≡ Menu

Kursus kilat dasar fotografi & lighting
Sabtu & Minggu 9 & 10 Mei 2015
Daftar/Info: hub: 0858 1318 3069

Tips motret travel portrait yang natural

Saat traveling, mungkin kita akan menemukan orang-orang yang unik dan berbeda dengan tempat tinggal kita. Mungkin orang tersebut berbeda suku, berbeda pakaian atau memiliki karakter yang menarik. Orang-orang seperti itu biasanya menarik untuk dipotret.

Mungkin Anda mengira foto portrait travel yang bagus hanya bisa dibuat dengan kamera dan lensa yang mahal dan teknik editing yang tinggi, tapi sebenarnya ada yang jauh lebih penting dari itu.

Tantangan untuk membuat foto portrait yang bagus adalah membuat foto portrait yang terkesan alami/natural. Orang yang dipotret seharusnya tidak kaku, merasa tidak nyaman atau merasa terpaksa, dan terganggu atas kehadiran fotografer.

portrait-yunnanSaat memotret portrait, komunikasi adalah hal yang penting, terutama jika kita memotret di jarak yang dekat. Komunikasi bisa secara lisan jika orang yang akan dipotret memahami bahasa kita, tapi bisa juga dengan bahasa tubuh. Saya banyak mengunakan bahasa tubuh saat traveling ke luar negeri, atau saat memotret di daerah terpencil di tanah air. Meskipun masih di dalam negeri, masih banyak yang tidak begitu paham dengan bahasa Indonesia, terutama orang tua di daerah pedesaan.

Bahasa tubuh yang saya gunakan biasanya sederhana saja. Misalnya mengangkat kamera saya dan menunjuk ke kamera sambil tersenyum. Biasanya orang yang ingin saya potret langsung mengerti dan saya akan mendapatkan reaksi antara senang dipotret atau langsung menolak dengan menutup wajah dengan tangan. Jika orang tersebut menolak, saya tidak tersinggung dan juga tidak memaksakan keinginan saya.

Seringkali orang yang saya temui menolak difoto karena belum kenal dengan kita dan takut kita menyalahgunakan foto tersebut, misalnya menerbitkan foto mereka di media cetak atau menjual foto mereka untuk iklan komersial. Selain itu, ada orang yang memang sangat pemalu.

Untuk memperbesar kemungkinan diperbolehkan untuk memotret, saya sering mengobrol dulu dengan subjek foto sebelum memotret, misalnya menanyakan bagaimana kabarnya hari itu, atau cerita sejarah lokasi tempat tinggal dia. Basa-basi ini seringkali penting supaya suasananya lebih cair.

yunnan-miaoSetelah mendapat izin memotret, periksalah latar belakang, apakah sesuai dengan dengan orang yang dipotret. Jika cocok, ambilah. Tapi jika latar belakang “berantakan” misalnya banyak turis lainnya, banyak kabel listrik dan sampah yang merusak keindahan, saya akan mengunakan lensa telefoto zoom dan men-zoom ketat ke wajah / ekspresi saja.

Sebagian besar orang yang saya foto saat traveling bukan model dan kemungkinan besar jarang difoto, sehingga wajar saja kalau saat berpose agak kaku sehingga menimbulkan kesan yang tidak alami. Kadang-kadang saya meminta mereka untuk jangan berpose, anggap saja saya tidak ada, atau jangan melihat kamera. Terkadang saya akan meminta mereka melakukan sesuatu yang biasa mereka lakukan, misalnya merokok, minum teh, melanjutkan pekerjaan mereka atau bersantai.

Jangan hanya memotret sekali saja, dan jangan buru-buru memeriksa hasil foto di layar LCD, karena biasanya setelah mendengar bunyi ceklek, maka orang yang dipotret biasanya ekspresinya akan lebih lepas dan alami, foto beberapa kali lagi untuk mendapatkan foto dengan ekspresi yang lebih alami.

Teman atau pemandu/guide, juga bisa kita minta tolong untuk berinteraksi dengan orang yang ingin kita potret. Guide bisa kita jadikan penerjemah juga. Saat orang tersebut berbincang-bincang dengan teman/guide, kita dapat memotret secara candid. Atau minimal suasana bisa lebih cair.

Membuat portrait yang bagus memang bukan hanya menguasai teknik fotografi atau mengunakan kamera dan lensa yang mahal, tapi kemampuan berkomunikasi, memperhatikan dan banyak berlatih. Semakin banyak traveling, semakin banyak orang yang Anda temui dan memotret, tentunya ilmu Anda akan semakin meningkat.


