≡ Menu

Sony A9 : Kamera mirrorless terkencang untuk profesional

Sony mengumumkan kamera mirrorless baru yang diperuntukkan untuk fotografer profesional terutama di bidang photojournalistic (sports, wildlife, event). Nama kameranya Sony A9 yang berarti kamera flagship/terbaik. Sony biasanya mengunakan angka 5 sebagai nama kamera yang ditujukan untuk fotografer pemula, 6 untuk amatir, 7 untuk semi-profesional, dan 9 untuk profesional.

Dibandingkan dengan seri Sony A7 (A7S, A7R), Sony menyempurnakan seri kamera mirrorlessnya dengan berbagai teknologi baru yang menarik. Yang paling menonjol adalah sensor full frame baru 24MP CMOS yang berlapis. Salah satu lapisannya adalah memory yang berkapasitas besar dan memiliki kemampuan baca tulis 20 kali lebih cepat dari sensor biasa, sehingga dapat mewujudkan kecepatan foto berturut-turut sampai 20 foto per detik dengan buffer lapang (241 RAW/362 JPEG). Sensor baru ini juga memungkinkan untuk memotret tanpa suara (secara elektronik) sampai dengan 1/32000 detik tanpa rolling shutter dan shutter shock yang dapat membuat foto menjadi distorsi/kurang tajam.

Keluhan-keluhan fotografer profesional yang mengunakan seri A7 juga dijawab dengan berbagai peningkatan seperti baterai baru yang berkapasitas 2.2X lebih besar (480 foto per charge), layar sentuh dan joystick, Tombol dan dial khusus untuk mengatur mode Autofocus (AF-ON/Focus-Mode/Drive).

Mari kita simak Spesifikasi Sony A9 dibawah ini:

  • 24MP full frame stacked CMOS sensor
  • Processor BionZ X
  • ISO 100-51200 expandable ke 50-204800
  • 5-axis in-body image stabilisation dengan kestabilan sampai 5 stop
  • 4K Video recording full pixel readout tanpa pixel binning
  • Joystick untuk navigasi autofokus dan menu
  • Tombol khusus AF-ON, Dial drive/focus mode
  • Continuous shooting sampai dengan 20fps buffer: 241 RAW/362 JPEG
  • Electronic shutter sampai dengan 1/32,000 detik
  • 693 point phase detection AF dengan kalkulasi AF/AE sebanyak 60 per detik
  • Ethernet port untuk transfer file, Dual SD card
  • Baterai baru NP FZ100 2.2x baterai lama, 480 foto per full charge
  • Full HD 120 fps di 100Mbps untuk slow motion
  • Quad VGA OLED 3.686 juta titik viewfinder, 0.78X magnification
  • Dust and moisture proof
  • Touchscreen LCD 1.44 juta titik
  • Berat 673 gram

Dalam kesempatan yang sama, Sony juga mengumumkan lensa telefoto baru Sony FE 100-400mm f/4.5-5.6 GM OSS. Lensa telefoto baru ini memiliki berat yang tidak terlalu berat yaitu sekitar 1.3 kg. Dengan adanya teknologi baru ini, Sony menantang Canon dan Nikon di sisi kamera profesionalnya, terutama kamera Canon 1DX dan Nikon D5.

Dengan kehadiran Sony A9 ini, sepertinya SLT/A-mount akan pelan-pelan dilenyapkan dari peredaran karena spesifikasi Sony A9 ini sudah lebih tinggi dan desain kamera mirrorless yang lebih ringkas dan memungkinkan teknologi yang lebih  dashyat kedepannya daripada desain DSLT atau DSLR.

Sony A9 dengan lensa Sony FE 100-400mm f/4.5-5.6 GM OSS

Dilihat dari spesifikasinya, Sony A9 hampir sempurna. Kalau kita mau lebih kritis lagi, A9 sepertinya tidak tahan air/splash proof, hanya dust and moisture proof, dan resolusinya hanya 24MP, lebih rendah dari A7RII yang memiliki sensor 42 MP. Kekhawatiran lainnya adalah apakah kamera ini akan overheat (cepat panas seperti kamera mirrorless lainnya), dan apakah grip/pegangannya akan enak dan seimbang dengan lensa telefoto seperti lensa 100-400mm diatas? Hal-hal tersebut mungkin bukan masalah yang besar, tapi juga perlu diperhatikan.

Kualitas gambar Sony A9 dibawah dari A7R II dan dynamic range A9 dibawah A7R II, menjadikannya tidak cocok untuk fotografi pemandangan atau interior.

Dengan adanya Sony A9, saya memprediksi bahwa Sony mungkin saja sedang mengembangkan Sony A9R, yang memiliki resolusi besar (40MP+) untuk kebutuhan fotografer profesional dibidang landscape/pemandangan dan studio.

Harga Sony A9 adalah USD$4500, kemungkinan dijual di Indonesia dengan harga Rp 65-70 juta body only. Mungkin terasa cukup tinggi bagi penghobi fotografi tapi mungkin merupakan investasi yang baik untuk fotografer-videografer profesional kelas atas.


Yuk, ikuti kegiatan kursus, workshop dan tour Infofotografi. Jadwal dan materi bisa dibaca di halaman ini.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 8 comments… add one }
  • Budi May 5, 2017, 5:37 pm

    titik fokusnya seram …
    mau nanya Koh , cross type auto focus pada A9 tidak ada bila dibanding dengan kamera pro se levelnya. mengapa demikian ?

    • Enche Tjin May 12, 2017, 12:45 pm

      Cross type biasanya terdapat di sistem AF kamera DSLR, karena A9 mirrorless maka sistem autofokusnya agak berbeda. Tapi saya dengar ada mirrorless yang pakai cross type juga, yaitu Olympus OMD EM1 II.

    • kun June 19, 2017, 10:28 pm

      autofocus a9 dah setara ama nikon D5 ato malah lebih baik. cari youtube dah ada yg ngebandingin.

  • Nanda April 22, 2017, 11:42 am

    Om mau maaf mau tanya kalau kamera mirroles sony a5100 sma kamera fujifilm xa3 scara keseluruhan bagus mana ya? Karena harganya kan hmpir sama, jadi bingung.

    • arief May 13, 2017, 8:49 pm

      a9 jelas

  • Khercak April 22, 2017, 2:50 am

    Gendheng

  • Rikko anggara April 21, 2017, 8:11 pm

    Masuk list pembelian tahun depan. Hehehe

Leave a Comment