≡ Menu

Apa yang membuat lensa besar dan berat?

Dalam beberapa tahun belakangan ini lensa-lensa baru yang diumumkan memiliki ukuran yang besar. Ukuran lensa yang berat biasanya berdampak ke ukuran lensa dan harga lensa juga.

Apa saja faktor yang menyebabkan lensa menjadi makin besar?

Kualitas lensa

Kamera dengan 100MP

Salah satu adalah kamera digital jaman sekarang resolusinya sangat tinggi, yaitu rata-rata sekitar 24MP, dan ada yang telah mencapai 50, bahkan 100 MP. Sedangkan sepuluh tahun yang lalu, kebanyakan kamera beresolusi sekitar 10 MP. Resolusi yang sangat tinggi membutuhkan kualitas lensa yang lebih tinggi, jika tidak, kualitas hasil foto tidak optimal, terutama saat di zoom di ukuran 100% atau cetak besar.

Untuk meningkatkan kualitas lensa, desainer lensa biasanya menambahkan dan membesarkan elemen lensa untuk mengoreksi efek yang tidak bagus seperti vinyeting (gelap di ujung frame foto), chromatic abberation, distortion dll.

Ukuran sensor kamera

Besarnya ukuran lensa dirancang untuk mencakupi ukuran sensor gambar kamera. Semakin besar ukuran sensor kamera, otomatis semakin besar ukuran lensanya. Contohnya lensa untuk kamera bersensor full frame (36 x 24mm) tentunya harus lebih besar dari lensa untuk kamera APS-C (24 x 15 mm) atau micro four thirds (17 x 13mm).

Bukaan lensa

Semakin besar bukaan maksimum lensa, semakin besarlah lensa tersebut. Contoh: Lensa Sony Zeiss FE 35mm f/2.8 jauh lebih kecil dari Sony 35mm f/1.4 Zeiss.

Lensa zoom yang bukaannya konstan akan lebih besar daripada yang variable. Maksud dari bukaan konstan adalah saat di zoom, bukaan maksimum lensa tidak berubah. Contohnya Lensa 18-55mm f/3.5-5.6 lebih kecil dari 17-50mm f/2.8.

Lensa Iberit 40mm f/0.85, relatif besar dan panjang karena bukaannya yang sangat besar.

Bahan casing lensa : Logam atau plastik?

Dahulu, kebanyakan lensa casingnya terbuat dari logam, tapi saat ini banyak yang dibuat dari plastik/polycarbonate. Yang terbuat dari plastik biasanya jauh lebih ringan karena logam lebih padat. Namun lensa yang terbuat dari casing logam biasanya lebih presisi, enak digunakan dan lebih tahan lama karena lebih kuat. Kalau jatuh, lensa dengan casing plastik mungkin langsung penyok atau pecah, tapi kalau logam, mungkin hanya beberapa goresan saja.

Focal length lensa

Jarak fokal lensa sangat menentukan ukuran lensa, semakin panjang, semakin panjang ukuran fisik lensa tersebut. Maka itu lensa telefoto hampir selalu lebih lebar dari lensa wide/lebar. Tapi yang paling ringkas biasanya lensa yang berjarak fokus sekitar 35-50mm, karena semakin lebar, maka desainer lensa akan membutuhkan elemen-elemen tambahan berukuran besar untuk menekan distorsi/cembung pada hasil foto. Karena itulah, lensa yang sangat lebar, biasanya ukurannya cukup besar dan berat.

Lensa yang focal lengthnya tidak bisa diubah/tidak bisa zoom (biasanya disebut lensa fix/lensa prime) biasanya lebih kecil daripada lensa zoom.

Weathersealing

Lensa yang punya spesifikasi weatherseal/waterproof dan dustproof (tahan cipratan air, suhu rendah/tinggi, tahan debu) akan lebih besar dan berat karena dibutuhkan segel-segel di setiap ruas lensa dan bagian mounting lensa untuk mencegah partikel air dan debu masuk ke dalam bagian dalam lensa.

