≡ Menu

Belajar dari kesuksesan dalam menyelenggarakan tour Jepang awal tahun 2016 yang lalu. Kini  kita mengadakan lagi tour fotografi ke Jepang, dengan fokus di daerah Kyoto, Nara dan Osaka. Waktu yang kita pilih adalah saat musim gugur, sehingga udara nyaman untuk jalan-jalan dan yang terpenting adalah bisa memotret daun-daun yang beraneka warna. Silahkan menyimak foto-foto di daerah Kyoto di musim gugur.

Konsep tour ini dibandingkan tour wisata biasa adalah memberikan banyak kesempatan waktu bagi peserta untuk memotret. Kami juga memilih lokasi yang berdekatan, tidak pindah-pindah penginapan, dengan tujuan untuk menghemat waktu.

Untuk perjalanan kali ini, kita akan mengunakan jasa transportasi bis untuk beberapa hari, dan transportasi publik (bis dan kereta api) di hari lainnya. Dengan demikian, peserta bisa lebih merasakan suasana kota dan memiliki banyak kesempatan untuk street photography.

Tour ini tidak termasuk makanan, untuk makanan, kita membebaskan peserta untuk memilih makanan yang disukai. Banyak pilihan rumah makan dari restoran lokal, fast food seperti KFC, McD, Seven Eleven, Lawson yang menjual pilihan makanan yang bervariasi.

[click to continue…]

{ 0 comments }

Meike, yang terkenal sebagai pembuat aksesoris fotografi baru-baru ini mengejutkan dengan mengumumkan beberapa lensa yang bisa dipasang di berbagai kamera baik kamera DSLR dan mirrorless dengan sensor APS-C, micro four thirds dan 1 inci.

meike-25mm-f095

Lensa-lensa yang diumumkan antara lain Meike 25mm f/0.95, Meike 25mm f/0.95, Meike 28mm f/2.8, Meike 35mm f/1.7, Meike 50mm f/2.0. Lensa-lensa diatas tidak memiliki mekanisme autofokus.

Dari ketiganya, Meike 25mm f/0.95 mungkin yang paling menarik, karena bukaannya sangat besar sehingga bisa menyerap banyak cahaya di tempat gelap dan membuat bagian yang tidak fokus sangat blur. Tapi harganya tentu tidak murah karena sulit membuat lensa dengan bukaan sebesar itu. Bahkan produsen kamera seperti Canon dan Nikon tidak memiliki lensa bukaan yang lebih besar dari f/1.2 di katalog lensanya. Menurut pengamatan saya, di ebay ada penjual yang menetapkan harga sekitar Rp 9 juta.

Bagi penghobi fotografi yang memiliki anggaran yang tidak banyak, tiga pilihan lensa lainnya mungkin lebih cocok. Rata-rata dibawah $100 atau sekitar Rp 1.35 juta.

Tapi ingat bahwa lensa diatas dirancang untuk kamera bersensor APS-C, jadi sudut pandangnya lebih tele/sempit daripada angka yang tertera di kamera. Misalnya 25mm jika dipasang di kamera APS-C Canon akan menjadi 25 x 1.6 = 40mm ekuivalen dengan kamera bersensor full frame / format 35mm. Jika dipasang di kamera micro four thirds (Olympus & Panasonic) ekuivalensinya akan menjadi 25 x 2 = 50mm.

Dengan harga yang sangat terjangkau dan ukuran lensa yang kecil, tentunya kita juga harus realistis akan kualitas gambar yang dihasilkan. Dari review yang saya baca atas lensa 50mm f/2 yang dipasang di kamera micro four thirds (Panasonic G6) oleh situs review ePhotozine, kualitas foto yang dihasilkan hanya tajam di bukaan tertentu (f2.8-5.6) di bagian tengah gambar sedangkan di bagian ujung-ujung gambar tidak akan tajam di bukaan berapapun.

meike-35mm-50mm

Walaupun demikian, pengguna kamera mirrorless seperti Sony NEX/E-mount, Fujifilm X, micro four thirds (Olympus & Panasonic), Canon EOS M, dan bahkan Nikon 1 memiliki alternatif pilihan lensa fix manual fokus berbukaan besar yang ringkas dan relatif terjangkau.


