3 X pertemuan dalam 1 minggu, 2 jam per pertemuan

Struktur kelas 40% teori, 40% praktek, 20% diskusi & tanya jawab

MATERI

- Pengenalan dasar fotografi
- Pengunaan alat fotografi (kamera, lensa)
- Seni dan komposisi
- Dasar pencahayaan (alami dan buatan)
- Praktek dan tanya jawab

Setelah mengikuti kelas ini peserta diharapkan:

Memahami konsep dasar fotografi, memahami peran kamera dan lensa, mampu mengkomposisikan foto yang menarik, dan dapat mengunakan kamera lebih efektif untuk foto potret/model, acara sosial, pemandangan dan sebagainya. [click to continue…]

{ 5 comments }

Alasan untuk pindah sistem digital SLR

by Enche on July 10, 2010

Saat kita membeli kamera digital SLR yang pertama, berarti kita telah membeli sebuah sistem untuk jangka panjang. Hal ini karena lensa aksesoris dan lensa kamera digital SLR merek tertentu, sebagian besar tidak bisa dipakai di kamera merk lain.

Akibatnya, bila pindah merk, maka semua lensa dan aksesoris juga harus diganti. Selain itu, kita juga harus kembali mempelajari dan membiasakan diri untuk memakai sistem yang baru ini. Kadang-kadang bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk benar-benar terbiasa.

Lantas, banyak fotografer dari amatir sampai profesional pindah dari satu merek yang satu ke merek yang lain, tentunya masing-masing memiliki alasan sendiri sendiri. Ada alasan yang saya kira tepat, ada yang saya rasa kurang tepat.

Alasan yang saya kira tepat antara lain

  1. Bila tidak ada ada produk yang di tawarkan merek tersebut yang memenuhi syarat yang kita butuhkan padahal waktu mendesak
  2. Saat itu, saya memiliki kamera Canon 40D dan cukup banyak lensa dan aksesoris bermerek sama. Tapi akan ditugaskan untuk foto di keadaan yang gelap seperti foto tarian, foto candle lighting dan olahraga indoor dan lainnya yang tidak memperbolehkan penggunaan lampu kilat.

    Alhasil saya sempat melirik kamera Canon 5D mark II dan Nikon D700. Saya akhirnya memutuskan untuk memilih kamera Nikon D700 karena auto fokusnya yang cepat dan juga kemampuannya di cahaya ruangan yang temaram. Selain itu Canon 5D mark II lebih mahal karena saat itu baru diluncurkan dan menurut tes, auto fokusnya tidak begitu baik.

    Kalau dihitung-hitung, akibat perpindahan ini, saya menderita kerugian sekitar $1500 (13.5 juta rupiah) . Kalau saya ada waktu untuk menunggu, saya tentu saja menunggu kamera Canon yang seperti Canon EOS 7D atau 1d mark IV.

  3. Sulit mencari pelayanan purna jual, lensa dan aksesoris
    Terkadang, Anda sulit menemukan aksesoris atau layanan purna jual di dekat tempat tinggal Anda. Hal ini tentu bisa mengesalkan terutama saat kamera Anda rusak atau ketika Anda ingin membeli lensa tertentu tapi tidak tersedia di daerah. Maka dari itu pertimbangkanlah untuk pindah ke merek yang memberikan layanan dan ketersediaan lensa dan aksesoris yang memadai
  4. Sistem yang Anda pakai sekarang sudah tidak sesuai dengan visi atau gaya fotografi Anda.
  5. Ada merek / system fotografi yang sasaran utamanya adalah mengembangkan produk untuk fotografer pemula dan amatir seperti Panasonic, Samsung, Pentax, dan Olympus sehingga bila Anda bertujuan untuk menjadi fotografer professional, terutama untuk fotojurnalistik, mungkin kurang tepat untuk memakai merek tersebut.

    Disisi lain, bila Anda mencari system yang ramah dengan pemula, memberikan nilai lebih dengan harga yang lebih murah, pertimbangkan untuk mencari merk-merk yang perhatian utamanya adalah pemula dan amatir.

    Salah satu contohnya adalah kini banyak sistem kamera yang berukuran kecil, seperti Panasonic GF1 dan Olympus PEN E-P1, bila gaya fotografi Anda lebih ideal mengunakan sistem seperti ini, mengapa tidak pindah?

  6. Sponsor
  7. Produsen kamera selalu mencari fotografer berbakat untuk disponsori, bila Anda merupakan salah satu fotografer yang beruntung itu, kenapa tidak menerimanya?

    Namun sebaiknya Anda sudah mencoba merek tersebut dan produk tersebut bisa memenuhi kebutuhan fotografi Anda, sehingga tetap bisa berkarya dengan baik dan tidak dicap munafik oleh fans dan khalayak umum.

[click to continue…]

{ 8 comments }

Perbedaan antara lensa berkualitas tinggi dan rendah

July 7, 2010

Lensa berkualitas tinggi biasanya memiliki badan / casing yang berkualitas lebih baik, misalnya dari campuran logam atau plastik yang keras. Kontak lensa ke badan kamera juga dari logam.
Selain itu bukaan lensa zoom berkualitas tinggi biasanya memiliki bukaan besar dan/atau konstan seperti f/4, f/2.8. Untuk lensa prime / non-zoom, lensa yang berkualitas tinggi biasanya memiliki maksimum [...]

Baca selanjutnya →

Beda kamera canggih dengan pemula

July 7, 2010

Kamera yang canggih biasanya memiliki kualitas badan kamera yang lebih tahan banting karena sebagian besar terbuat dari logam, sedangkan kamera pemula biasanya terbuat dari plastik sehingga lebih ringan dan kecil.
Kamera yang canggih juga memiliki kecepatan tembak yang lebih cepat. Misalnya, bisa menembak lima sampai delapan foto per detik dibandingkan kamera pemula yang biasanya hanya bisa [...]

Baca selanjutnya →

Definisi foto fotojurnalistik

June 3, 2010

Aurora Photos, agen foto yang berspesialisasi menjual foto petualangan, gaya hidup, olahraga, travel, budaya dan jurnalistik mendefinisikan foto mana yang termasuk fotojurnalistik dan mana yang bukan. Definisi ini sangat membantu membedakan fotografer yang bergaya fotojurnalistik, dan yang bukan karena di era digital ini, banyak sekali foto yang telah dimanipulasi di piranti lunak pengolah foto.
Definisi foto [...]

Baca selanjutnya →

Etika Fotografer

June 2, 2010

Sebagai makhluk sosial, sebagai fotografer, kita tidak luput dari hubungan manusia. Bila kita hobi foto potret, maka kita akan berhubungan langsung dengan modelnya. Kalaupun hobi kita foto pemandangan, tetap saja kita harus berhubungan dengan orang lain di lokasi  untuk mendapatkan informasi atau bantuan.
Maka dari itu masalah etika, adalah masalah yang penting. Namun topik ini biasanya [...]

Baca selanjutnya →

Media penyimpanan SD card dan Compact Flash

May 30, 2010

Mungkin salah satu topik yang jarang dibahas di dunia fotografi adalah media penyimpanan seperti SD card dan Compact Flash. Tapi saya yakin banyak yang cukup bingung memilih media penyimpanan yang optimal untuk kameranya. Hal ini antara lain disebabkan karena para produsen suka membingungkan pembeli dengan mengeluarkan versi yang bermacam-macam dan mencampurkan kata-kata berbau marketing seperti [...]

Baca selanjutnya →

Aspek teknis dalam fotografi

May 26, 2010

Yang sering menjadi kendala utama fotografer pemula adalah kendala teknis. Banyak yang tidak mengetahui dasar dan tidak mengenal kameranya dengan baik. Saya pikir ini penting sekali untuk diatasi sebelum melangkah lebih jauh. Dengan menguasai aspek teknis, kita bisa membuat foto yang kita inginkan.
EXPOSURE / PENCAHAYAAN
Inti fotografi adalah pencahayaan, maka itu sangat penting kita memahami hal ini. [...]

Baca selanjutnya →

Seni di dalam fotojurnalisme

May 26, 2010

Biasanya fotojurnalisme, atau sering disebut juga foto liputan, reportase, membosankan dan tidak ada seninya. Pendapatan wartawan foto juga termasuk rendah terutama dibandingkan dengan foto komersil atau potret. Dalam dekade terakhir, ada upaya untuk menyegarkan foto liputan, yaitu dengan mengkombinasikan seni ke dalam foto liputan.  Saya sendiri menyambut positif elemen artistik ke dalam fotojurnalisme. Elemen ini membuat [...]

Baca selanjutnya →

Bagaimana mendapatkan kritik yang membangun

May 15, 2010

Kritik ada dua macam, ada yang membangun, ada juga yang menghancurkan. Waktu kita baru belajar foto, kritik penting, sehingga kita bisa belajar dan maju. Tapi kritik juga bisa menghancurkan.  Seringkali pemberi kritik juga bingung, apa yang harus diberikan.
Maka dari itu kita perlu  melakuan beberapa pekerjaan rumah:

Kita perlu tau apa yang kita ingin capai
Kita perlu tau [...]

Baca selanjutnya →