‚Č° Menu

Segmen kamera selfie murah meriah mungkin luput dari atensi kita, apalagi saat banyaknya pengumuman kamera baru yang harganya selangit. Padahal segmen ini cukup disukai baik untuk pemula, penyuka selfie atau seorang vlogger, atau untuk yang sensitif harga. Disini saya sajikan dua kamera mirrorless yaitu Canon EOS M10 yang lebih duluan hadir, serta penantangnya yaitu Fuji X-A10. Keduanya tentu dengan fasilitas layar yang bisa dilipat ke depan untuk potret diri sendiri ūüôā

fuji-vs-canon

Kedua kamera ini punya banyak kesamaan. Dari namanya, sama-sama pakai angka 10, kebetulan? Lalu dilihat dari ukuran fisik, ukuran sensor (APS-C), harganya pun hampir sama, dan juga uniknya (sayangnya) sama-sama tidak menyediakan dudukan lampu kilat / flash hot shoe. Bahkan kalau dilihat dari alasan kenapa mesti ada produk ini, sepertinya ada kesamaan latar belakang juga. Canon EOS M10 adalah versi basic dari EOS M3 (untuk fotografer saya selalu sarankan pilih EOS M3 saja karena selisih harganya sedikit) sementara Fuji X-A10 juga merupakan versi basic dari X-A2 atau X-A3 (sama seperti diatas, saya lebih menyarankan X-A3 untuk mendukung hobi fotografi yang lebih serius). Okelah, anda mungkin heran kenapa EOS M3 dan Fuji X-A3 yang nota bene adalah kamera kelas pemula masih perlu dibuatkan produk dengan kelas dibawahnya lagi? Ini tentu karena persaingan dan upaya meraih banyak pembeli, sama seperti mengapa di Nikon ada D5000 series dan D3000 series, atau di Canon ada EOS 700D series dan EOS 1000D series.

fuji-vs-canon2

Kedua kamera ini dirancang dengan konsep desain yang sederhana, berbahan plastik yang ringan, tidak begitu banyak tombol atau tuas kendali yang membuat bingung para pemula. Tapi hebatnya, keduanya punya dua roda yang berfungsi untuk mengganti setting dengan lebih cepat, satu roda di bagian atas dan satu roda di belakang. Hanya saja¬†khusus di EOS M10 tidak menyediakan roda mode fisik (lihat perbandingan di atas), jadi misal mau pindah mode dari mode A ke mode M jadi bakal agak¬†lama karena mesti sentuh layar. Tapi pengguna kamera di segmen ini mungkin juga akan jarang pakai mode M dan lebih terbantu oleh mode otomatis yang ada. Kelemahan utama Fuji X-A10 boleh jadi adalah tidak adanya layar sentuh, mungkin untuk menekan ongkos produksi. Tapi sebagai kamera kekinian, keduanya tentu sudah menyediakan fitur video HD untuk penyuka Vlog dan fitur WiFi supaya penggunanya bisa segera berbagi foto di dumay (dunia maya). [click to continue…]

{ 2 comments }

Berkenalan dengan Panasonic LUMIX G85

Tanggal 3 Desember 2016 yang lalu, Info Fotografi mendapat undangan Brunch with Lumix dengan tema ‚ÄúSpecial Sharing Session‚ÄĚ bersama Barry Kusuma (Travel Blogger) dan Yuliandi Kusuma (Chief Editor of Digital Indonesia Magazine), dan Bapak Agung Ariefiandi selaku Digital Imaging Product Manager PT Panasonic Gobel Indonesia.

Saya bersama rekan Iesan Liang mewakili Info Fotografi menghadiri undangan tersebut yang pada intinya adalah acara memperkenalkan tiga jenis kamera produksi Panasonic Lumix terbaru-nya yang akan diluncurkan di tahun 2017 mendatang.

lumix-1

Lumix GX7 – Lumix G 20mm f/1.7 ASPH – @f/2.8, 1/100s, ISO 200 (Kodak-X 125 Pro Amulet on Siver Efex Pro)

 

Adapun ketiga kamera dengan inofasi terbaru berteknologi mumpuni tersebut adalah, kamera saku dengan sensor 1″ Lumix LX10¬† – Leica DC Vario 24-72mm, f/1.4-2.8 Summilux (equivalent to camera 35mm) , dan Lumix FZ2500 Super Zoom (juga dengan sensor 1″) – Leica DC Vario 24-480mm f/2.8-4.5 Elmarit (equivalent to camera 35mm), serta kamera DSLM (Digital Single Lens Mirrorless) Micro Four Thirds, Lumix G85 – Lumix G Vario 14-140mm f/3.5-5.6 ASPH kit lens, memberikan kemudahan bagi pengguna nya untuk mengabadikan momen-momen unik¬†/penting dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk foto maupun video. Ini sesuai dengan komitmen mereka dalam mewujudkan A Better Life, A Better World.