Ikuti workshop dan tur Infofotografi untuk menambah ilmu, wawasan dan teman. Kunjungi halaman ini untuk melihat jadwal kegiatan kami.

{ 5 comments }

Mini review Olympus E-PL6

Lini kamera PEN Lite (EPL) dirancang untuk foto sehari-hari. Desainnya ringkas tapi dari bahan logam sehingga terkesan padat dan kokoh. Seperti kamera PEN lainnya, kecuali PEN F, E-PL6 tidak memiliki jendela bidik optik, dan tidak ada pilihan jendela bidik opsional seperti PEN E-P5. E-PL6 ini tidak banyak berbeda dengan pendahulunya E-PL5 dan penerusnya E-PL7 yaitu mengunakan sensor micro four thirds 16 MP dan stabilizer 3 Axis di dalam body kamera.

olympus-epl6-front

Kebetulan ada pembaca yang menitipkan kamera dan lensa paketan untuk dijual, jadi sebelum terjual, saya sempat mencobanya saat mengikuti workshop fotografi dengan Ming Thein dan Bertram dari Zeiss oleh Prima Imaging di hotel Hermitage di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

[click to continue…]

{ 4 comments }

Secara rutin, Infofotografi.com menyelenggarakan acara Sharing & Gathering yang memiliki tema yang berbeda-beda. Kali ini, Iesan akan menceritakan pengalaman berkenalan dengan fotografi dan bagaimana cara mendapatkan inspirasi dan teknik memotret Toy (mainan) supaya terlihat menarik dan bercerita. Iesan juga akan melakukan demonstrasi teknik memotret, teknik lighting dan editing.

iesan-toys-01

Acara ini akan diadakan di basecamp Infofotografi
Jl. Moch. Mansyur / Imam Mahbud No. 8B2 Jakarta Pusat (dekat Roxy lama).

Hari/Tanggal: Minggu, 5 Juni 2016
Pukul 11.00-14.30 WIB

Terbuka untuk segala kalangan baik pembaca maupun alumni kursus kilat.
Peserta terbatas 25 orang saja.

Biaya mengikuti acara hanya Rp 75.000,-

Tersedia makan siang dan coffee break

Untuk mendaftar, silahkan hubungi 0858 1318 3069 / infofotografi@gmail.com

iesan-toys-02

iesan-toys-03

{ 0 comments }

Membuat foto dalam Hitam dan Putih adalah cara yang sangat kreatif untuk lebih memahami seni fotografi, dan membantu kita melihat tidak hanya gambar, tapi dunia di sekitar kita dalam nuansa baru. Namun dalam digital fotografi tidak sama seperti memotret dengan film Hitam dan Putih atau memotret dengan menggunakan kamera digital Hitam dan Putih khusus, seperti kamera Leica M Monochrom. Semua gambar dalam dunia fotografi digital awalnya akan merekam dalam warna dan kemudian dirubah menjadi hitam dan putih melalui trik software atau filter digital apabila ingin di konversi ke foto Hitam dan Putih.

filter #01Dalam fotografi digital, jangan sekali-kali menempatkan filter warna/fisik didepan lensa kita. Kecuali kita menggunakan kamera digital hitam dan putih seperti Leica M Monochrom. Dengan menempatkan filter fisik didepan lensa kita malah akan mengurangi/menghalangi cahaya yang menuju sensor, juga mengurangi kemampuan interpolasi bayer untuk mendapatkan resolusi yang bagus. Terlebih lagi, jika kita memilih mengatur koreksi warna kamera pada auto Wite Balance, WB pada kamera kita akan selalu melakukan dan memaksa warna apa pun yang kita ingin coba koreksi, yang hasilnya malah mengurangi efektivitas dari apa yang kita coba harapkan.

Monochrome and Color Sensors 01

[click to continue…]

{ 2 comments }

Photo Story – Batik Tulis Sekar Kencana

Rasa penasaran saya tentang pembuatan selembar batik tulis Lasem terjawab sudah melalui foto trip Semarang-Lasem kali ini. Saya sangat senang berkesempatan mengunjungi rumah produksi batik Sekar Kencana. Sesaat setelah melangkahkan kaki memasuki halaman rumah batik Pak Sigit Witjaksono ini, saya bertemu dengan dua ibu yang sedang sibuk membatik dengan canting dan lilin/ malam. Ramah senyum mereka menentramkan hati.

Memasuki bagian belakang rumah, saya juga disuguhi dengan pemandangan proses mewarna, melepaskan lilin/ malam dari kain (melorod), pencucian, dan penjemuran kain batik. Kegigihan dan ketekunan para pembatik dalam membuat satu kain batik telah menginspirasi saya untuk selalu bersabar, bersemangat, dan terus berkarya dalam hidup ini.

batik-lasem-miranti-01

[click to continue…]

{ 0 comments }

Mentoring Ancol di pagi hari, Minggu 29 Mei 2016

Halo semua, mentoring infofotografi kembali hadir. Kalau di empat sesi sebelumnya kita biasanya memotret di waktu sore hingga senja, maka kali ini kita akan mencoba mengambil waktu di pagi hari. Mentoring kali ini kembali mengambil tempat di pantai Ancol, dan beberapa hal yang bisa difoto diantaranya aktivitas pagi di sekitar pantai. Bila beruntung kita bisa mendapati aktivitas nelayan dan jual beli ikan di pagi hari. Seperti biasa kegiatan ini akan dibimbing oleh saya selaku mentor dan saya akan mengajarkan teknik memotret, ide pemilihan angle/subyek/komposisi serta evaluasi hasil foto. Setelah memotret, kita bisa menuju Ecopark untuk beristirahat dan kuliner bebas.

P1010016

Detail kegiatan mentoring kali ini :

  • jadwal : Minggu, 29 Mei 2016 jam 05.00-08.00 WIB
  • meeting point : pantai Ancol Lagoon / beachpool
  • biaya : Rp. 350.000,-
  • peserta : maksimum 5 (lima) orang
  • peralatan : kamera, tripod, lensa lebar-menengah-tele (sesuaikan dengan yang ada)

Pendaftaran dengan cara transfer ke Enche Tjin via BCA 4081218557 atau Mandiri 1680000667780, karena tempat terbatas maka siapa yang lebih dulu transfer dia yang terdaftar. Biaya kursus tidak termasuk tiket masuk kawasan wisata pantai Ancol.

P1010013

Untuk mendaftar hubungi Iesan 0858 1318 3069, atau email ke infofotografi@gmail.com.

P1010034-Edit

{ 1 comment }

foodtruck 03a prov frm

Human interest dan street photography dapat menjadi salah satu jenis fotografi yang memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi fotografer yang tertarik untuk menangkap kondisi kehidupan manusia dalam berbagai kondisi di ruang publik.

Foto human interest umumnya lebih mudah ditemukan di jalanan. Jenis fotografi ini memungkinkan kita untuk menangkap kejadian yang nyata dalam masyarakat.  Jika Anda mulai tertarik ke fotografi human interest/street photography dan sudah memiliki teknik dasar fotografi yang baik, berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan kualitas foto Anda ke tingkat berikutnya.

pasar lama 07a frm

Jangan Takut Dengan Orang

Nomor satu yang menjadi masalah pada umumnya  adalah adanya rasa canggung atau takut untuk mendekati orang. Ini bisa menjadi masalah yang cukup signifikan karena konsep fotografi ini adalah fokus ke menangkap kegiatan manusia disekitar kita. Cara yang terbaik untuk mengatasi rasa takut Anda, adalah memahami apa yang sebenarnya Anda takut kan ketika Anda mendatangi seseorang – Apakah Anda pikir mereka akan berteriak pada Anda? Apakah Anda pikir mereka akan menyerang Anda? Atau Anda berpikir mereka akan bertindak aneh.

Dalam kenyataannya, saya tidak pernah punya pengalaman buruk atau tidak menyenangkan terhadap saya, tapi saya juga pernah mengalami ada orang yang menolak untuk di foto atau memberi aba-aba supaya tidak merekam aktivitas nya, dan umumnya mereka tidak menyerang atau bertindak kasar, dan untuk itu kita sepatut-nya meminta maaf. Tapi jangan lakukan apa bila Anda merasa ragu mengambil foto karena berada pada daerah kericuhan, atau ada kemungkinan kamera Anda akan dirampas.

[click to continue…]

{ 14 comments }

Kaos #7 Infofotografi

Kaos fotografi baru untuk pencinta fotografi persembahan Infofotografi.com. Kali ini, kami memilih warna biru Navy dan bertuliskan Gear is Good, Vision is Better. Keren saat hunting foto dan traveling. Di bagian belakang atas kaos terdapat logo Infofotografi.com

kaos infofotografiUkuran adalah sebagai berikut (dalam cm)
XS : 50 x 68
S : 52 X 70
M : 54 x 72
L : 56 x 74
XL : 58 x 76

Bahan kaos: Katun Combed.

Sebagai info, saya memiliki tinggi 173 cm memakai kaos ukuran M, Iesan memiliki tinggi 153 cm, memakai ukuran XS,  dan Erwin Mulyadi L.

Kami menerima pesanan kaos ini dengan harga Rp 95.000,-

Kaos siap untuk dikirim via JNE, Gojek, Grab dll.

Persediaan terbatas, harap pesan via 0858 1318 3069, infofotografi@gmail.com

Kami juga mempersilahkan untuk mampir untuk membeli kaos ke basecamp Infofotografi Jl. Moch. Mansyur/Imam Mahbud No, 8B2 Jakarta Pusat (Roxy). Sebaiknya janji terlebih dahulu.

Terima kasih atas perhatiannya 🙂

{ 0 comments }

Photo Story – Kecerian di Bandarharjo

Nisa, gadis kecil yang saya jumpai di Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo, adalah anak yang ceria. Usianya baru empat setengah tahun. Ia akan mulai sekolah TK setelah lebaran nanti. Kesendirian tanpa saudara, membuatnya  ingin segera bersekolah dan memperoleh banyak teman. Sekolah menjadi aktivitas yang diimpikannya sejak mampu bertutur. Sejalan dengan orangtuanya, kehidupan yang sangat sederhana telah menjadi sebuah lecutan dan motivasi untuk  segera menyekolahkan anaknya.

bandarharjo-pengasapan-ikan-heirini-1

Ketika saya datang, dia tengah asyik mengobrol dengan boneka kesayangannya di atas bale-bale. Terik mentari, panasnya bara api dan udara pengap yang berbau sangit tak mengganggu keasyikannya bermain. Tak jauh dari bale-bale, tampak  sepasang kucing duduk manis seakan menunggu Nisa bermain.  Pemandangan itupun semakin disemarakkan  oleh hilir mudik segerombolan anak angsa dibawah bale-bale tempat Nisa duduk bermain.

bandarharjo-pengasapan-ikan-heirini-2

bandarharjo-pengasapan-ikan-heirini-3

Keasyikan Nisa buyar ketika sang Ibu memintanya mengambil keranjang di samping dapur. Nisa menyambut permintaan Ibunya dengan penuh semangat. Dengan sebuah  loncatan, dia turun dari bale-bale dan berlari ke arah dapur. Ia mengambil keranjang dan menyerahkan pada Ibunya. Senyum anak dan Ibu saat beradu pandang merupakan kemesraan yang sangat indah. Besar harapan sang ibu, kelak Nisa akan mampu menjadi pelita dalam keluarga. Dengan senyum dan tawa ceria Nisa mengamini harapan Ibunya sebagai doa. Itulah sebagian rutinitas yang dijalani gadis kecil, potret anak buruh pengasap ikan di Bandarharjo yang tampak penuh semangat.

bandarharjo-pengasapan-ikan-heirini-4

—–
Photo Story diatas dibuat oleh Bu Heirini Soebari, salah satu alumni Infofotografi yang mengikuti tur foto Lasem-Semarang Mei 2016 yang lalu. Dengan dimuatnya Photo Story ini, Bu Heirini berhak mendapatkan voucher Rp 200.000,- untuk mengikuti kegiatan Infofotografi.com. Terima kasih atas partisipasinya.

Bagi yang berminat untuk mengikuti kursus/workshop/tour dan kegiatan fotografi lainnya boleh periksa jadwal di sini atau hubungi 0858 1318 3069 / infofotografi@gmail.com untuk informasi lebih lanjut.

{ 0 comments }