≡ Menu

Review lensa HandeVision Iberit 35mm f/2.4

Belum lama ini, saya berkesempatan menguji lensa Iberit 35mm f/2.4 yang dibuat oleh HandeVision, merk buah kerjasama antara perusahaan asal Jerman IB/E Optics GMBH dan Shanghai Transvision Photographic Equipment Co. Ltd yang terkenal membuat berbagai adaptor dengan merk KIPON. Lensa dirancang oleh Iberit dan diproduksi di Shanghai dengan standar kualitas Jerman sehingga harga jual menjadi lebih terjangkau.

Sebenarnya saya telah mengetahui bahwa HandeVision telah meluncurkan berbagai lensa sejak tahun lalu, tapi tidak ada yang mendistribusikan lensa ini di Indonesia. Awal bulan November yang lalu, saya menemukan bahwa toko Focus Nusantara telah mengimpor dan menjualnya ke pencinta fotografi di Indonesia. Lensa-lensa Iberit sebenarnya dibuat dalam berbagai jenis kamera mirrorless, diantaranya Sony E-mount, Fujifilm X-mount, Leica M-mount, dan L-mount. Focal length yang tersedia antara lain: 24mm, 35mm, 50mm, 75mm dan 90mm, kesemuanya memiliki bukaan maksimal f/2.4.

Saya berkesempatan mencoba lensa Iberit 35mm f/2.4 versi M-mount dan memasangnya ke Leica SL (L-mount) dengan adaptor. Kombinasi kamera dan lensa ini sangat unik, kameranya besar dan lensanya relatif kecil hehe. Saat digunakan cukup nyaman. Kamera lebih besar dari lensa biasanya gak masalah, tapi kalau lensanya lebih besar biasanya akan lebih tidak seimbang.

Kualitas konstruksi dari lensa ini sangat baik, terbuat dari bahan logam (alumunium, kuningan dan baja tahan karat) dan yang presisi dan berkualitas. Bukaan lensa bisa diatur di lensa, dengan 1/2 stop click. Ukuran lensa cukup mungil, yaitu 5.8 x 3.5 cm dan berat 220 gram. Filternya 49mm. Seperti lensa manual lainnya, Iberit memiliki angka-angka tanda jarak dan tanda jarak untuk zone focus/hyperfocal.

Sebuah lens hood dengan bahan logam telah disertakan dalam pembelian lensa. Di lens hood tertulis 35mm dengan warna biru yang merupakan focal length lensa. Desain lensa ini sepertinya terinspirasi dari lensa rangefinder Leica. Dari kualitas fisiknya terlihat mirip, hanya sedikit lebih besar daripada lensa Leica 35mm f/2.4 yang memiliki ukuran 5.2 x 3.4 cm dan berat 190 gram.

Saat mengunakan lensa ini dengan kamera mirrorless Leica SL, saya tidak menemukan kesulitan untuk manual fokus karena terbantu dengan fitur focus peaking dan focus magnification. Di saat cahaya terlalu terang, maka saya bisa mengunakan jendela bidik Leica SL yang sangat detail dan besar. Memutar ring fokus di lensa juga merupakan keasyikan tersendiri. Karena lensa yang saya gunakan adalah lensa untuk Leica M, maka saya dibatasi oleh close-focus distance (jarak fokus minimum) 70 cm. Tapi jika mengunakan lensa untuk L-mount, Sony E-mount dan Fuji X-mount, bisa lebih dekat lagi yaitu 35 cm.

Secara desain optik, lensa ini mengunakan formula klasik yang sederhana, yaitu 6 elemen di 6 grup. Dengan elemen yang tidak terlalu banyak, maka “rendering” hasil foto lebih menyerupai lensa jaman dulu yang memiliki karakter tersendiri. Lensa dapat menangkap detail dengan baik di kamera 24 MP full frame di bukaan terbesar (f/2.4). Ketajaman sedikit meningkat saat mengunakan f/2.8 dan mencapai puncak sekitar f/5.6. Ketajaman masih bagus di f/8 tapi saya tidak menyarankan mengunakan f/11 atau f/16 kecuali terpaksa karena menjadi agak soft karena difraksi lensa. Warna yang ditangkap lensa ini bagus. Dibandingkan dengan lensa Leica atau Zeiss, lensa Iberit tidak begitu menonjol micro-contrast-nya, tapi secara keseluruhan hasil gambarnya enak dilihat.

 

ISO 800, f/2.8, 1/125 detik

ISO 50, f/4, 1/160 detik

ISO 400, f/11, 1/60 detik

ISO 50, f/2.4, 1/320 detik

Kesimpulan

Pada dasarnya saya cukup menikmati mengunakan lensa Iberit 35mm ini karena ukurannya yang sangat compact, dan kualitas dari fisik lensa yang baik. Hasil foto dari lensa ini juga cukup baik, dapat menangkap detail dan membuat latar belakang blur yang halus. Karena mengunakan sedikit elemen lensa, kualitas hasil gambar terlihat lebih berdimensi dan tidak seperti digital yang kadang terlalu tajam dan sempurna. Lensa seperti ini bisa tahan lebih lama dibandingkan dengan lensa autofocus yang mengandalkan elektronik dan susunan motor fokus yang rumit. Lensa 35mm cocok untuk berbagai macam jenis fotografi, tapi paling sering digunakan untuk street photography, travel, dan terkadang untuk environmental portrait (foto orang dan lingkungannya).

Jika mengunakan beberapa jenis kamera mirrorless, saran saya memilih lensa Iberit untuk M-mount ini fleksibel untuk diadaptasikan baik ke kamera Leica M, Sony, atau Fuji dengan adaptor. Tapi jika Anda mengunakan satu jenis kamera saja, maka lebih baik mengunakan yang sudah dirancang khusus untuk kamera tersebut karena kamera bisa mengenali dan mencatat data setting kamera lebih lengkap. Dengan kualitas bahan lensa dan optik yang baik tentunya harga lensa dibawah 10 juta menurut saya masih wajar.

Jika ada pembaca yang membutuhkan lensa ini, dapat memesan via Infofotografi, via Iesan WA 0858 1318 3069. Terima kasih.

ISO 1250, f/2.8, 1/60 detik

ISO 800, f/2.4, 1/2500 detik

ISO 400, f/2.4, 1/200 detik

ISO 3200, f/2.4, 1/60 detik

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment