≡ Menu

Review Leica D-Lux 109 bagian pertama

Biasanya, kamera compact banyak komprominya, misalnya kualitas gambarnya kurang bagus terutama di kondisi cahaya yang gelap. Ada juga yang sensornya besar (APS-C atau full frame), tapi lensanya tidak bisa zoom, harganya sangat tinggi dan banyak yang tidak memiliki jendela bidik.

Kamera Leica D-Lux (Typ 109) ini berbeda dengan kamera compact pada umumnya. Kamera ini memiliki sensor gambar yang relatif besar, yaitu four thirds sensor yang biasa dipakai di kamera DSLR/mirrorless Olympus dan Panasonic. Selain itu, lensanya memiliki rentang fokal yang fleksibel yaitu equivalent dengan 24-75mm dan bukaan lensa yang besar yaitu f/1.8-2.8 plus fungsi makro (bisa fokus jarak dekat) dan stabilizer. Dengan lensa seperti ini, kita dapat memotret di berbagai kondisi, baik terang atau gelap tanpa kesulitan.

Selain lensa dan sensor yang digunakan, daya tarik lain Leica D-Lux adalah desainnya yang dari depan terkesan minimalis, tapi kalau dilihat dari atas dan belakang, jumlah tombol, roda dan tuas-tuas pengaturan cukup lengkap untuk memudahkan fotografer untuk mengubah setting dengan cepat tanpa harus banyak mencari setting di dalam menu.

Dalam review kali ini, saya tidak akan membahas terlalu banyak soal teknis/spesifikasi kamera, tapi saya ingin berbagi foto-foto yang saya buat dengan kamera ini dalam salah satu tour foto Infofotografi:

D-Lux berhasil menangkap gradasi langit sesaat sebelum matahari terbit dengan baik. Perahu saya terangkan sedikit saat editing dengan Lightroom supaya detailnya terlihat lebih jelas. ISO 200, 1/125, f/4, 24mm.

Berbeda dengan kamera compact pada umumnya, sulit membuat latar belakang blur saat foto portrait. Karena Leica D-Lux 109 ini memiliki sensor yang cukup besar dan lensa dengan bukaan besar, latar belakang blur dapat dicapai. Yang saya suka juga adalah profile warna Leica yang natural. ISO 200, 1/400 detik, f/2.8, 75mm.

Foto ini adalah gabungan dari lima foto dengan gelap terang yang berbeda-beda dengan teknik bracketing, dan editing di Lightroom. Meskipun Anda tidak bisa mendapatkan foto seperti diatas dengan sekali foto langsung dari kamera, saya ingin menunjukkan bahwa dengan penguasaan teknik foto dan editing yang baik, dengan kamera compact seperti ini pun bisa menghasilkan hasil gambar yang bagus.

Lensa Leica D-Lux 109 mendukung fungsi makro, atau bisa fokus dekat, saat fokus dekat dengan subjek, memungkinkan kita untuk membuat latar belakang menjadi blur terutama jika jarak antara subjek dan latar belakang cukup jauh. ISO 200, f/2.8, 1/640 detik.

Leica D-Lux memiliki tuas di bagian atas kamera untuk mengubah aspek rasio. Untuk pemandangan yang lebar, saya mencoba aspek rasio 16:9 atau widescreen. Karena desain sensor kamera ini yang unik, perubahan aspek rasio dari 4:3, 3:2 dan 16:9 tidak terlalu menurunkan resolusi gambar. Seperti yang kita lihat diatas, dynamic range sensor kamera ini cukup baik untuk menangkap gradasi dari terang ke gelap dengan baik. ISO 200, f/4, 1/5000 detik, 25mm.

Kualitas gambar

Kalau ditanya apakah kualitas gambarnya setara dengan kamera DSLR/mirrorless? Saya akan mengatakan kamera ini setara dengan kamera mirrorless Olympus & Panasonic, yang berarti satu tingkat dibawah kamera DSLR/mirrorless bersensor APS-C, dan dua tingkat dibawah kamera bersensor full frame seperti Leica SL, Canon 6D, atau Nikon D610, dan Sony A7. Walaupun demikian, kualitas gambar kamera compact ini beberapa tingkat diatas kamera ponsel dan setingkat diatas kamera bersensor 1 inci seperti Sony RX100 atau Panasonic LX10.

Meski tidak setara dengan kamera bersensor APS-C, di kondisi tertentu, bisa jadi kualitas gambar yang dihasilkan Leica D-Lux 109 ini lebih bagus. Hal ini disebabkan karena kualitas lensanya yang tajam, bukaannya besar dan dilengkapi dengan peredam getar (Image Stabilization) sehingga di kondisi cahaya gelap bisa jadi lebih unggul.

Kamera ini cocok untuk traveler dan penghobi fotografi yang menginginkan kamera compact yang menawarkan kemampuan yang mendekati kamera mirrorless/DSLR. Selain itu, Leica D-Lux ini juga cocok sebagai kamera kedua (cadangan) atau kamera sehari-hari untuk fotografer yang memiliki kamera DSLR/mirrorless pro yang ukurannya besar.

Saya belum berkesempatan banyak dalam mencoba memotret di kondisi cahaya gelap, tapi saya berencana akan menguji kamera ini di kondisi cahaya minim dalam waktu dekat dan akan melanjutkan review kamera ini ke bagian dua.

Spesifikasi utama kamera Leica D-Lux 109

  • 12.7 MP multi aspect ratio four thirds sensor
  • Lensa Leica 24-75mm f/1.8-2.8 OIS
  • ISO 200-12500 (bisa di ekspansi ke 100 & 25000)
  • Shutter: 60 detik sampai 1/16000 detik
  • Jendela bidik 2.7 juta titik
  • 4K video recording
  • Wifi + NFC
  • Timelapse mode

Sebagai rangkuman, saya senang mengunakan kamera ini karena beberapa hal yaitu:

  • Kualitas foto yang sangat baik untuk kategori kamera compact
  • Ukuran compact dan cukup ringan (399 gram)
  • Kualitas lensa sangat baik dan fleksibel
  • Desain minimalist ala Leica, tapi cukup banyak tombol, roda dan dial
  • Kinerja autofokus untuk subjek diam sangat cepat
  • Ada wifi untuk transfer foto atau sebagai remote kamera
  • Kapasitas baterai cukup untuk sekitar 300 foto per charge
  • Harga terjangkau relatif terhadap kamera merk Leica lainnya

Tidak banyak kelemahan kamera ini sebagai kamera compact, tapi tidak ada kamera yang sempurna

  • Tidak ada layar sentuh atau putar
  • Kecepatan buka tutup kamera relatif lambat (kurang lebih 2 detik)
  • Kinerja autofokus tidak begitu baik dalam mengikuti subjek bergerak sangat cepat

Bagi saya, Leica D-Lux 109 ini adalah seperti buku sketsa (sketchbook) yang mudah dibawa kemana-mana dan relatif mudah digunakan. Desainnya yang minimalist dan timeless, membuat penggunanya dapat menikmati kamera ini lebih lama dan untungnya harganya pun juga cukup terjangkau dibandingkan dengan kamera Leica lainnya.


Jika teman-teman berminat membeli kamera ini, boleh menghubungi saya : Enche Tjin 0858 1318 3069. Saya akan membantu untuk mendapatkan kamera ini  dengan harga yang oke dari distributor resmi Leica Indonesia dengan garansi tiga tahun dan 90 hari akses Adobe Lightroom CC (untuk editing dan manajemen foto).

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 11 comments… add one }
  • Bayu Oktavian September 19, 2017, 8:01 am

    Om mau nanya dengan xt20 leica dlux 109 kualitas gambarnya utk hanya upload IG (tidak dicetak) bagus mana ya

    • Enche Tjin September 19, 2017, 8:41 am

      Keduanya berbeda si, xt20 bisa ganti lensa, dlux gak bisa. Tapi bagusnya dlux, lebih compact dan lensa zoomnya kualitasnya sangat baik. Bukaan lensanya f1.7-2.8 tergolong sangat besar untuk lensa zoom ekuivalen 24-75mm.

  • Ipan August 16, 2017, 2:24 am

    Koh, dengan budget yg hampir sama mending beli ini apa V-Lux 114?

    • Enche Tjin August 17, 2017, 11:23 am

      Beda sih kameranya, yang V-Lux itu bagus zoomnya bisa lebih jauh, cocok kalau banyak foto outdoor, yang D-Lux 109 lebih fleksibel dalam kondisi terang ataupun gelap.

  • Rocky August 1, 2017, 8:45 pm

    Ko, kamera ini sama Sony Rx100 V Dan Panasonic LX10 Bagusan Mana Ya Untuk Kualitas Hasil Foto Dan Video? Soalnya Benar2 Bingung…

    • Enche Tjin August 1, 2017, 8:45 pm

      RX100 V lebih baik dari LX10, tapi Leica D-Lux 109 lebih baik dari keduanya 🙂

      • Rocky August 1, 2017, 9:08 pm

        Kalau untuk low light ko bagus juga hasilnya?

  • joni July 29, 2017, 7:48 am

    ini sama gak yg panasonic lumix lx100 ?

    • Enche Tjin July 29, 2017, 9:22 am

      Mirip tapi tidak sama, dari desain, profil warna dan garansi 3 tahun yang Leica.

  • japra July 22, 2017, 8:55 am

    ini kalo fitur sih maksimal abis koh apalagi bukaan lensanya ajib dari 12 ke 75mm, pengen tanya bbrp hal aja, barrel distorsion gbr di 12mm kelihatan tidak? IS membantu sekali atau tidak untuk foto malam misalnya? kalo buat landscape sy lihat bagus ya asalkan pakai filter atau bracketing, thanks..

Leave a Comment