≡ Menu

Canon EOS R7 & R10 dibandingkan dengan pesaingnya

Pada tanggal 24 Agustus 2022, PT Datascrip meluncurkan duo kamera Canon R7 dan R10 ke Indonesia. Kamera mirrorless bergaya desain DSLR ini melengkapi dan sekaligus melangsingkan lini kamera Canon.

Untuk pembahasan detail dari kedua kamera dari desain dan fiturnya, teman-teman bisa baca dan nonton video review di YouTube infofotografi.

PERSAINGAN

Saingan Canon EOS R7 di kelas APS-C dan harga Rp 20-an juta tidak banyak, yang terdekat adalah Fujifilm X-T4 (rilis 2020) dengan harga dan spesifikasi yang hampir sama tapi dengan desain fisik yang berbeda. Tapi kalau lebih teliti, X-T4 yang menggunakan sensor X-Trans dan BSI akan lebih bersih dari noise saat menggunakan ISO tinggi.

Sebelum memutuskan memilih yang mana, fotografer juga harus mempertimbangkan lensa-lensa yang tersedia untuk kedua sistem ini. Untuk genre fotografi Sports & Wildlife, sistem Canon diatas angin karena memiliki banyak pilihan lensa telefoto dari yang zoom, fix, yang terjangkau maupun yang profesional. Dengan adapter EF to R, fotografer yang telah memiliki lensa-lensa telefoto DSLR juga bisa memanfaatkan lensa-lensa Canon mereka.

Dibandingkan dengan Sony A6600 (rilis 2019), R7 lebih bagus dari berbagai aspek dari hardware dan videonya. Nikon belum punya kamera mirrorless APS-C berkinerja tinggi saat ini. Yang paling mendekati adalah kamera dSLR Nikon D500.

Posisi Canon EOS R10

Canon R10 punya sistem autofokus dan teknologi seperti R7, tapi ada beberapa fitur dikurangi atau dihilangkan seperti baterai kecil, tidak ada built-in stabilization dan perekaman video C-log. R10 saya nilai merupakan upaya Canon untuk memberikan pilihan kamera yang lebih terjangkau dan compact untuk pemula. Di harga Rp 16 juta body only dan 17 juta dengan lensa 15-45mm, R10 ini memiliki persaingan yang lebih ketat daripada EOS R7.

Misalnya Fujifilm X-S10 (rilis 2020), yang memiliki built-in stabilization, headphone jack dan F-Log (R10 tidak memiliki fitur ini). R10 lebih cepat dari X-S10 dalam kinerja autofokus dan foto berturut-turutnya.

Juga ada Sony A6400 (rilis 2019) yang telah berumur tapi cukup solid dan fiturnya mirip dengan R10, hanya saja Sony A6400 layarnya tidak bisa diputar ke samping (tapi bisa ke atas) dan sekarang lebih terjangkau dan desainnya lebih compact. Harga terbaru Sony A6400 yaitu Rp 12 juta body-only.

Sedikit dibawah R10 juga ada Nikon Z50 (2020), kamera APS-C 20MP ini tidak secepat R10 dan layarnya lipat ke bawah daripada lipat kesamping. Harga Nikon Z50 saat ini sekitar Rp 13 juta dengan lensa kit.

Kinerja autofokus dan foto berturut-turut yang menjadi daya tarik Canon EOS R10

Kesimpulan

Canon EOS R7 adalah kamera mirrorless dari Canon yang menurut saya solid dalam arti lengkap fiturnya dan kemungkinan besar tidak banyak yang akan mengeluhkan kinerjanya. Cocok bukan hanya untuk wildlife dan sports, tapi juga untuk event, dan videografi yang tidak membutuhkan kemampuan low light yang mumpuni (untuk itu ada EOS R6/R5 yang bersensor full frame).

Di sisi lain, Canon EOS R10 baik untuk pemula yang ingin kinerja autofokus dan foto berturut-turut yang cepat, tapi punya beberapa keterbatasan yang dan saingan yang ketat sehingga memilih kamera ini tergantung dari preferensi masing-masing fotografer terhadap ekosistem dan desain kameranya.


Bagi teman-teman yang ingin belajar fotografi, silahkan periksa jadwal kursus kami atau hubungi WA 0858 1318 3069

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Instagram: enchetjin

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment