.

Leica SL dengan adaptor Novoflex untuk memasang lensa-lensa DSLR Canon EOS.

Leica SL dengan adaptor Novoflex untuk memasang lensa-lensa DSLR Canon EOS.

Dibandingkan Nikon D700, Leica SL memiliki banyak peningkatan, seperti sistem autofokus yang lebih cepat, akurat dan area fokusnya bisa dipilih sampai ujung frame. Jendela bidik elektroniknya sangat besar dan detail, juga ada Wifi dan GPS yang sangat membantu saat traveling. Kapasitas baterainya juga tidak seperti kamera mirrorless pada umumnya yang cepat habis. Oleh karena banyak kelebihan tersebut, Leica SL kini telah menjadi kamera utama saya.


Saya akan mengadakan acara gathering untuk memperkenalkan kamera Leica dan juga Leica SL di Leica Store Plaza Senayan. Ikuti acara ini dengan mendaftar melalui email: leica.store.ps@gmail.com Jangan lupa mention Infofotografi/enche tjin sebagai referensinya. Trims 🙂

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 2 comments… add one }
  • nanang October 15, 2016, 12:52 pm

    Harganya berapa Om ?

  • Herini Soebari October 14, 2016, 3:51 am

    Akhirnya pada satu pilihan merk …yg mm “luar biasa”

Leave a Comment