PANASONIC LUMIX G85, LUMIX LX10 dan LUMIX FZ2500

lumix-2lumix-3Dalam acara Sharing Session bersama Barry Kusuma, seorang Travel Blogger dan Yuliandi Kusuma Chief Editor of Digital Camera Indonesia Magazine mereka masing-masing menceritakan pengalaman dan teknologi serta menampilkan foto yang dihasilkan dengan menggunakan kamera Lumix FZ2500 (Barry Kusuma) dan Lumix G85 (Yuliandi Kusuma), sedang bapak Agung Ariefiandi, Digital Imaging Product Manager PT Panasonic Gobel Indonesia menceritakan pengalamannya dengan Lumix LX10.

‚ÄúPengabadian momen menjadi sebuah kebutuhan di masyarakat. Produk seri Panasonix Lumix G85, Lumix LX10 dan Lumix FZ2500 memberikan kualitas foto dan rekaman gambar yang baik. Dengan teknologi 4K, dual Image Stabilizer dan fitur yang user friendly akan menyempurnakan hasil pengambilan gambarnya‚ÄĚ ujar Agung Ariefiandi, Digital Imaging Product Manager PT Panasonic Gobel Indonesia

Dalam pembahasan masing-masing kamera ini saya akan menuliskannya dalam tiga bagian artikel dan yang di artikel pertama ini Lumix G85 akan dibahas terlebih dahulu.

[click to continue…]

{ 9 comments }

Kamera yang saya bawa dalam empat bulan terakhir

Empat bulan terakhir ini kegiatan saya cukup padat, selain rutin mengajar, saya juga memimpin beberapa tour fotografi, diantaranya ke Vietnam, Bromo, Eropa, pantai Sawarna (Banten), Jepang dan besok ke Kamboja.

Hampir setiap trip saya ditanya apa yang harus dibawa. Setiap trip tentunya berbeda-beda, maka itu sebaiknya ditanyakan kepada tour leader/mentor atau mempelajari dengan cermat jenis fotografi dan subjek yang akan dipotret. Saya pernah menulis artikel yang membahas lensa-lensa yang praktis untuk digunakan. Intinya, lensa zoom yang mencakupi rentang fokal  sekitar 24-100mm (ekuivalen full frame) praktis untuk dibawa.

Saya pribadi kini mengunakan kamera Leica SL (Typ 601) dan lensa SL 24-90mm f/2.8-4 sebagai kamera utama saya. Dan sampai saat ini saya puas dengan hasil foto yang saya peroleh dan fleksibilitas kameranya untuk berbagai jenis fotografi yang saya jumpai di lapangan.

dsc_8891

Memang kadang ada rasa kurang lebar dan tele, tapi untuk kepraktisan dan supaya beban tidak terlalu berat terutama saat traveling yang jalannya jauh, maka lensa telefoto biasanya ditinggal, dan untuk mengakalinya saya akan melakukan cropping jika dibutuhkan.

[click to continue…]

{ 4 comments }

Bahas foto : Daun Momiji di Kuil Eikando

Saat tour ke Jepang akhir bulan Oktober 2016 yang lalu, saya dan teman-teman berkunjung ke kuil Eikando yang dipenuhi oleh pohon-pohon Momiji (Japanese Maple). Setelah berkeliling, saya menemukan tempat air di kuil yang biasanya untuk minum atau cuci tangan.

momiji-01Disini saya melihat ada banyak daun-daun Momiji yang mengapung dan beberapa tenggelam. Iesan yang disamping saya mengatakan kepada saya bahwa jelek sekali daun-daun tersebut, berantakan.. katanya sambil mengajak saya untuk jalan ke tempat lain. Tapi saya terdiam sejenak, sambil melihat lebih detail. Yang saya lihat adalah kualitas cahaya dari belakang yang jatuh menerangi tempat air dan daun-daun Momiji yang berguguran di musim gugur ini.

Menanggapi kondisi yang berantakan ini, justru merasa formasi daun-daun ini menarik sekali karena sangat alami. dan menarik diri saya untuk mengabadikannya. Alhasil, foto ini adalah salah satu foto yang paling saya sukai selama perjalanan ke Kyoto.