Jadwal tour and workshop Infofotografi dapat dibaca di laman ini.

{ 1 comment }

Workshop ini bertujuan membahas fitur-fitur baru untuk software manajemen dan editing foto Adobe Photoshop Lightroom 6.0/CC.

DSC_7169-Pano

Materi Workshop Lightroom 6

  1. Menggabungkan foto dengan teknik HDR (dan tips foto HDR)
  2. Menggabungkan foto panorama (dan tips foto panorama)
  3. Pengembangan fitur Graduated dan Radial filter
  4. Pengembangan manajemen foto seperti face recognition, import to collection dan sebagainya.

Bonus:

  1. Spot removal advanced healing brush (fitur Lightroom 5.0)
  2. Membahas parameter-parameter di adjustment brush
  3. Membahas penggunaan Tone Curve

Tanggal pelaksanaan : Minggu, 31 Mei 2015 pukul 10.00-14.30 WIB

Biaya workshop : Rp 375.000 per peserta, termasuk makan siang. Untuk Alumni Infofotografi atau pelajar Rp 325.000 saja.

Maksimum peserta 10 orang

Lokasi pelatihan: Jl. Moch. Mansyur / Imam Mahbud No. 8 B-2 Jakarta Pusat – dekat Roxy.

Syarat: Peserta wajib membawa laptop masing-masing. Meskipun kita menyediakan file untuk latihan, harapan kami peserta juga membawa file-file foto untuk di edit, terutama untuk HDR dan Panorama.

Mengunakan tool Graduated filter untuk menegaskan detail langit.

Mengunakan tool Graduated filter untuk menegaskan detail langit tanpa membuat gunung menjadi gelap.

hdr-lightroom

Membuat efek HDR (menyeimbangkan kontras foto) kini menjadi mudah dan natural di Lightroom

Cara mendaftar

  1. Hubungi 0858 1318 3069 untuk mendaftar
  2. Transfer ke Enche Tjin via Bank BCA 40812183069 atau Mandiri 1680000667780
  3. Konfirmasi dan datang di hari H.
{ 0 comments }

Workshop Food Photography

Dalam kehidupan sehari-hari, Kita tidak dapat terlepas dari kebutuhan makanan. Berkembangnya waktu, makanan tercipta dalam beragam warna dan bentuk yang bervariasi (kuliner). Tak heran jika makanan menjadi tren dan gaya hidup untuk selalu diikuti perkembangannya.

Memotret makanan kini mulai diterapkan dalam berbagai kebutuhan. Sering kali memotret makanan yang ditujukan untuk kebutuhan iklan dan majalah mampu menonjolkan sisi kelezatan makanan. Berkembangnya teknologi dan interaksi sosial yang modern, food fotografi digunakan sebagai bukti aktualisasi diri personal terhadap lingkungannya. Memotret dengan handphone lalu diposting di jejaring social adalah hal yang lumrah kita jumpai saat ini.

Banyak diantara pecinta kuliner ingin menampilkan sisi kelezatan dan makanan yang “modis” dalam setiap makanan yang mereka ciptakan. Sayangnya, keterbatasan pengetahuan komposisi, angle, dan lighting, membuat makanan yang enak terkesan hambar.

food 1

Infofotografi hadir dengan kelas baru yang mencoba memberikan informasi kepada para peserta untuk bisa memotret makanan secara lebih menarik. Di dalam kelas Basic Food Photography, peserta akan diajarkan:

  1. Pemilihan angle dan komposisi yang tepat menurut jenis dan bentuk
  2. Menciptakan nuansa/ kesan yang ingin dicapai sesuai dengan konsep dalam pemotretan makanan.
  3. Teknik lighting dalam memotret makanan. (window lighting, light brush, flash dan lampu studio)

Workshop ini menekankan pada praktik. Di workshop ini peserta akan diberikan kesempatan untuk memotret berbagai jenis makanan/minuman yang telah kita set, antara lain: Snack, cookies dan teh, kopi. Makanan tradisional dengan mangkuk, makanan barat, dan lainnya. Totalnya akan ada 5-6 set-up makanan. Peserta akan mengunakan lampu studio/flash.

food 4

Tanggal pelaksanaan: Minggu, 17 Mei 2015. Pukul 13.00-17.30 WIB

Lokasi: Jl. Moch. Mansyur (Imam Mahbud) No. 8B-2 Jakarta Pusat – Lihat Peta

Biaya mengikuti workshop ini Rp 550.000,- per orang.

Maksimum peserta 8 orang

Persyaratan: Membawa kamera digital dan lensa (bebas, zoom atau fix tida masalah).

Instruktur: Albertus Adi Setyo

Pendaftaran:

  1. Hubungi 0858 1318 3069 / infofotografi@gmail.com
  2. Transfer biaya workshop ke Enche Tjin BCA 4081218557 atau Mandiri 1680000667780
  3. Konfirmasi dan datang di hari H.

Semua gambar di post ini adalah karya instruktur.

workshop-food-coffee

workshop-food-egg

{ 0 comments }

Di Jual Sony NEX 7 dan lensa Sony 10-18mm f/4 OSS

Kamera dan lensa dibawah ini adalah kamera bekas yang digunakan salah satu teman saya. Biasanya digunakan untuk jalan-jalan. Kondisi kamera dan lensa masih bagus dan dijual karena penjualnya berniat upgrade ke kamera Sony A7 mk II.

jual-sony-nex-7-02

jual-sony-nex-7-01

Sony NEX 7 dan lensa kit 18-55mm f/3.5-5.6 OSS

Dijual dengan harga Rp 5.9 juta

Review Sony NEX 7 bisa dibaca di halaman ini.

Kondisi kamera Sony NEX 7 : Mekanisme baik, kondisi fisik body bagus, karet tidak melar. Layar LCD sudah dilapisi anti gores.

Kondisi lensa 18-55mm : Ada tanda bekas penggunaan di barrel zoom lensa, bisa dilihat di gambar dibawah ini:

jual-sony-nex-7-03

Kelengkapan: Quick guide manual, kabel USB, 1 Batterai, Tas Sony kecil (tali putus), filter lensa Nisi Pro UV 49mm, camera strap, tutup lensa dengan tali pengaman (lihat gambar diatas), body cap, tutup lensa belakang (rear cap), external charger.



Lensa Sony E 10-18mm f/4 OSS

dengan harga Rp 6.5 juta [Maaf sudah terjual]

Lensa super lebar, biasanya untuk landscape/pemandangan, arsitektur, interior.

Kondisi lensa sangat baik dan jarang sekali digunakan.

Kelengkapan: Kotak packaging lensa, kartu garansi resmi distributor Indonesia, filter UV merk HOYA UV HMC  beserta casing filter, dan tali untuk lens cap merk ATT.

jual-sony-10-18mm-f4-oss

 

jual-10-18mm-f4-oss-02

Jika ingin memesan, hubungi 0858 1318 3069. Boleh juga jika melihat kondisi kamera dan lensa secara langsung, boleh mampir ke Infofotografi, jl. Moch. Mansyur/Imam Mahbud No. 8B-2 Roxy, Jakarta Pusat. Sebaiknya membuat janji terlebih dahulu sebelum mampir. Terima kasih untuk perhatiannya.

—-

Oh ya, bagi yang ingin membeli kamera baru dan lensa baru, sebagai info, Sony menawarkan berbagai promo potongan harga kamera dan lensa sampai tanggal 3 Mei 2015. Anda bisa memesan lewat saya juga 0858 1318 3069 atau di ranafotovideo.com

{ 0 comments }

Review flash Pixel X800C

Kali ini kita kedatangan dua unit flash eksternal merk Pixel X800C terbaru dan tentu saja saya tak sabar untuk mencobanya. Flash Pixel X800C dirancang kompatibel dengan kamera Canon, dan dilengkapi fungsi Transceiver FSK 2,4 GHz dan fitur canggih lainnya. Dari sederet kemampuannya, flash ini mengingatkan saya pada Canon 600EX-RT sebagai flash tercanggih punya Canon. Tapi apakah kinerja dan fiturnya sama mantapnya dengan bentuknya yang keren? Kita cek saja sama-sama..

