by Enche on March 7, 2010
Baru baru ini ada yang berkomentar di blog ini bahwa ada temannya yang memilih kamera bekas Canon 1d mark IIn (2005) dibanding dengan Canon 7D (2009). Alasan teman tersebut cukup sederhana, karena Canon 1d mark IIn adalah kamera pro.
Sebenarnya, apa sih yang membedakan antara kamera pro dan bukan? Menurut saya, sebenarnya tidak ada kamera yang berlabel pro atau amatir. Yang ada yaitu kamera pemula, yang identik dengan mudah dipakai dan relatif lebih ringan dan kecil. Sedangkan kamera canggih adalah kamera yang lebih rumit untuk dioperasikan dan memiliki kualitas badan kamera yang lebih berat dan tahan cuaca.

Label pro lebih cocok untuk diberikan kepada fotografer daripada kamera. Fotografer pro adalah seseorang yang mengandalkan sebagian besar penghasilannya dari sektor fotografi.
Kaerena itulah, meski seorang fotografer mengunakan kamera SLR pemula, kamera saku atau kamera ponsel sekalipun, fotografer tersebut tetap fotografer profesional. Demikian juga sebaliknya, meski memakai kamera canggih, tapi hanya mengunakan kamera untuk hobi, maka orang tersebut tetap disebut fotografer amatir.
Tapi Anda perlu waspada juga, bila Anda ingin mencari uang dengan kamera pemula, maka Anda harus pastikan hasil foto Anda memuaskan klien, karena bila tidak, hal ini bisa dijadikan sebuah alasan untuk menggugat Anda di pengadilan.
Kembali ke pertanyaan awal, apakah keputusan membeli Canon 1d mark IIn lebih bijak daripada 7D? Kalau dilihat dari sisi teknologi, 1d mark IIn yang merupakan keluaran tahun 2005 tentunya sudah ketinggalan jaman. Hampir semua aspek kamera dari resolusi foto, auto fokus, kualitas layar LCD, fitur video dari Canon 7D melebihi Canon 1d mark IIn. Maka dari itu dalam membeli kamera, seyogyanya jangan terjebak dengan label kamera pro semata.
by Enche on February 13, 2010
Ingin membeli kamera saku tapi bingung memilih? Anda bukan sendiri karena banyak sekali orang-orang yang bingung apa yang sebenarnya perlu diperhatikan sebelum membeli kamera saku. Nah, apa saja fitur yang menurut saya penting?
1. Lensa: Baik di digital SLR atau kamera saku, kualitas lensa sangat menentukan kualitas foto. Saya sendiri sangat menyukai lensa lebar, terutama lensa yang berukuran kurang lebih 24mm, karena lensa lebar ini sangat baik untuk foto pemandangan, foto gedung, atau foto di dalam ruangan. Lensa yang memiliki image stabilization (IS) juga sangat membantu untuk foto di kondisi cahaya yang gelap.
Dengan lensa lebar yaitu 28mm, saya bisa mengambil foto gedung tinggi dengan mudah
2. Interface kamera: Yang dimaksud adalah bagaimana susunan tombol-tombol dan menu. Apakah tombol-tombol di susun sedemikian rupa sehingga memudahkan pengambilan kamera? dan apakah menu kamera mudah dimengerti dan disusun secara logis? Hal ini penting diperiksa karena sangat mempengaruhi keasyikan dan kecepatan pengambilan foto.
3. Kualitas badan kamera: Banyak kamera yang kualitas casingnya terbuat dari plastik yang sangat tipis, sehingga mudah tergores atau bonyok. Saya sarankan untuk menghindari badan kamera yang terlalu rapuh, terutama bila Anda adalah orang yang cukup selebor.
4. Kontrol manual eksposur: Fitur ini penting apabila Anda ingin belajar prinsip dasar fotografi dan ingin membuat foto-foto kreatif.
5. Terakhir adalah kualitas layar LCD. Kualitas LCD penting karena dalam kamera saku, Anda akan mengunakan layar LCD untuk mengkomposisikan foto, dan juga untuk memeriksa foto apakah foto yang diambil baik atau tidak.
Lalu fitur apa yang menurut saya tidak begitu penting tapi sering dipikir penting?
1. Megapiksel: Asalkan kamera digital Anda memiliki kemampuan merekam foto enam megapixel atau lebih, itu sudah cukup untuk mencetak ukuran poster. Jadi tidak perlu memfokuskan pilihan pada kamera yang memiliki ukuran megapixel terbesar.
2. Panjang zoom: Ada kamera yang bisa zoom sampai 30x, tapi menurut saya antara 5 sampai 10 kali sudah cukup baik. Saya sendiri menyukai kamera dengan lensa yang tidak bisa zoom, saya merasa dengan mengunakan kamera tersebut saya bisa lebih berhati-hati dalam mengambil gambar dan memaksa saya untuk bergerak mencari sudut pandanga terbaik.
3. Proses foto di dalam kamera: Seperti kroping gambar, proses efek-efek tertentu, tidak penting dan tidak dianjurkan karena proses tersebut menghabiskan baterai dengan waktu cepat dan juga tidak sebaik bila kita mengunakan komputer.
4. Beberapa fitur tambahan seperti deteksi wajah, anti kedip, gps, rekam video dan lain-lain tidak penting tapi biasanya sudah di bundel di kamera saku yang tersedia di pasaran.
Demikian panduan singkat saya dalam memilih kamera saku / kompak. Semoga membantu