 

Leica SL, 24-90mm f/2.8-4 – ISO 640, f/5.6, 1/40 detik , 75mm


Infofotografi secara rutin menyelenggarakan kursus fotografi dan tour foto, untuk melihat jadwal, silahkan kunjungi halaman ini.

{ 3 comments }

Launching Olympus OM-D E-M1 II di Jakarta

Tanggal 1 Desember 2016 yang lalu, saya dan rekan saya Erwin Mulyadi diundang untuk menghadiri launching Olympus OM-D E-M1 mk II di Citywalk Sudirman, Jakarta. Kamera ini adalah kamera flagship (terbaik) Olympus yang berformat micro four thirds. Banyak keunggulan baru yang dipresentasikan di acara ini. Kelebihan terbesar dari E-M1 II adalah dari kecepatan foto berturut-turut yang sangat cepat.

olympus-omd-em1-ii-7-14mm

OM-D E-M1 II mampu merekam 60 foto per detik dengan format RAW (dengan AF dikunci di jarak yang tetap), 18 foto berturut-turut dengan continuous autofocus dengan format RAW juga. Kelebihan ini melewati kamera DSLR kelas pro seperti Nikon D5 dan Canon EOS 1Dx II yang kecepatan foto berturut-turutnya mentok di 14 foto per detik karena terbatasi sistem mekanik shutter dan cermin.olympus-omd-em1-ii-back

Olympus E-M1 II memamerkan sistem autofokusnya yang diperbaharui menjadi sistem 121 titik on phase detection AF dan cross-type sensor. Sistem ini diyakini lebih baik karena sebagian besar sistem autofokus kamera mirrorless yang hanya mengandalkan horizontal/vertikal type AF saja. Jendela bidik kamera ini juga lebih besar (.76x magnification), hampir setara dengan kamera DSLR Profesional, dengan refresh rate yang sangat cepat (120fps) dan lag cuma 5 milidetik sehingga terlihat mulus.

[click to continue…]

{ 16 comments }

Canon 700D adalah kamera DSLR pemula Canon yang diluncurkan tahun 2013, sedangkan Nikon D3400 diluncurkan tahun 2016 ini. Apakah kedua kamera sebanding? Sebenarnya tidak. Canon 700D kelasnya sedikit diatas Nikon D3400, makanya harganya juga agak tinggi. Tapi 700D sudah berusia tiga tahun, jadi sebaiknya yang mana yang lebih baik untuk dipilih?

Nikon D3300 sangat mirip dengan D3400, jadi bisa dianggap artikel ini membandingkan kedua kamera tersebut. Perbedaan utama antar kedua kamera adalah D3400 punya bluetooth (snapbridge) untuk menghubungkan kamera dan ponsel tanpa terputus. Demikian pula Canon 700D sangat mirip dengan Canon 650D.

canon-700d

Canon 700D memiliki kelebihan dalam user experience atau dalam penggunaan, seperti layar LCDnya bisa diputar ke segala arah, dan layarnya touchscreen. Autofokus saat live view (mengunakan monitor LCD) cukup cepat. Di lain pihak, Nikon D3400 LCD monitornya tidak bisa diputar/tekuk, tidak touchscreen dan autofokus saat live view sangat lambat.

Meskipun keliatannya 700D diatas angin, tapi D3400 memiliki keunggulan yang cukup signifikan didalam kualitas gambar. D3400 memiliki sensor gambar 24MP tanpa AA filter/low pass sehingga hasil fotonya lebih detail dan tajam. Warna dan saat mengunakan ISO tinggi (di tempat yang gelap) lebih baik kualitas gambarnya. Ukurannya juga lebih ringkas dan ringan.

nikon-d3400

Untuk penggemar video slow motion, D3300 & D3400 sudah mendukung 60fps, sedangkan 700D hanya mendukung 30fps, belum cukup untuk merekam video slow motion. Autofokus D3400 lebih lambat dari Canon 700D baik melalui jendela bidik & monitor, tapi soal foto berturut-turut, D3400 punya buffer lebih lapang, dapat menampung 100 foto sebelum melambat, sedangkan 700D buffernya hanya dapat menampung 15 foto kemudian melambat. D3400 punya fitur bluetooth untuk koneksi kamera ke ponsel yang tidak berkesinambungan.

Saat ini memang cukup memusingkan bagi teman-teman pembaca yang mencari kamera DSLR baru yang terjangkau. Memilih 700D atau D3400 tergantung dari apa yang diprioritaskan. Jika mementingkan kualitas gambar, D3300/D3400 lebih unggul, tapi jika mementingkan kemudahan penggunaan dan fitur yang lebih lengkap, Canon 700D lebih baik.

Kelebihan Nikon D3300 atau D3400 dibandingkan Canon 700D

  • Kualitas gambar lebih baik
  • Video slow motion
  • Lebih ringkas dan ringan (395 vs 525 gram)
  • Punya built-in bluetooth/snapbridge
  • Buffer lebih lapang
  • Auto ISO bisa diprogram lebih detail

Kelebihan Canon 700D dibandingkan Nikon D3400

  • LCD bisa diputar kesegala arah (articulating)
  • Autofokus saat live view/video lebih cepat dan mulus
  • Sistem autofokus lebih unggul (9 cross type)
  • Ada fitur otomatis HDR
  • Layar LCD sedikit lebih detail
  • Built-in flash commander

Sudah memiliki kamera? Ikuti kupas tuntas kamera digital SLR/mirrorless untuk mempelajari setting penting kamera Anda.

{ 14 comments }

Kupas Tuntas Flash Eksternal (Speedlight)

Salah satu aksesori penting dalam fotografi adalah flash eksternal, yang bisa dipasang diatas kamera ataupun ditempatkan terpisah dari kamera (off shoe). Tujuannya tentu untuk memberikan tambahan cahaya supaya mendapat hasil foto sesuai keinginan.

Tapi menggunakan flash eksternal ini bagi sebagian orang justru menjadi kesulitan tersendiri, baik dari pengaturannya maupun teknik memakainya. Umumnya sering didapati hasil dengan flash tampak tidak natural, kadang over maupun under eksposur. Untuk itu mulai awal tahun 2017 nanti infofotografi kembali akan mengadakan kursus kilat Kupas Tuntas Flash Eksternal yang membahas diantaranya:

  • Fitur-fitur apa saja yang ada di dalam flash
  • Kapan menggunakan flash secara manual dan TTL?
  • Memahami fitur zoom pada flash
  • Menyeimbangkan cahaya ambient (dengan cahaya flash) di keadaan kontras
  • Belajar membaca arah dan sifat cahaya
  • Belajar setting dan mengendalikan satu dan beberapa flash yang diletakkan diluar kamera (strobist)shanny-flash
  • Pengenalan Special Efek yang dapat dibuat dengan flash (multi/RPT, 2nd curtain/rear sync dll)

Workshop ini cocok bagi peserta yang ingin menghasilkan foto-foto produk, liputan, travel atau komersil lebih baik serta memahami lighting dengan teknik strobist untuk berbagai jenis fotografi.

Setelah sesi teori, peserta diajak untuk mengunakan flash untuk berbagai objek foto yang kami sediakan. Peserta diberi tugas oleh mentor untuk membuat foto still life yang baik dengan mengunakan satu atau beberapa flash.

Acara Kupas Tuntas Flash Eksternal ini akan dibawakan/dimentori oleh Erwin Mulyadi dan akan diadakan pada hari Minggu, 22 Januari 2017 Pukul 13.00-16.00 WIB di Infofotografi.com. Jl. Imam Mahbud/Moh. Mansyur No. 8B-2 Jakarta Pusat (sebelah Bank MNC), dekat perempatan Roxy. Lihat peta.

  • Peserta perlu membawa kamera digital/mirrorless yang memiliki hotshoe untuk dudukan flash/trigger
  • Peserta diharapkan sudah paham dan dapat mengatur ISO, shutter speed dan bukaan lensa (bahasan dasar fotografi)
  • Peserta diharapkan untuk memiliki flash, tapi tidak wajib. Bagi peserta yang tidak memiliki flash, bisa kami pinjamkan hanya saja jumlahnya terbatas.

Biaya untuk mengikuti workshop ini adalah Rp 375.000 per orang, maksimum 8 peserta saja.

Cara Mendaftar

  1. Transfer bank atas nama Enche Tjin via Bank BCA: 4081218557 atau via Bank Mandiri: 1680000667780
  2. Konfirmasi melalui e-mail (email: infofotografi@gmail.com), sms atau telepon (085813183069 / 085883006769) dengan menyertakan nama peserta dan nama penyetor, serta jenis kamera dan flash yang dimiliki.
  3. Datang di hari H sesuai dengan jadwal yang tercantum
{ 5 comments }

Halo pembaca dan alumni Infofotografi, hari ini saya ingin mengumumkan tour foto baru untuk bulan April 2017. Jadwal tournya adalah 13-18 April 2017.

Mengapa Vietnam ‚Äď Hanoi ‚Äď Halong Bay?

Vietnam berisi perpaduan budaya Vietnam, kolonial Perancis dan juga pengaruh Cina. Budaya ini bisa kita lihat dalam arsitektur, pakaian dan makanan. Hanoi merupakan salah satu surga untuk fotografi, banyak bangunan yang unik dan orang Vietnam pada dasarnya ramah, dan tidak keberatan dipotret. Makanan yang ada juga sebagian besar cocok untuk lidah orang Indonesia.

Pemandangan alam Halong Bay dengan gunung-gunung yang muncul dari laut sangat menarik dan unik. Kita akan bermalam di salah satu kapal di Halong Bay. Di atas kapal, kita bebas menikmati pemandangan alam dan tentunya memotret dari sore, sunset, malam, sunrise dengan leluasa.

tour-infofotografi-vietnam-2017-cruise

tour-infofotografi-vietnam-2017-cruise-01

Selain itu kita akan mengunjungi daerah Ninh Binh, yang dikelilingi oleh bukit karst yang menarik, dimana kita menyusuri sungai kecil dengan sampan dengan latar belakang pemandangan yang sangat indah.

Kebetulan saat kita berkunjung ada festival Tran temple dimana ratusan-ribuan penduduk lokal akan mengenakan kostum tradisional menyusuri sungai kecil dan memberikan persembahan di Tran temple. Kita akan berkesempatan memotret aktivitas mereka dari dekat.

Cuaca saat ke sana juga sangat bersahabat, rata-rata 25 Celcius di bulan April. Saat itu curah hujannya masih sedikit dan langit cerah dengan awan putih.

Tour ini ideal untuk yang menyukai fotografi travel dan human interest.

[click to continue…]

{ 0 comments }

Halo ketemu lagi pembaca InfoFotografi. Kali ini saya pingin berbagi pengalaman menggunakan software Darktable, yaitu software yang berfungsi mengolah file RAW dari kamera. Kalau pembaca masih asing dengan Darktable mungkin pembaca tahu ya dengan Lightroom, nah Darktable fungsinya mirip dengan Lightroom, cuma bedanya Darktable bisa kita dapatkan secara cuma-cuma alias gratis tanpa harus membayar lisensi atau pun mencari crack di Internet agar software bisa dipergunakan secara full version he he he.

Namun kabar gembira ini baru bisa didapatkan oleh pengguna sistem operasi Mac OS, Free BSD, Solaris dan Linux saja, untuk sistem operasi Microsoft Windows belum bisa menggunakan software ini, tapi walau pun belum bisa di Windows nggak ada salahnya nambah wawasan dengan membaca tulisan ini he he he.

Dimana mendapatkannya ?

Darktable bisa didownload dari websitenya, kalau pingin coba silahkan masuk ke link http://www.darktable.org/

Di websitenya terdapat cara instalasi sesuai dengan sistem operasi yang kita miliki, ikuti saja, jika sudah berhasil terinstal maka akan muncul icon darktable yang siap kita jalankan.

darktable-icon-ubuntu-e

Darktable saat awal dijalankan akan menampilkan tampilan sebagai berikut :

darktable-begining-open-ket

[click to continue…]

{ 4 comments }

Panduan Setting kamera Fuji X-T1, X-T10, X-E2

Kabar baik bagi pengguna kamera mirrorless Fuji khususnya Fuji X-T1, yang masih kesulitan untuk mengatur setting kameranya, karena telah hadir buklet PDF Panduan Setting Fuji X-T1 yang disusun spesial oleh kami di infofotografi. Buklet 28 halaman ini berisi tentang pembahasan fitur Fuji X-T1 beserta cara pengaturan eksposur (ISO, shutter, aperture, kompensasi), auto fokus (mode, servo, titik fokus), pengaturan gambar (RAW, JPG, megapiksel, film simulation dsb), tips, rekomendasi setting dan kustomisasi kamera.

Contoh isi buklet Fuji X-T1

Contoh isi buklet Fuji X-T1

Buklet ini akan cocok dibaca oleh anda yang baru membeli Fuji X-T1, dan sebelumnya mungkin terbiasa dengan sistem kamera DSLR sehingga mengalami kesulitan untuk menyesuaikan kendali dan setting kameranya. Karena ada beberapa kesamaan fitur antara Fuji X-T1 dengan kamera Fuji lain maka buklet ini juga bisa bermanfaat untuk pengguna Fuji selain X-T1 (misal X-T10 atau X-E2).

Bagi yang berminat untuk mendapatkan buklet ini bisa mengakses toko online kami atau menghubungi infofotografi@gmail.com dengan harga Rp. 75.000,-. Sebagai bonus anda juga akan mendapat link untuk mengunduh video pengaturan setting kamera Fuji X-T1 berdurasi 18 menit.

{ 23 comments }