DSC00645

Kita mulai dari keunggulan Pixel X800C ini :

  • kekuatan besar, GN 60, di ISO 100
  • mode TTL, Manual dan Multi
  • bisa zoom head dari 20mm hingga 200mm
  • High Speed Sync hingga 1/8000 detik
  • built-in radio 2,4 GHz untuk Master dan Slave
  • tetap mendukung slave optik Canon, juga ada S1 dan S2 biasa
  • fitur lain seperti 2nd curtain, FEB, AF assist

DSC00646

Yang saya suka dari Flash Pixel X800C ini adalah bentuknya yang sedikit lebih kecil (dan lebih ringan) dibanding flash sejenis, punya layar LCD yang detil (resolusi tinggi) sehingga aneka tulisan dan simbol bisa ditampilkan dengan jelas. Lalu flash ini juga secara fisik sudah terlihat ‘serius’ dengan tombol dan roda untuk mengatur setting, port PC sync, port eksternal power dan USB untuk update.

Ada juga metal hot shoe dengan karet disekelilingnya serta pengunci sistem geser yang lebih praktis. Pada tuas On-Off juga ada pilihan Lock, berguna untuk mencegah setting dirubah tanpa sengaja. Bagusnya posisi Lock lebih logis, bukan diantara On dan Off seperti di sistem flash Canon. Empat buah soft-key disediakan untuk mengganti setting seperti mode remote, kompensasi, zoom dan mode sync/HSS. Ada juga roda putar untuk merubah setting dan tombol OK ditengahnya. Tidak ada lampu LED untuk indikator wireless RF, hanya ada lampu indikator flash ready. [click to continue…]

{ 4 comments }

Baik Canon EOS 760D maupun Nikon D5500 keduanya selalu menarik untuk dibahas, di tulisan sebelumnya kita sudah mengenal posisi Canon EOS 760D yang mengisi segmen pemula canggih, tampak ada kemiripan dengan Canon EOS 70D. Di lain pihak Nikon D5500 yang juga berada di kelas yang sama, pernah dibandingkan speknya dengan D7100. Intinya keduanya mendapat rekomendasi dari kami, setidaknya untuk fotografer pemula dan hobi. Tapi bagaimana bila keduanya dibandingkan secara langsung, head-to-head, apa keunggulan dan kelemahan keduanya?

760D vs D5500

Canon EOS 760D

EOS 760D adalah pertama kalinya dalam sejarah Canon Rebel (EOS tiga digit), digunakan sistem dua roda kendali dan LCD kecil tambahan di bagian atas kamera. Dengan begitu walau masuk ke segmen pemula tapi pengoperasian kamera 760D sudah sama dengan kamera diatasnya (misal 70D). Di roda belakang tetap ditemui tombol empat arah yang juga berfungsi sebagai jalan pintas ke setting lain seperti WB, AF dsb. Peningkatan dari 700D ke 760D yang saya acungi jempol (dan sudah waktunya) adalah sensor baru 24 MP, titik fokus dari 9 titik bertambah jadi 19 titik (sama dengan 70D), virtual horizon (level), dan codec MP4 untuk video yang lebih populer.

[click to continue…]

{ 7 comments }

Pentax K3 II : Pembaharuan dengan fitur inovatif

Pentax boleh terbilang kecil diantara produsen kamera DSLR lainnya seperti Canon dan Nikon. Tapi justru yang kecil-kecil ini yang memiliki jiwa inovatif yang lebih besar daripada yang besar-besar yang cenderung santai karena merasa sudah aman dengan penjualan dan market sharenya yang besar.

pentax-k3-mk-ii

Kamera DSLR bersensor APS-C, 24 MP, Pentax K3 yang diluncurkan tahun 2013 yang termasuk kamera yang inovatif . K3 ini tahan air, debu, cuaca dingin sampai -10 derajat Celcius. Punya sensor-shift stabilization yang bisa menstabilkan getaran tangan tak peduli apapun lensa yang digunakan dan teknologi ini juga bisa mensimulasikan efek filter AA supaya moire dan false color tidak muncul. Kecepatan foto berturut-turut juga sangat cepat yaitu 8.3 foto per detik.

Di tahun 2015, Pentax mengumumkan kamera pembaharuan dari Pentax K3, yang menurut saya sangat menarik fitur-fiturnya. Salah satu fitur yang menonjol adalah pixel shift yang bisa menggabungkan empat foto sehingga memperoleh gambar yang sangat tajam dengan warna yang akurat seperti efek Foveon sensor.

Crop 100% dari sample foto Pentax K3 II dengan teknologi penggabungan 4 foto dengan sensor shift.

Crop 100% dari sample foto Pentax K3 II dengan teknologi penggabungan 4 foto dengan sensor shift.

Sensor shift stabilization juga ditingkatkan dari 3.5 stop menjadi 4.5 stop. Mekanisme ini kini dilengkapi dengan gyro sensor sehingga bisa mendeteksi gerakan panning.

[click to continue…]

{ 0 comments }

Secara mengejutkan, Zeiss meluncurkan seri lensa baru khusus untuk sistem kamera Sony full frame. Seri ini dinamakan Zeiss Batis. Dalam kesempatan ini, Zeiss langsung mengumumkan dua lensa sekaligus. Zeiss Batis 25mm f/2 dan Zeiss Batis 85mm f/1.8. Optik Zeiss Batis ini dibuat di Jepang. Casingnya terbuat dari plastik dan alumunium.

Ada yang inovatif dari lensa Batis ini, yaitu OLED display yang menampilkan jarak fokus dan rentang ruang tajam (depth of field). Teknologi ini yang pertama kali diterapkan di lensa. Lampu OLED display ini setelah digunakan beberapa tahun akan semakin memudar. Tapi bisa diganti dengan yang baru.

zeiss-batis-25

Indikator tersebut memudahkan fotografer untuk memastikan bagian yang fokus/tajam dalam foto meskipun kondisi cahaya lingkungan saat itu gelap seperti saat matahari terbit atau tenggelam. Kedua lensa ini juga dilengkapi dengan sistem autofokus, sesuatu yang tidak kita temukan di lensa-lensa Zeiss untuk kamera DSLR.

Meskipun banyak lensa Sony/Zeiss lainnya yang mencakupi focal length 25mm seperti 16-35mm, dan 24-70mm, Zeiss Batis 25mm f/2 memiliki keunikan sendiri, yaitu merupakan lensa fix. Selain itu, 25mm f/2 memiliki bukaan yang relatif besar (Kurang lebih 2 stop lebih besar / 4 kali lebih banyak cahaya). Latar belakang juga bisa lebih blur. 25mm f/2 juga bisa fokus cukup dekat yaitu 20 cm, sehingga cukup baik untuk foto close-up photography. Perbesarannya 1:5.2 dan beratnya 355 gram. Panjang lensa 7.8 cm dan filter yang cocok 67mm. Harganya US$ 1299.

zeiss-batis-85mmLensa yang kedua yaitu Zeiss Batis 85mm f/1.8, yang dirancang untuk penggemar portrait photography. Meskipun bukaannya tidak mencapai f/1.2 atau f/1.4 seperti lensa portrait pada umumnya tapi lensa ini memiliki optical stabilization untuk membantu menstabilkan getaran kamera. Berat lensa ini 455 gram. Panjang lensa 9.2 cm, dan filter yang cocok 67mm. US$1199.

Contoh foto dari Zeiss Batis di flickr:

Kesimpulan dari lensa Zeiss Batis oleh photographer/reviewer Digglyold:

  • Zeiss Batis 85mm f/1.8 OSS = Kontras dan ketajaman tinggi bahkan sampai ujung foto, micro contrast sangat tinggi (tajam) di f/5.6 lebih baik dari sebagian besar lensa dan tidak kalah dari lensa Leica yang terbaik. Ada sedikit distorsi pincushion yang bisa diperbaiki di editing.
  • Zeiss Batis 25mm f/2 = Kontras lumayan bagus bahkan di f/2 dan sampai ujung-ujung foto (jarang untuk lensa lebar).

Menurut saya Zeiss telah berhasil membuat rancangan lensa fix modern yang bagus untuk sistem Sony FE. Ukurannya dan beratnya sesuai dengan kamera mirrorless, harganya juga tidak semahal seri Zeiss Otus untuk kamera DSLR. Dengan tambahan kedua lensa ini, sistem Sony Full frame (FE) seri A7 menjadi lebih kaya dan lebih menarik lagi bagi penggemar fotografi amatir dan profesional.

—-

Maksimalkan fungsi dan setting kamera digital Anda dengan mengikuti  acara Kupas tuntas kamera digital

{ 4 comments }

Bagi yang rutin membaca Infofotografi tentunya mengetahui bahwa Adobe Lightroom adalah software editing dan manajemen foto favorit saya. Hari ini, Adobe mengeluarkan versi baru yaitu Adobe Lightroom CC untuk menggantikan Adobe Lightroom 5. Maka itu, Adobe Lightroom CC sering disebut juga Adobe Lightroom 6.

Ada beberapa penambahan fitur dari Lightroom CC yang menurut saya sangat membantu mempercepat proses editing. Berikut peningkatannya.

1. HDR (High Dynamic Range)

Adobe Lightroom kini bisa menggabungkan beberapa foto (termasuk format RAW) dengan exposure yang berbeda-beda menjadi satu foto dengan detail yang lengkap. Fitur ini sudah saya tunggu-tunggu karena dulunya saya harus mengunakan software lainnya untuk menggabungkan beberapa foto.

Baca pengertian HDR disini.

lightroom-cc-hdr

2. Panorama

Menggabungkan beberapa foto untuk membuat panorama juga bisa di Lightroom. Sebelumnya saya harus membuatnya di Adobe Photoshop.

lightroom-cc-panorama

3. Face recognition

Lightroom dapat mengenali wajah orang di dalam foto dan mengelompokkan foto-foto secara otomatis. Fitur ini akan memudahkan untuk mencari foto-foto acara liputan keluarga atau gathering.

4. Video slideshow

Anda bisa membuat slideshow video dengan Lightroom dengan foto-foto dan menyisipkan video dan music. Efek-efek profesional seperti pan and zoom juga bisa dibuat disini. Biasanya Iesan harus membuat slideshow di software lain, kalau bisa langsung di Lightroom kenapa tidak dimanfaatkan?

5. Kendali terhadap area yang filter

Beberapa filter di Lightroom, seperti Graduated filter dan Radial filter mendapatkan tambahan fungsi. Di Lightroom CC, kita bisa mengunakan brush (kuas) untuk menghilangkan atau menambahkan efek filter ke area di foto. fitur ini sangat membantu untuk foto-foto pemandangan yang meliputi langit dan pegunungan atau rumah. Bagian gunung dan rumah bisa kita hapus efek filternya supaya tidak terkena efek graduated filter.

lightroom-cc-filter

Masih ada beberapa peningkatan dan fitur baru dari Lightroom seperti web gallery yang lebih bagus, kemudahan untuk sharing foto, mendukung OS Android untuk ponsel.

Dalam waktu dekat saya akan mencoba dan meneliti fitur-fitur tambahan diatas. Dan akan saya masukkan kedalam bahan workshop Lightroom. Ada kemungkinan saya akan membuat workshop sehari khusus untuk membicarakan Adobe Lightroom CC ini jika ada yang berminat.

—–

Infofotografi secara rutin menyelenggarakan kursus Adobe Lightroom. Lihat jadwalnya di halaman ini, dan Anda juga bisa belajar secara otodidak dengan membaca buku kursus Adobe Lightroom yang ditulis oleh saya dan Iesan.

{ 3 comments }

Review Fujifilm X-T1 dengan lensa 10-24mm dan 56mm

Fujifilm X-T1 merupakan salah satu kamera mirrorless yang populer saat ini, terutama bagi penggemar fotografi serius. Saya beruntung beberapa kali dipinjamkan kamera Fujifilm XT-1 oleh beberapa teman penggemar fotografi. Untuk review kali ini, saya dipinjami Fuji X-T1 dan dua lensa yaitu lensa lebar 10-24mm f/4 OIS dan lensa portrait / medium telefoto 56mm f/1.2.

fuji-xt1-10-24mm

Saya akan review secara singkat kamera ini dari sudut pandang pengguna kamera DSLR. Kamera mirrorless jenis ini biasanya memang dipilih penggemar fotografi yang pernah mengunakan kamera DSLR tapi ingin mencari kamera alternatif yang lebih ringan. Tapi apakah XT-1 bisa menggantikan kamera DSLR atau bahkan lebih baik lagi?

mayanda-nabila-02Fujifilm X-T1, lensa 56mm f/1.4, 1/750 detik – Model: Mayanda Nabila

Desain dan body

Fujifilm XT-1 mengunakan desain klasik jaman kamera film sehingga tampak berbeda dengan kamera DSLR atau mirrorless modern. Dibagian atas kamera terdapat tiga roda untuk mengganti ISO, shutter speed dan kompensasi eksposur. Juga ada beberapa tuas antara lain untuk mengganti fungsi drive mode dan metering. Dibagian depan dan belakang kamera, terdapat dua roda dial untuk mengganti nilai setting, bisa juga digunakan untuk mengubah bukaan dan shutter saat memasang lensa Fuji XC yang tidak memiliki aperture ring. Dengan adanya 8 roda dan tuas tersebar di bagian atas dan depan kamera, maka fotografer tidak perlu sering masuk ke menu untuk mengganti setting kamera.

fuji-xt1-top

[click to continue…]

{ 3 comments }