Contohnya: Lensa Irix 15mm punya dua versi. Ada yang weathersealed, dinamakan Irix Blackstone, 12% lebih berat daripada yang tidak (Irix Firefly). Harganya juga berbeda, tapi kualitas optik lensanya sama.

Kiri: Irix Firefly, kanan Irix Blackstone

Lain-lain

  • Lensa yang bisa autofocus dan punya stabilizer built-in, biasanya akan lebih besar ukurannya.
  • Lensa yang bisa fokus lebih dekat atau lensa makro, biasanya akan lebih besar dan panjang daripada lensa yang tidak memiliki kemampuan foto dari jarak dekat.
  • Lensa-lensa yang dirancang khusus untuk kamera mirrorless cenderung lebih pendek dan lebih ringan daripada lensa untuk kamera DSLR.

Contoh kasus beberapa lensa:

Leica SL dan Lensa Leica M

Lensa Leica SL 24-90mm f/2.8-4 bukan lensa yang kecil dan ringan. Beratnya 1.1kg. Lensa zoom ini besar dan berat karena beberapa faktor, antara lain kualitas optiknya bagus untuk kelas kamera bersensor full frame. Fiturnya juga cukup lengkap, misalnya punya stabilizer built-in, autofocus cepat, weathersealed, casing logam, lensa zoom dengan jarak fokus 24-90mm (bukan 24-70mm), bisa fokus cukup dekat (30cm dari kamera). Jika bukaannya tidak variable, misalnya f/2.8 sampai 90mm, maka ukuran dan beratnya bisa lebih besar lagi. [Review lensa Leica SL 24-90mm f/2.8-4).

Lensa Leica M diminati karena ukurannya sangat compact dan kualitasnya sangat baik. Desainer lensa Leica M dapat membuat ukuran lensa kecil karena lensa Leica M adalah lensa manual fokus yang dirancang khusus untuk kamera mirrorless, tidak memiliki fitur stabilization, dan tidak bisa fokus terlalu dekat (minimum 70 cm).

Canon EF 28mm f/2.8 IS cukup compact, tapi jika kita bandingkan, Leica M 28mm f/2.8 jauh lebih kecil lagi.

Zeiss Otus dan Batis

Keluarga lensa Zeiss Otus ukurannya besar-besar, padahal lensanya fix dan manual fokus, kenapa? Karena kualitas optiknya hampir sempurna, siap untuk kamera dengan resolusi tinggi, mungkin sampai dengan 80-100MP, dan casing-nya dari logam, juga bukaannya besar (f/1.4).

Keluarga Zeiss Batis untuk kamera mirrorless Sony dirancang supaya tidak terlalu berat dan praktis dalam penggunaannya. Supaya bisa ringan bahan casingnya terbuat dari plastik, dan bukaan maksimumnya dibatasi di f/1.8.

Lensa kamera mirrorless Canon

Lensa-lensa mirrorless Canon rata-rata ukurannya kecil karena sebagian bahan dari plastik dan bukaan maksimum lensa tidak terlalu besar, spt Canon EOS M 18-150mm f/3.5-6.3 tergolong cukup slim dan lebih ringan dari lensa untuk DSLR Canon.

Lensa micro four thirds Panasonic dan Olympus

Sensor kecil, lensa bisa dirancang lebih kecil juga, termasuk lensa telefotonya, 30-100mm cuma 135 gram saja, dan 300mm f/4 (ekuivalen 600mm) Olympus (1.475 kg), sedangkan yang Canon 600mm f/4 untuk sensor full frame, beratnya 3.92 kg.

Kesimpulan

Nah, ternyata tidak ada lensa yang sempurna, pilihan yang baik tergantung dari kebutuhan dan toleransi setiap fotografer terhadap berat. Walaupun demikian, berat dan ukuran lensa sebaiknya tidak perlu dikuatirkan, karena penting juga untuk mengejar kualitas dan durabilitas lensa, tapi kalau niatnya untuk sekedar hobi sehari-hari, bisa saja memilih lensa yang lebih ringan, tentunya harus sedikit kompromi. Setiap orang memiliki prioritas yang berbeda, maka itu dengan panduan diatas, bisa mempertimbangkan dalam memilih lensa yang lebih cocok.


Ingin belajar fotografi? Kami rutin menyelenggarakan kursus fotografi, diantaranya Kursus kilat dasar fotografi dan lighting perdana di Green Lake City, Jakarta Barat, tgl 11-12 Maret 2017. Hub 0858 1318 3069/infofotografi@gmail.com untuk informasi.

Kami juga menerima pesanan kamera, lensa atau aksesoris kamera jika membutuhkan bantuan silakan hubungi kami.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 15 comments… add one }
  • Bello March 21, 2017, 11:12 pm

    Saya mau belajar serius tentang fotograpi, apa saya bisa belajar sama bapak??

  • Verry Susanto March 10, 2017, 10:51 am

    Ko Enche

    mau nanya dong, untuk lensa 80-200 AFD F2,8 apakah cocok untuk kamera dengan 24 MP (D750)?

    terimakasih

  • Sebas March 9, 2017, 8:32 pm

    Mau tanya bagusan mana ya antara Nikon AFS 50mm f1.4 dengan Sigma 50mm f1.4?
    Terima kasih.

    • Enche Tjin March 9, 2017, 10:37 pm

      Sigma 50mm f/1.4 ada dua jenis, yang Art tentunya jauh diatas kualitasnya. Nikon 50mm f/1.4 sama Sigma 50mm f/1.4 HSM yang lama, kurang lebih seimbang, kalau saya lebih milih yang Nikon AF-S 50mm f/1.4G karena autofokusnya biasanya lebih akurat.

  • Andrew March 9, 2017, 12:59 pm

    Koh enche
    Lensa tele 70-300vr dengan 55-200vrII
    Apa beda kualitas? Dan juga berhubung harga dan berat juga cukup signifikan

    • Enche Tjin March 9, 2017, 1:02 pm

      Kalau dari optik sudah lebih baik yg 55-200mm VR II untuk menyeimbangkan dengan kamera 24MP. Yg bagus dari 70-300mm adalah autofokus dan built qualitynya.

      • Andrew March 9, 2017, 1:09 pm

        Berarti dari segi kualitas gambar lebih baik 55-200vrII ya… Apakah pilihan yg mubazir jika saya membeli 70-300vr? Keperluan saya buat foto org dan candid koh.hehe

        • Enche Tjin March 9, 2017, 1:23 pm

          Ngomong2 70-300mm vr ada yang baru sekarang, yang af-p f4.5-6.3 DX. Kalau yang baru itu oke juga kalau butuh reach lebih dari 200mm.

          • Andrew March 9, 2017, 1:30 pm

            Wahh yg afp tapi saya ga pernah ketemu yg jual nya koh… Kira” brp harganya ya?

            • Enche Tjin March 9, 2017, 10:33 pm

              Sekitar 3-4 juta. Lensa baru sih, kalau gak salah keluaran tahun 2016.

    • Enche Tjin March 9, 2017, 1:11 pm

      Iya benar. Menurut saya better 55-200mm VR, kecuali perlu motret sports/wildlife, dan kameranya 12 MP.

      • Andrew March 9, 2017, 1:27 pm

        Oh iya, 1 lagi koh pertanyaan saya.
        Saya skrg memiliki lensa fix50mm f1.8G
        Biasa saya pakai buat foto model..apa perlu saya beli yg 85mm lagi dan jual 50mm saya? Apakah cukup saja dan lebih baik uang di tabung untk lensa yg memiliki guna yg berbeda? Mohon bantuannya koh

        • Enche Tjin March 9, 2017, 10:38 pm

          Iya lebih baik beli yang beda.

          • Andrew March 11, 2017, 11:43 am

            Oke thx koh enche atas arahan yg di berikan..hehe.. Ntar saya mau ikut kelas foto macro di infofotografi sepertinya

Leave a Comment